Posted by: Sps | April 3, 2010

Perjalanan Kesembuhan Melalui Energi Bumi

Bumi di mana kita hidup memberikan banyak hal positif bagi kita, para makhluk yang tinggal di dalamnya. Ada daya gravitasi yang membuat kita tidak melayang. Ada tumbuhan, binatang darat, laut, dan udara yang saling berinteraksi satu dengan lainnya. Bumi adalah Ibu Pertiwi yang menaungi kehidupan anak-anaknya, aneka makhluk hidup di dalamnya.

Alkisah ada seekor rusa yang terluka di sebuah hutan belantara. Kakinya terantuk batu dan tertusuk onak duri tumbuhan liar Kaki belakang kanannya mengeluarkan banyak darah dan mulai membengkak.

Dengan tertatih-tatih menahan sakit, rusa berjalan menembus hutan yang lebat. Sampai akhirnya ia menemukan tempat yang aman dari gangguan binatang pemangsa.
Rusa merebahkan badannya dalam selimut semak belukar dan pembaringan lumut. Rusa berdiam diri merasakan getaran bumi. Sesekali terdengar lemah lenguhan kesakitan. Rusa tertidur dalam buaian Ibu Pertiwi.

Sentuhan lembut sang surya menyentuh kelopak matanya, menimbulkan kehangatan. Rusa dengan enggan membuka mata dan bangkit dari tempat persembunyiannya.

Darah di kakinya telah mengering dan bengkak pun sudah menghilang. Pelukan Ibu Bumi telah menyembuhkan luka, bengkak, dan kelelahannya. Rusa pun tertatih lembut bergerak dan bergabung dengan kelompoknya untuk bersama menjalani kehidupannya…

Kisah ini hanya cuplikan dari dongeng anak-anak. Namun, kita dapat menangkap intinya bahwa seekor binatang liar memiliki naluri untuk menyembuhkan luka dirinya dengan menyelaraskan getaran tubuhnya dengan getaran Ibu Bumi.

Mungkinkah ini bisa benar-benar terjadi?

Ritual suku pribumi

Jika kita mengamati ritual penyembuhan suku-suku asli di penjuru Nusantara atau bahkan di dunia, akan ditemukan suatu pola yang memiliki beberapa kesamaan. Secara umum selalu ada unsur api, suara, dan gerakan tarian.

Orang yang menderita sakit biasanya ditempatkan di tanah yang diberi alas tanaman. Beberapa orang sehat mengelilingi si sakit sambil bergerak-gerak dengan ritmik dan suara serta gerakan tertentu. Ada yang menggunakan tepukan tangan, ada pula yang menghentakkan kaki.

Sesekali ada suara tabuhan gendang. Ada yang menggunakan obor sambil menari. Ada pula yang meletakkan obor di sekeliling area penyembuhan.

Biasanya ritual ini dipimpin oleh seorang tetua yang dianggap memiliki kemampuan untuk melakukan proses penyembuhan. Proses ini tidak hanya berkaitan dengan penyembuhan secara fisik, namun juga mental, emosional, bahkan spiritual.

Proses ritual ini mungkin dilakukan lebih dari satu kali, atau beberapa tradisi malah melakukannya secara berkala. Apakah yang terjadi dalam proses ritual penyembuhan ini?

Getaran penyembuhan

Dari riset Schumann diketahui bahwa bumi berputar pada porosnya sebanyak 7,83 putaran per detik. Angka ini dikenal dengan nama Schumann Resonance. Gelombang alfateta di otak manusia berkisar antara 4-8 hertz. Gelombang alfateta juga dikenal sebagai gelombang otak, area proses penyembuhan terjadi pada manusia.

Studi yang berkaitan dengan gelombang penyembuhan ini sudah banyak dilakukan. Salah seorang pelopor yang cukup dikenal adalah Rife. Dia menciptakan alat yang dinamakan Rife Machine. Pasien diberi gelombang-gelombang (frekuensi) tertentu untuk menyembuhkan sakitnya. Saat ini ada begitu banyak varian Rife Machine.

Beberapa periset lain seperti Nicola Tesla, Lakowsky, dan Bach juga melakukan riset sendiri, dan menemukan adanya energi tertentu yang aktif di bumi yang dapat membantu penyembuhan. Mereka melihat bagaimana binatang liar di hutan dan tumbuh-tumbuhan berinteraksi dengan bumi untuk menyembuhkan diri.

Seperti yang diungkapkan di atas, ada banyak jenis peralatan baru yang telah dikembangkan. Implementasinya mulai dari penyembuhan alergi sampai penyakit degeneratif. Alat-alat ini mulai marak di Indonesia, ada SKS, SCIO, Bioresonant, Rife Frequency Machine, dan lainnya.

Dari hasil pengamatan penulis, praktisi-praktisi yang menggunakan peralatan-peralatan ini harus juga memahami prinsip-prinsip pengobatan energi (Energy Medicine). Jika tidak, hasilnya kurang optimal. Interaksi yang cukup intens antara praktisi dan pasien serta catatan medis yang rapi akan sangat membantu dalam melihat kemajuan kondisi si sakit.

Di era mendekati tahun 2000 hingga sekarang, kita mencatat berbagai macam pelatihan dan seminar yang membahas mengenai penyembuhan dengan menggunakan energi. Sebut saja prana, chikung, reiki, meditasi, hipnosis, NLP, crystal healing, color healing, sound healing.

Kita juga telah banyak mendengar dan juga mungkin menyaksikan bagaimana penyembuhan energi ini dirasakan oleh banyak orang. Tidak sedikit pula yang sembuh. Kita melihat dan memahami bahwa penyembuhan adalah proses, di mana niat, konsistensi, dan waktu memegang peran penting.

Kembali ke alam

Bagaimana merasakan deburan ombak dengan irama detak jantung kita? Bagaimana merasakan desiran angin beriringan dengan alunan darah di tubuh kita? Bagaimana merasakan kehangatan matahari mengalir di pembuluh darah kita? Bagaimana merasakan kesatuan antara diri kita dengan alam sekitar?

Pertanyaan-pertanyaan ini mungkin tidak pernah terbersit ada dalam pikiran kita. Karena kita sudah begitu terbiasa, jika merasa sakit mengambil obat penahan sakit. Jika tidak sembuh pergi ke dokter untuk meminta pengobatan lain.

Organ-organ di tubuh kita perlakukan sebagai onderdil. Tubuh kita perlakukan sebagai mesin otomatis. Sayangnya, tubuh kita bukan mesin dan organ tubuh bukan onderdil yang bisa diganti kapan saja.

Sejak ribuan tahun lalu, nenek moyang kita belajar menyatu dengan getaran penyembuhan Ibu Bumi. Binatang liar di hutan masih mampu merasakan getaran penyembuhan bumi. Tanaman masih dapat merasakan aliran energi penyembuhan dari bumi. Kita, manusia modern, hampir melupakan kebenaran hakiki dari kekuatan penyembuhan getaran bumi. Padahal, kita lahir, hidup, dibesarkan, tua, dan meninggal di bumi.

Belum terlambat bagi kita untuk kembali merasakan getaran penyembuhan bumi. Kita masih diberi kesempatan untuk mendengar organ-organ tubuh berbicara dengan bahasanya. Kita masih mungkin merasakan sel-sel tubuh bergetar ketika getaran penyembuhan bumi masuk. Syaratnya sederhana, hanya kembali menyadari bahwa kita adalah bagian dari bumi ini.

Bila bumi kita sakit, kita juga akan merasa sakit. Jika kita sakit, bumi kita akan memberikan getaran penyembuhan abadinya kepada kita.

Selamat belajar kembali menemukan getaran penyembuhan bumi. Perjalanan kesembuhan fisik, emosional, mental, dan spiritual pun dimulai.

Oleh:
Tom Suhalim
Pengobat Alternatif

Sumber: Senior


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: