Posted by: Sps | July 1, 2011

Apa Gejala Kolesterol Tinggi?

Kebanyakan kondisi kolesterol tinggi tidak memberikan tanda sedikit pun. Kita bisa mengetahuinya hanya dengan melakukan tes darah di laboratorium. Karena itu, dianjurkan mulai di usia 20 tahun untuk memeriksakan kadar kolesterol setidaknya lima tahun sekali untuk memantau seberapa tinggi kolesterol di tubuh kita. Bila di dalam keluarga ada riwayat kolesterol tinggi, penyakit jantung, diabetes, dan penyakit kronis lainnya, bahkan dianjurkan lebih sering lagi memeriksakan kolesterol.

Waspadai adanya kadar kolesterol tinggi dalam tubuh, jika selama ini kita:

• Malas berolah raga atau kurang gerak.
• Lebih suka menkonsumsi makanan berlemak, tinggi garam, gula, dan padat kalori. Sebaliknya rendah serat, tidak doyan sayuran maupun buah-buahan.
• Ada riwayat kolesterol tinggi dalam keluarga
• Banyak merokok dan mengonsumsi alkohol.
• Mengidap penyakit diabetes atau masalah tiroid.

Empat Langkah Mudah

Lakukan kiat-kiat ini untuk memperbaiki kadar kolesterol.

1. Selektif memilih lemak, misalnya hanya dari jenis lemak tak jenuh, misalnya dari kacang kenari, almon, atau kacang tanah. Asam lemak omega-3 yang bisa ditemukan dalam ikan kembung, ikan tuna, dan ikan berkulit halus lainnya juga lebih balk. Boleh saja makan daging, telur, dan minum susu, tapi usahakan pilih yang rendah lemak agar asupan kolesterol tak lebih dari 200 mg per hari. Lemak trans yang bisa terdapat dalam kraker, cake, dll, akan meningkatkan LDL dan menurunkan HDL. FDA masih membolehkan camilan yang mengandung lemak trans kurang dari 0,5 gram. Biar kita tak makan kebanyakan, teliti label pada kemasan camilan.

2. Turunkan berat badan 2-5 kg sudah sangat membantu menurunkan kolesterol.

3. Tambahkan konsumsi buah-buahan dan sayuran karena dapat membantu menurunkan kolesterol. Lebih praktis lagi, konsumsi smoothies yang kaya buah dan diperkaya dengan stanol.

4. Mulai menyisihkan banyak hari untuk bersepeda, berenang atau olah raga lain, selama 30-60 menit.

Makanan yang mengandung stanol jika diasup secara normal, tidak memberikan efek samping. Namun, bagi mereka dengan kondisi tertentu, sebaiknya dikonsultasikan dengan dokter, misalnya:

• Sitosterolemia. lni merupakan kondisi genetik yang langka, yakni di dalam tubuh terkandung kadar sterol sangat tinggi, sehingga sebaiknya lebih hati-hati terhadap kandungan stanol.
• Kekurangan vitamin karena gangguan pencernaan. Pada kondisi ini bisa saja stanol mengurangi penyerapan vitamin, terutama betakaroten (vitamin A) dan vitamin E yang memang bersifat larut lemak.
• Alergi makanan seperti pengawet, pewarna, penambah rasa. Meski Prof. Bouic dari Afrika Selatan telah mengungkapkan manfaat stanol bagi penderita alergi, lebih baik jika berhati-hati.
• Sedang hamil atau menyusui.

Sumber: Senior

Paper Cup & Food Packaging Manufacturer
Solusi luch box, Box Ramen, Box Sushi, Box Mie, Box Sate, Box Baso, Box Cotto dengan bahan kertas foodgrade.
http://greenpack.sps.co.id

Ads by SPS|Ads


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: