Posted by: Sps | March 21, 2010

Bulan madu reksa dana

Bagi para pebisnis yang ingin berinvestasi namun tidak memiliki modal awal yang cukup besar, Anda bisa memilih untuk mengambil reksa dana. Reksa dana menurut UU Pasar Modal adalah wadah yang dipergunakan untuk menghimpun dana dari masyarakat pemodal (investor) untuk selanjutnya diinvestasikan dalam portofolio efek oleh manajer investasi. Jadi reksa dana merupakan sebuah instrumen investasi dimana seorang investor membayar sejumlah uang dan membiarkan uang tersebut dikelola oleh manajer investasi untuk diputar di pasar modal. Misalnya saja, jika kita membeli reksa dana saham, berarti kita meminta mereka untuk membantu kita memilihkan saham-saham yang bagus.

Reksa dana ini bisa dimulai dengan jumlah nilai yang kecil, mulai dari Rp100.000. Selain itu, cara penghitungannya pun lebih mudah dibandingkan dengan saham, dan risiko kerugian pun lebih kecil dibandingkan dengan saham. Jenis dari reksa dana juga bermacam-macam. Ada reksa dana pasar uang, reksa dana pendapatan tetap, reksa dana saham, dan reksa dana campuran.

Menurut Manajer Mutual Funds Sales PT Schroder Investment Management Indonesia Liza Lavina, reksa dana pada 2010 masih semenarik reksa dana pada 2009. Hal ini dilihat dari keadaan ekonomi yang semakin baik.

Perekonomian Indonesia dan dunia yang cenderung stabil, khususnya perekonomian Amerika yang mulai masuk tahap pemulihan setelah dilanda krisis ekonomi global beberapa waktu lalu. Liza melihat pergerakan ekonomi di Amerika sudah mulai berjalan pada jalurnya (on the track).

Untuk Nilai Aktiva Bersih (NAB) reksa dana juga diperkirakan meningkat. NAB reksa dana tahun lalu yang tercatat per 28 Desember mencapai Rp113,17 triliun. NAB ini naik sekitar 51,03% dibandingkan dengan 2008 yang hanya sebesar Rp74,93 triliun.

Dan diperkirakan NAB itu akan naik lagi 15%-20% pada tahun ini. Dengan demikian untuk pertumbuhan atau perkembangan reksa dana pada tahun ini dinilai masih cukup baik.

Untuk jenis reksa dananya sendiri yang memiliki potensi kenaikan yang besar dan berjalan sangat baik adalah reksa dana jenis campuran dan saham. Kenaikan ini dikarenakan pertumbuhan ekonomi seluruh dunia terlihat akan baik sehingga pasar saham akan mengikutinya.

Untuk reksa dana saham juga masih memiliki potensi kenaikan yang besar dan ini sangat baik. Industri reksa dana juga terlihat akan berjalan semakin baik. Menurut Liza, industri reksa dana memiliki peluang untuk berkembang pada tahun ini.

Untuk tingkat obligasi akan diprediksi tetap karena adanya kecenderungan peningkatan infalsi di 2010, suku bunga juga ada potensi untuk naik, dan tergantung pada kestabilan ekonomi. Artinya, obligasi tetap ada tetapi fluktuasinya tak akan semeriah di 2009.

Pengaruh politik

Namun, Liza juga mengingatkan, selain perekonomian bangsa, situasi politik di Indonesia juga harus diperhatikan, karena sedikit banyak akan memberi pengaruh juga terhadap pertumbuhan ekonomi bangsa.

Kalau situasi politik di Indonesia ini memanas keadaan menjadi kurang baik dan banyak orang yang akhirnya menahan diri untuk masuk atau berinvestasi di Indonesia.

Apalagi di penghunjung 2009, situasi politik dan perekonomian di Indonesia cukup memanas dengan adanya kasus Bank Century yang melibatkan Wapres Boediono dan Menkeu Sri Mulyani di dalamnya. Menkeu yang menempati posisi sentral dalam mengatur ekonomi dan keuangan negara bisa jadi tidak bekerja maksimal karena adanya permasalahhan itu.

Liza juga memperkirakan bahwa pada awal 2010 kenaikan reksa dana tidak akan terasa. Namun pasar masih tetap memberikan aura positif dalam perkembangan reksa dana ini. Dia mengingatkan para investor untuk tetap teliti dalam melihat instrumen apa yang memiliki penawaran paling baik.

Hal senada juga dituturkan oleh Presiden Emeritus/Senior Advisor Fortis Investment Eko Priyo Pratomo. Pandangan memang tetap harus positif, namun risiko yang ada juga harus diperhatikan. Menurut Eko, investor juga sebaiknya mengalokasikan aset reksa dana.

Jangan hanya terpaku pada satu aset reksa dana. Hal ini merupakan tindakan antisipatif, jika ada salah satunya mengalami penurunan, investor masih memiliki harapan di aset yang lainnya.

Eko memprediksi untuk sisi dana kelolaan akan meningkat 15%-20%. Dia menjelaskan bahwa komponen terbesar reksa dana itu berasal dari saham yaitu sebesar 35%, saham terproteksi sebesar 30%, dan sisanya campuran, pasar uang.

Kenaikan reksa dana itu dilihat dari dua komponen yaitu nilai pasarnya yang naik sehingga mengakibatkan harga lainnya naik, dan adanya pembelian reksa dana baru.

Menurut Eko, suku bunga diprediksi akan naik sekitar pertengahan tahun, tetapi tidak akan signifikan. Hal ini menandakan adanya kenaikan inflasi. Dia berharap hal itu tidak berpengaruh pada reksa dana. “Kami harapkan pasar akan selalu bertambah,” ujarnya. (redaksi@bisnis.co.id)

Gita Arwana Cakti
Kontributor Bisnis Indonesia

Sumber: Bisnis Indonesia


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: