Posted by: Sps | October 23, 2010

Waktu Tepat Periksa Kesuburan

Dulu, pemeriksaan kesehatan pranikah atau premarital check up adalah hal yang sangat jarang dilakukan oleh pasangan sebelum menikah. Tapi kini, terutama di luar negeri premarital check up ini sudah hampir mutlak dilakukan. Tujuannya tak lain adalah untuk mengetahui riwayat kesehatan masing-masing calon pasangan secara menyeluruh, premarital check up juga bertujuan untuk membina keluarga yang sehat dan bahagia.

Pada premarital check up, selain pemeriksaan riwayat penyakit genetik dalam keluarga dan pemeriksaan darah untuk mengetahui penyakit menular juga dilakukan. pemeriksaan kesuburan. Namun, untuk pemeriksaan kesuburan ini Anda bisa melakukannya setelah Anda berdua menikah.

Memeriksakan kesuburan, haruskah?

Perlu diketahui bahwa pada perempuan usia kesuburan berlangsung lebih cepat dibanding laki-laki. Puncak kesuburan perempuan adalah usia 20 hingga 29 tahun. Pada usia ini perempuan memiliki kesempatan 95% untuk hamil. Pada usia 30-an prosentasenya menurun hingga 90%. Sedangkan memasuki usia 40, kesempatan hamil berkurang hingga menjadi 40%. Setelah usia 40 perempuan hanya memiliki maksimal 10% kesempatan untuk hamil.

Sedangkan pada laki-laki, penurunan kesuburan juga terjadi seiring usia. Pada usia 35 tahun, jumlah laki-laki yang gagal membuahi pasangan meningkat hingga 15%. Menurut peneliti dari Bristol and Brunel University, selain faktor fisik, dorongan dan frekuensi untuk berhubungan seksual mulai berkurang sejalan pertambahan usia.

Jadi, segera lakukan pemeriksaan kesuburan jika;
Usia masing-masing pasangan di atas 30 tahun.
Setelah tiga bulan menikah. Umumnya waktu rata-rata yang diperlukan untuk menghasilkan kehamilan adalah setelah pasangan suami istri tersebut menikah kurang dari 3 bulan. Makin lama pasangan yang menikah itu tanpa kehamilan, maka akan semakin kecil peluang untuk terjadinya kehamilan.
Tidak kunjung hamil meski tidak menggunakan alat kontrasepsi dan telah melakukan hubungan seksual secara rutin.
Memiliki pertumbuhan rambut yang abnormal (misalnya berkumis atau hirsutism) atau berotot. Perempuan ‘berkumis’ atau berotot seperti laki-laki berarti ia memiliki hormon testosteron yang lebih dominan, sehingga kemungkinan untuk hamil menjadi kecil.
Gejala payudara mengeluarkan air susu padahal tidak hamil. Kondisi ini bisa menjadi indikasi adanya kelainan hormon (hiperprolaktinemia). Hiperprolaktinemia berat dapat disebabkan oleh tumor di kepala (hipofise).
Pemeriksaannya meliputi:
Penilaian terhadap siklus menstruasi dan perubahan hormonal yang terjadi selama siklus menstruasinya berlangsung.
Pemeriksaan laboratorium yang meliputi, pemeriksaan darah untuk melihat kadar hormon. Pemeriksaan air seni untuk melihat apakah ada indikasi kencing manis dan kolesterol.
Pemeriksaan USG untuk melihat adanya ketidakberesan dalam kandungan.
Pemeriksaan HSG untuk melihat apakah saluran telurnya tersumbat.
Pemeriksaan laboratorium khusus, seperti TORCH dan Pap Smear.
Biasanya seluruh rangkaian pemeriksaan ini akan memakan waktu hingga dua bulan. Sebab, untuk pemeriksaan hormon saja harus dilakukan pada hari ke-delapan sejak calon ibu tersebut menstruasi. Kemudian pada hari ke 22 pemeriksaan dilakukan untuk melihat subur atau tidaknya calon ibu.

Sumber: conectique.com


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: