Posted by: Sps | July 7, 2011

SENSASI DIGITAL IPAD

Orang boleh membenci Steve Jobs. Tapi kebencian itu hanya mengukuhkan bahwa bos Apple ini selalu bisa membuat gimmick baru agar produknya laku. Dan iPad adaJah contoh terakhir, jauh sebelum iPad resmi diluncurkan pada awal April lalu, orang sudah menunggu-nunggu produk itu.

Tak mengherankan, begitu diluncurkan, iPad laris manis. Hanya dalam 28 hari, iPad terjual sejuta unit. Ini rekor. Dulu, iPhone, kakak kandung iPad, perlu 78 hari untuk mencapai penjualan sejuta unit.Penjualan di tingkat internasional, termasuk Indonesia, ada kemungkinan baru dilakukan pada Juli nanti. Itu sebabnya, saya beruntung bisa mencoba iPad sebelum barang ini resmi beredar di luar Amerika. Mengutak-atik benda seberat 0,68 kilogram ini selama tiga minggu rasanya cukup untuk merasakan apakah Steve Jobs berhasil melunasi janjinya untuk mewujudkan iPad sebagai “a magical and revolutionary product”.

B
UKAN PENGGANTI NOTEBOOK

Kalau ada yang mengira iPad adalah pengganti notebook, atau netboak, buang jauh-jauh pikiran itu. Memang, iPad bisa berfungsi sebagai notebook. Ia dilengkapi layar 9,7 inci, sama seperti banyak ukuran notebook atau netbook yang sudah banyak dijual.

Dia juga dilengkapi papan ketik, meski berupa virtual yang muncul di layar ketika program yang membutuhkan pengetikan sedang aktif. Tapi jangan berharap bisa mengetik untuk tulisan panjang dengan nyaman di perangkat ini..Mengetik dengan papan ketik virtual pastilah lebih melelahkan dibanding papan ketik asli.Maka, memang pantas jika Steve Jobs tidak menjanjikan iPad sebagai pengganti notebook.

Steve menyebutkan, fungsi iPad adalah “somewhere between iPhone and notebook”. Ya, iPad adalah produk yang mengatasi kelemahan iPhone-atau ponsel pintar lainnya yang terlalu kecil bagi mata dan jari-jari, sekaligus menutup kelemahan laptop yang tidak praktis dan berat untuk ditenteng-tenteng.Dan, jangan lupa, keunggulan iPad dibanding notebook kelas apa pun adalah daya tahan baterainya. Spesifikasi teknis menyebutkan, baterai iPad tahan 10 jam sebelum harus disetrum ulang. Tapi saya membuktikan, dengan penggunaan terus-menerus, bahkan sebagian besar waktu posisi Wi-Fi hidup, iPad bisa bertahan sampai 12 jam.

BUKHN TEKNOLOGI, MELRINKRN GflYfl HIDUP

Pengkritik iPad menyebut karya terbaru Steve Jobs ini tak lebih dari sebuah iPhone atau iPod Touch dalam ukuran raksasa. Mereka benar kalau hanya melihat dari sisi teknologi dan ukuran. Teknologi iPad pada dasarnya tak berbeda dengan kedua kakaknya yang lahir lebih dulu, yaitu iPhone atau iPod Touch. Yang membedakan adalah prosesor yang lebih cepat dan layar yang jauh lebih besar.

Tapi mungkin para pengkritik itu perlu lebih lama bermain-main dengan iPad agar bisa memahami seperti apa sebetulnya benda ini. Meski teknologi iPad tak tergolong baru, dengan layar lebarnya, iPad telah memberikan sensasi yang sama sekali berbeda dibanding menggunakan perangkat sejenis dari pabrikan lain.Sensasi itu sangat terasa ketika membuka web dengan peramban (browser) Safari. Proses memuat (loading) web terasa jauh lebih cepat. Layar sentuh juga sangat responsif. Dengan teknologi yang memungkinkan memperbesar gambar melalui gerakan jari, pengalaman menjelajah web jelas sangat berbeda dibanding menggunakan laptop kelas apa pun.

Sensasi itu lebih terasa pada Aplikasi iBook atau majalah dan koran-koran digital. Sensasi membuka buku sangat mirip dengan membuka buku kertas. Animasi halaman terbuka melalui gerakan tangan membuat kita merasa membaca buku yang kita beli di toko buku.Begitu pula saat membuka majalah. Semua majalah digital -sayangnya belum tersedia majalah terbitan Indonesia -tampil dengan warna-warna cerah berkat teknologi layar beresolusi 1.024 x 768 piksel pada 132 piksel per inci (ppi).

Kelebihan membaca majalah di iPad dengan majalah asli adalah di iPad kita bisa menikmati konten video. Jadi, bila ada artikel tentang profil penyanyi Lady Gaga, misalnya, selain menikmati teks, kita bisa memutar video Lady Gaga beraksi yang disediakan redaksi.Tampilan video pun berlangsung mulus, tajam, dan jernih. Agak mengejutkan bahwa dengan pengeras suara eksternal pun, suara yang muncul masih lebih bagus dibanding suara dari laptop standar. Tentu untuk menikmati suara khas standar Apple yang jernih dan bening, diperlukan penggunaan lieniiplione yang dijual terpisah.

Semua sensasi itu sengaja dirancang tim Apple untuk mengeksplorasi sepenuhnya pengalaman menjelajahi dunia digital. Kenyamanan menjelajah Internet, menikmati video, atau membaca buku dan majalah membuat iPad memang lebih tepat digunakan sebagai perangkat untuk menikmati media digital.Dalam soal ini, Apple memang jagonya. Maka jangan heran, meski teknologi komputer tablet seperti iPad sebetulnya bukan hal baru, bila Steve Jobs mampu membuat teknologi lama ini menjadi sensasi baru. Persis sensasi yang dirasakan pemakai produk Apple saat mereka dengan bangga membuka laptop MacBook-nya di kafe. Inilah sensasi gaya hidup digital yang muncul bukan karena teknologinya, melainkan karena ia adalah produk Apple. (D dahu puyamiodo )

Sumber : bataviase.co.id

Offset Printing & Carton Box Manufacturer
Solusi kemasan bahan kertas & cetakan. Printing offset untuk box DVD, box HP, box printer, box aksesoris elektronika lainnya.
http://sps.co.id

Ads by SPS|Ads


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: