Posted by: Sps | April 1, 2010

Begadang Picu Kanker Hati

Begadang merupakan faktor utama pemicu terjadinya kanker hati atau lever. Bangun siang juga berbahaya untuk hati.

HATI adalah salah satu bagian terpenting dalam tubuh manusia. Ia merupakan kelenjar terbesar dalam tubuh. Terletak di dalam rongga perut sebelah kanan, tepatnya di bawah diafragma. Berdasarkan fungsinya, hati juga termasuk sebagai alat ekskresi.

Hati sangat penting bagi tubuh manusia karena berfungsi sebagai penetralan racun (detoksikasi), membantu fungsi empedu dan organ metabolisme utama yang berkaitan dengan metabolisme gizi, berupa lemak, vitamin, protein, dan lainnya.

Dokter Spesialis Penyakit Dalam yang bertugas di Rumah Sakit Wahidin Sudirohusodo, Nu’man A.S Daud, SpPD, mengatakan, penyakit kanker hati umumnya diawali dengan penyakit kuning. “Banyak gejala yang terjadi ketika orang terserang penyakit kanker hati atau lever, tetapi secara umum ketika terjadi jaundice atau warna kulit berwarna kekuning-kuningan, maka akan mengarah ke kanker hati,” ujar Nu’man kepada Fajar, Minggu, 10 Januari.

Penyakit hati juga merupakan penyakit menahun dan kronis yang ditandai oleh proses peradangan (hepatitis), nekrosis (kematian jaringan) hati, penambahan jaringan ikat (yang batasnya tidak jelas) yang ditandai terbentuknya gumpalan-gumpalan dan pembengkakan kecil jaringan (nodus) yang dapat mengganggu susunan dan fungsi hati.

Penyebab paling umum penyakit ini adalah virus hepatitis B dan C. Oleh karena itu, Nu’man mengatakan bahwa gaya hidup tidak sehat seperti penyalahgunaan narkoba dan pola makan yang tidak sehat menjadi pemicu. “Selain itu, hal utama pemicu kanker hati adalah pola tidur yang tidak teratur. Dalam artian, tidur terlalu larut malam atau suka begadang, mulai pagi, hingga pagi tidak tidur.

Atau bisa juga dikarenakan begadang secara tidak sehat. Misalnya, waktu seharusnya kita harus beristirahat, justru masih ada di luar rumah hingga tengah malam, sehingga terkena udara atau angin yang semakin membuat kondisi tubuh lemah,” kata pria yang juga staf bagian Penyakit Dalam FK Unhas ini.

Seharusnya, lanjut Nu’man, pada pukul 21.00-23.00 wita adalah pembuangan zat- zat tidak berguna, dan seharusnya dilalui dengan suasana tenang. Pada malam hari pukul 23.00 hingga pukul 01.00, saat proses detoxin di bagian hati, harus berlangsung dalam kondisi tidur pulas.

“Pada proses detoxin di bagian empedu juga harus berlangsung dalam kondisi tubuh yang tenang pada pukul 01.00-03.00. Detoxin di bagian paru-paru juga demikian, karena di sini terjadi proses pembersihan yang telah mencapai pada saluran pernapasan. Pada pagi, pukul 05.00 hingga 07.00 wita bagian usus besar juga melakukan detoxin atau harus buang air di kamar kecil,” kata Nu’man.

Oleh karena itu, ia berpesan bahwa waktu yang baik untuk melakukan sarapan, adalah pukul 06.30. “Karena pada waktu itulah terjadi penyerapan gizi makanan. Jika Anda tidur larut atau dalam artian begadang, bagaimana mungkin fungsi-fungsi pembuangan bisa berjalan dengan baik. Jika bangun siang, Anda tidak akan mungkin bisa menyerap gizi makanan yang baik pula,” katanya.

Tidur terlalu malam dan bangun terlalu siang akan mengacaukan proses pembuangan zat-zat tidak berguna. Selain itu, dari tengah malam hingga pukul 04 dini hari adalah waktu bagi sumsum tulang belakang untuk memproduksi darah. Oleh karena itulah, tidurlah yang nyenyak dan jangan begadang. ($)

Sumber: Fajar.co.id


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: