Posted by: Sps | April 30, 2010

Tampil Unik Produk Daur Ulang

Tak selamanya sampah menjadi masalah. Jika proses kreatif berjalan benar, maka banyak produk daur ulang yang bisa dihasilkan.

Sampah ternyata masih menjadi polemik yang tak ada habisnya dibicarakan, tidak hanya oleh para aktivis lingkungan dan media massa, tapi juga oleh masyarakat. Berdasarkan data terakhir dari Dinas Kebersihan Jakarta, jumlah sampah di ibukota, saat ini mencapai sekitar 27.966 meter persegi per hari.

Tidak hanya itu, sekitar 2.041 meter persegi sampah menjadi masalah karena belum bisa terangkat. Untuk tempat pembuangannya saja, Kota Jakarta masih mengandalkan daerah Bantar Gebang sebagai Tempat Pembuangan Akhir (TPA).

Sementara, banyak cara bisa dilakukan agar masalah sampah itu tidak terus menggunung dari waktu ke waktu. Hal kecil yang bisa diperbuat adalah dengan tidak membuang sampah sekecil apapun di sembarang tempat.

Selain itu, sebaiknya mengurangi penggunaan benda-benda yang sulit dilebur atau dihancurkan, seperti plastik dan limbah rumah tangga lainnya. Ada bagusnya jika sampah-sampah organik dibuat pupuk kompos. Kemudian, sangat disarankan jika kita menggunakan produk daur ulang.

Mengapa daur ulang? Karena dengan proses daur ulang akan mencegah bertambah banyaknya sampah, dan dapat menjadi suatu barang yang berguna. Proses ini juga mengurangi penggunaan bahan baku baru, mengurangi penggunaan energi, mengurangi polusi, kerusakan lahan, dan emisi gas rumah kaca jika dibandingkan dengan proses pembuatan barang baru.

Daur ulang pun menjadi salah satu strategi pengelolaan sampah padat yang terdiri atas kegiatan pemilahan, pengumpulan, pemrosesan, pendistribusian dan pembuatan produk atau material bekas pakai. Sementara, untuk komponen utama dalam manajemen sampah modern adalah proses hierarki sampah 3R, yaitu Reuse, Reduce and Recycle.

Ada banyak jenis benda yang bisa didaur ulang, seperti kaca, plastik, kertas, logam, tekstil, dan barang elektronik. Daur ulang ini lebih difokuskan kepada sampah yang tidak bisa didegradasi oleh alam secara alami, demi pengurangan kerusakan lingkungan alam.

Contohnya, kaca. Material ini termasuk dapat didaur ulang. Untuk botol atau benda lain yang terbuat dari kaca, langkah untuk membuat benda tersebut menjadi baru lagi adalah dengan membersihkannya dari bahan kontaminan, lalu dilelehkan bersama dengan material kaca baru. Bisa pula digunakan sebagai bahan bangunan dan jalan. Sudah ada Glassphalt, yaitu bahan pelapis jalan dengan menggunakan 30 persen material kaca daur ulang.

Selain kaca, kertas merupakan bahan yang paling mudah ditemukan dan dijadikan barang daur ulang. Caranya dengan mencampurkan kertas bekas yang telah dijadikan pulp dengan material kertas baru. Namun, kekurangan dari bahan ini adalah bisa mengalami penurunan kualitas jika terus menerus didaur ulang.

Kemudian, jenis plastik. Tanpa disadari, kita seringkali menggunakan barang-barang plastik agar dapat memenuhi kebutuhan sehari-hari. Padahal, plastik yang sudah menjadi limbah atau sampah akan sulit terurai secara alami. Bahkan, material ini
membutuhkan waktu ratusan tahun agar bisa hancur.

Tidak mudah mendaur ulang plastik. Pengelompokan pun dilakukan dengan memberi tanda tiga buah panah yang ditengahnya terdapat angka kecil. Angka-angka tersebut lebih dikenal sebagai sistem kode identifikasi resin yang diperkenalkan pada tahun 1988 oleh The Society of the Plastics Industry, Inc. (SPI).

Sistem kode ini dikembangkan untuk memenuhi kebutuhan para penyedia jasa daur ulang, seperti pabrik plastik dan memberikan konsistensi, serta keseragaman sistem pada pabrik plastik yang diterapkan secara internasional.

Wajar saja, jika barang-barang hasil daur ulang yang sering kita lihat di pusat perbelanjaan dibandrol dengan harga mahal, karena barang tersebut harus melewati proses panjang dan rumit untuk menghasilkan barang atau aksesoris yang indah.

Beberapa usaha kecil dan menengah bahkan mampu menciptakan produk hasil daur ulang itu yang menakjubkan, sebut saja tas, dompet atau topi dari bekas bungkus deterjen. Atau, berbagai mainan unik dari bekas botol atau gelas plastik air mineral.

Tak jarang berbagai suvenir di tempat-tempat wisata berasal dari serpihan kayu atau barang tak terpakai lainnya, menjadi gantungan kunci atau pigura lucu.

Dengan memakai produk daur ulang, berarti kita telah belajar menjaga keseimbangan alam sekitar. So, respect the nature!

Sumber: Majalah Travel Club


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: