Posted by: Sps | March 31, 2010

Pemilik Kartu Kredit, KPR, dan Kredit Motor Boleh Mendapatkan KUR

Pemerintah mulai melakukan revitalisasi atau perbaikan dalam program Kredit Usaha Rakyat (KUR) mulai tahun 2010 ini. Revitalisasi ini bertujuan intuk meningkatkan akses dan peningkatan penyaluran dengan melakukan kelonggaran-kelonggaran pinjaman bagi usaha, mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Beberapa langkah revitalisasi program KUR itu antara lain:
1. Komitmen pemerintah untuk memberikan jaminan Rp 2 triliun per tahun sepanjang periode 2010-2014.
2. Diikutsertakannya 13 Bank Pembangunan Daerah (BPD)
3. Dilakukan langkah relaksasi penyaluran KUR, antara lain:

Penurunan suku bunga KUR mikro dari 24% menjadi 22%.
Penurunan suku bunga kredit KUR dengan plafon Rp 5-500 juta dari 16% menjadi 14%.
Periode pengembalian ditambah dari 3 tahun menjadi 6 tahun
Kewajiban sistem informasi debitur ditiadakan untuk KUR mikro
“Sekarang yang punya kredit perumahan, kartu kredit, kredit roda dua dimungkinkan mendapatkan KUR,” kata Menko Perekonomian Hatta Rajasa dalam acara penandatanganan addendum program KUR, di kantornya, Jalan Lapangan Banteng, Jakarta, Selasa (12/1/2010).

Hatta menjelaskan pada tahun 2010 pemerintah menyiapkan dana jaminan sebesar Rp 2 triliun. Dengan gearing ratio 10 kali, maka dana yang bisa disalurkan mencapai Rp 20 triliun.

Dari target itu sebanyak Rp 14,8 triliun akan disalurkan oleh 6 bank pemerintah (BNI, BRI,BTN, Mandiri, Mandiri Syariah, dan Bukopin), Bank Pembangunan Daerah (BPD) Rp 3,3 triliun dan Rp 1,7 triliun bank-bank lainnya.

Ia menjelaskan perkembangan penyaluran KUR dari awal Januari 2008 yang mencapai Rp 1,4 triliun, meningkat menjadi Rp 12,9 triliun pada Januari 2009, dan posisi terakhir pada November 2009 mencapai Rp 16,5 triliun. Di antaranya sektor perdagangan 64%, pertanian 20%, industri pengolahan 5%, jasa dunia usaha 5%, jasa lainnya 7%.

Sampai akhir November 2009 sebanyak 2,3 juta orang mendapatkan program KUR dengan rata-rata pinjaman Rp 7,5 juta, besaran kredit macet atau NPL KUR ini sebesar 5,75%. Selain itu sudah ada 100.000 debitur KUR yang sudah bermigrasi ke kredit komersial perbankan.

Sementara itu wilayah-wilayah penerima KUR terbanyak yaitu Jawa Barar, Jawa Timur, dan Jateng penerima KUR terbesar karena banyak pelaku usahanya. Sedangkan untuk di luar Jawa ada Sumut, Sulsel, dan Sumsel.

“Dengan peningkatan aksesbilitas, daerah terpencil diharapkan akan semakin mudah mengakes KUR,” katanya.

Dalam acara penandatanganan addendum hari ini di tandatangani Menperin, Mentan, Menhut, Menkeu, Menteri Kelautan dan Perikanan, dan Menteri Koperasi dan UKM.

Selain itu addendum di tandatangani oleh pihak kedua yaitu PT Asuransi Kredit Indonesia (Askrindo) dan pihak ketiga BRI, Mandiri, BNI, BTN, Bukopin, Bank Syariah Mandiri, yang diketahui oleh Menko Perekonomian, Menneg BUMN, dan Mendag.

(hen/dnl)

Sumber: detikcom


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: