Posted by: Sps | October 15, 2010

Laris Manis di Taiwan, Kasus Indomie ‘Berbahaya’ Berindikasi Perang Dagang

Masalah pelarangan produk Indomie di Taiwan memunculkan dugaan. Salah satunya adalah isu perang dagang yang dipicu laris manisnya produk mie instant Indonesia itu di Taiwan.

“Ada indikasi, ada kafe yang jual Indomie. Mereka industrinya kena masalah, makanya mereka bikin move seperti itu,” kata Kepala Bidang Perdagangan Kantor Dagang dan Ekonomi Indonesia di Taipei Bambang Mulyanto di gedung DPR-RI, Senayan, Jakarta, Senin (11/10/2010).

Bambang menjelaskan dugaan seperti itu bisa saja terjadi karena produk mie instant Indonesia selain digemari oleh 150.000 TKI di Taiwan juga digemari oleh masyarakat Taiwan.

“Pasarnya paling tidak TKI jumlahnya sampai 150.000 orang, tentunya punya majikan, punya anak, semakin disukai (mie instant Indonesia),” katanya.

Ia menjelaskan, pada hari ini pihak Kamar Dagang Indonesia di Taiwan sudah melakukan klarifikasi di media-media nasional setempat. Berdasarkan laporan yang ia terima, toko-toko di Taiwan masih tidak boleh dijual produk Indomie disamping penjual yang masih takut.

Sementara Plt Dirjen Perdagangan Luar Negeri Kementerian Perdagangan Deddy Saleh mengatakan kasus-kasus semacam ini dalam perdagangan internasional merupakan suatu hal yang biasa. Sehingga langkah klarifikasi perlu dilakukan, pihaknya akan melakukan pengecekan dan klarifikasi resmi terhadap otoritas perdagangan di Taiwan, apakah hal itu sebagai tuduhan resmi atau tidak.

“Kalau tidak betul kita akan protes,” katanya.

Selain itu pihaknya juga akan melakukan klarifikasi kepada produsen mie instant yang di Indonesia untuk memastikan apakah produk tersebut berasal dari Indonesia.

“Karena banyak juga yang ditempel,” katanya.

Seperti diketahui, sebelumnya, media-media di Taiwan memberitakan penarikan Indomie dari sejumlah supermarket. Indomie ditarik karena mengandung Methyl P-Hydroxybenzoate yang dilarang di Taiwan.

Sementara PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk selaku produsen Indomie dalam siaran persnya menegaskan, produk mie instan yang diekspor ke Taiwan sudah memenuhi peraturan dari Departemen Kesehatan Biro Keamanan Makanan Taiwan.

“Sehubungan dengan pemberitaan di media massa Taiwan baru-baru ini, mengenai kandungan bahan pengawet E218 (Methyl P-Hydroxybenzoate) dalam produk mi instan Indomie, PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP) menjelaskan bahwa produk mi instan yang diekspor oleh Perseroan ke Taiwan telah sepenuhnya memenuhi peraturan dari Departemen Kesehatan Biro Keamanan Makanan Taiwan,” jelas Taufik Wiraatmadja, Direktur ICBP dalam siaran persnya, Senin (11/10/2010).

ICBP juga berkeyakinan, pemberitaan mengenai mie instan yang muncul di media massa Taiwan, bukanlah merupakan produk mi instan ICBP yang ditujukan untuk pasar Taiwan.

ICBP telah mengekspor produk mi instan ke berbagai negara di seluruh dunia selama lebih dari 20 tahun. Perseroan senantiasa berupaya memastikan bahwa produknya telah memenuhi peraturan dan ketentuan keselamatan makanan yang berlaku di berbagai negara dimana produk mi instannya dipasarkan.

“ICBP menekankan bahwa produk Perseroan telah sepenuhnya memenuhi panduan dan peraturan yang berlaku secara global, yang ditetapkan oleh CODEX Alimentarius Commission, sebuah badan internasional yang mengatur standar makanan. Terkait pemberitaan ini, saat ini kami tengah meninjau situasi di Taiwan, dan akan mengambil langkah-langkah yang diperlukan untuk melindungi kepentingan konsumen kami di Taiwan dan di berbagai negara lainnya “, katanya. (hen/qom)

Sumber: detikcom


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: