Posted by: Sps | November 9, 2009

Teh Pelangsing, Berbahayakah?

Siapa tak suka menikmati secangkir teh? Kebiasan meminum teh yang diperkenalkan masyarakat Jepang ini sudah popular di berbagai kalangan. Namun kini, teh banyak digunakan sebagai metode penurunan bobot tubuh.

Saat ini, teh yang sering disajikan waktu senggang itu memiliki jenis yang beragam. Satu yang populer adalah teh hijau.

Ekstrak teh hijau memiliki kandungan feofitin, yaitu turunan warna dari klorofil yang berkhasiat sebagai antioksidan. Kemampuannya sebagai antioksidan dapat memperlambat penuaan dini.

Banyak produsen mengeluarkan produk teh pelangsing lewat sari pati teh hijau. Namun, tahukah Anda manfaat mengonsumsi teh pelangsing? Apa efeknya bagi kesehatan?


Berdasarkan berita yang dirangkum dari Care Fair, Kamis (22/10/2009), ada dua jenis teh pelangsing. Yaitu, teh yang menjadi perangsang, dan teh yang “mencuci perut”.

Kinerja dari teh perangsang ada saat Anda menyantap makanan. Kandungan yang ada di dalam teh jenis ini dapat menyerap kalori makanan Anda lebih banyak. Sehingga, tubuh memiliki kalori yang tak terlalu banyak. Biasanya, teh jenis ini diminum sebelum waktu makan tiba.

Efek yang diterima oleh tubuh pun berbeda-beda. Ada yang mengalami penurunan bobot dengan mudah, ada yang kehilangan nafsu makan, bahkan ada yang metabolisme tubuhnya naik saat rutin mengonsumsi teh jenis ini.

Sering pusing, merasa nervous tanpa sebab, dan susah tidur juga termasuk dampak lain saat seseorang terlalu sering mengonsumsi teh pelangsing jenis perangsang.

Sedangkan teh yang bekerja untuk menguras isi usus, sudah bisa ditebak kinerjanya pada tubuh Anda. Banyak penelitian mengungkapkan, bahwa minuman pencuci perut dapat menyebabkan tubuh dehidrasi. Bukan hanya membuat tubuh lemas, tapi bisa membahayakan kesehatan.

Walaupun memang teh jenis ini lebih menjanjikan cara cepat turunkan bobot tubuh, tapi bukan berarti Anda harus mengabaikan kesehatan, bukan?

Teh ini menurunkan bobot tubuh sangat cepat di awal-awal Anda mengonsumsinya. Bobot tubuh dengan cepat berangsur-angsur turun. Namun sifatnya sementara, bila tidak diimbangi dengan olahraga rutin.

Biasanya, teh jenis ini dapat membuat tubuh kecanduan. Dampak lainnya, Anda dapat kesulitan bernapas, kekurangan cairan, pingsan, sampai berujung pada kematian.

Jadi, lebih baik menurunkan bobot tubuh dengan cara tradisional. Yaitu olahraga teratur, dan mengatur pola makan yang tepat. (nsa)

Sumber: Okezone


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: