Posted by: Sps | August 28, 2009

Mendapat Vitamin D dari Matahari?

Anda mungkin memperhatikan bahwa dermatologis, situs tentang wanita, majalah, dan segala hal yang berkaitan dengan kecantikan selalu menasihati para wanita tentang keuntungan memakai sunscreen atau lotion anti UV. Hal itu memang beralasan: sinar matahari telah menjadi musuh yang menyebabkan kanker kulit. Sinar matahari juga biang kerok dari munculnya kerutan, bintik-bintik hitam, dan kulit yang kendor.

Tetapi sebenarnya sinar UV atau ultra violet tidak seratus persen buruk—karena sinar UV juga memacu kulit untuk membentuk vitamin D. Baru-baru ini, vitamin D dielu-elukan media karena penelitian telah menyingkap potensinya terhadap kesehatan tubuh manusia: dari mulai tulang yang lebih kuat, peningkatan sistem kekebalan tubuh, sampai mengurangi risiko kanker.

Sekarang Anda pasti mulai berpikir: apakah memakai sunscreen dengan khidmat setiap harinya berarti kita membodohi diri kita karena menolak keuntungan-keuntungan dari vitamin D? Jawaban pastinya adalah: tidak sepenuhnya! Meskipun ada ada bukti segunung bahwa vitamin D sangat penting untuk kesehatan, menurut Marsha Gordon, MD, profesor kesehatan kulit dari Mount Sinai School of Medicine, Amerika Serikat, para ahli belum menemukan dermatologis yang mengijinkan kita menghabiskanan sejumlah waktu terpapar matahari tanpa perlindungan apapun.

Dan tak peduli betapa berhati-hatinya kita, kita senantiasa memperoleh paparan sinar matahari tanpa sengaja. Sebab sunscreen tidak dapat seratus persen melindungi kulit. Begitu juga cara kita mengaplikasikannya yang terkadang salah atau kurang benar.

Saat ini banyak produk susu dan sereal yang dilengkapi dengan vitamin D. Meski begitu, vitamin D dikandung secara alamiah dalam beberapa jenis makanan—seperti ikan yang berlemak seperti salmon dan tuna, juga daging merah. Menurut Anthony Norman, PhD, profesor ahli biokimia dan biomedikal di University of California, Riverside, yang telah meneliti vitamin selama beberapa dekade, untuk mengkompensasi kekurangan vitamin D, suplemen adalah hal yang sangat diperlukan oleh manusia.

Yang terbaik adalah memilih suplemen yang mengandung vitamin D3, yang lebih efektif daripada D2. Menurut Institue of Medicine, rekomendasi vitamin D yang dibutuhkan oleh orang dewasa di bawah 50 tahun adalah 200 IU. Untuk orang berusia 51-70 tahun adalah 400 IU, dan 600 IU untuk orang berusia 70 tahun ke atas.

Banyak dokter percaya bahwa angka-angka di atas terlalu rendah, terutama untuk orang-orang yang memiliki faktor-faktor pencetus kemungkinan kurangnya vitamin D: usia tua, obesitas, kekurangan paparan sinar matahari, dan pemilik kulit berwarna gelap. Anthony Norman merekomendasikan bahwa setiap orang untuk melakukan tes vitamin D setiap kali mereka diambil darah untuk keperluan general check up tiap tahunnya. Norman sendiri mengasup 2.000 IU suplemen vitamin D sehari, meski menurutnya masih jauh dari batas aman yang disarankan para ahli yakni 10.000 IU.

Vitamin D dapat mencegah osteoporosis dan gangguan tulang. Kurangnya vitamin D berarti kekurangan kalsium, Akibatnya tulang akan mengalami ricketsia (tulang cacat), osteoporosis (tulang rapuh), dan osteomalacia (tulang lembut). Biasanya kelainan akan terjadi pada lengan dan tungkai, punggung, torax (rongga dada), dan panggul.

Cukupnya asupan vitamin D juga dapat mencegah kanker payudara, begitu menurut penelitian terbaru dari Amerika Serikat. Menurut Dr. Julia A. Knight dari Mount Sinai Hospital, Toronto pada pertemuan tahunan American Association for Cancer Research, dengan mencukupi 25 persen sampai 45 persen pemberian vitamin D selama masa remaja saja sudah dapat mencegah risiko kanker tersebut.

Kecukupan vitamin D dapat diperoleh dengan mengonsumsi ikan salmon, tuna, sereal, minyak ikan cod, hati, ikan, kuning telur, serta susu dan margarin yang telah diperkaya vitamin D. Sementara cahaya matahari dapat menyokong kebutuhan vitamin D di dalam tubuh. Namun demikian, cahaya matahari bukanlah sumber vitamin D. Cahaya matahari hanya membantu tubuh mengubah provitamin D menjadi vitamin D sehingga kebutuhan vitamin D tetap tercukupi.

Sementara itu, kelebihan vitamin D juga berpengaruh terhadap kesehatan. Vitamin D yang berlebih menyebabkan peningkatan kalsium di dalam darah, di mana kalsium yang berlebih dapat membentuk batu ginjal. Kadar kalsium yang tinggi juga menyebabkan pembuluh darah mengeras pada hati dan paru-paru. Gejala tambahan apabila keracunan vitamin D adalah kehilangan nafsu makan, sakit kepala, lemah, lelah, lesu, dahaga berlebihan, dan sifat mudah marah.

Kesimpulannya, cobalah mendapatkan asupan vitamin D dari berbagai sumber, seperti dari makanan, susu, atau suplemen lainnya. Meski matahari juga menyediakan cara untuk memacu produksi vitamin D dari dalam tubuh, tak ada gunanya membahayakan kesehatan Anda, terutama jika kankerlah risikonya. (niq)
Dari berbagai sumber

Sumber: hanyawanita.com


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: