Posted by: Sps | August 16, 2009

Nyeri Dada Bisa Akibat Jantung

Pernah merasakan rasa nyeri di dada? Jika iya, Anda perlu berhati-hati. Bisa saja Anda mengidap penyakit jantung. Dokter Spesialis Jantung Bagian Cardiac Centre RS Wahidin Sudirohusodo, dr Bambang Budiono SpJP, FIHA mengungkapkan, ada banyak penyebab nyeri di dada, salah satunya adalah penyakit jantung koroner (PJK).

Nyeri pada dada seringkali dianggap remeh dan diabaikan sebagian orang. Bahkan, ada persepsi bahwa keluhan fisik itu merupakan tanda-tanda masuk angin yang bisa diatasi dengan mudah. Padahal, nyeri di dada itu bisa jadi merupakan gejala seseorang menderita penyakit jantung.

Bambang mengungkapkan, ada beberapa keluhan penyakit jantung yang sering diabaikan masyarakat hingga akhirnya penyakit itu bertambah parah. Keluhan yang perlu diwaspadai seperti nyeri dada, jantung berdebar-debar, cepat letih, sesak napas, ada riwayat sering pingsan, sesak bila tidur telentang, beberapa organ tubuh membiru, serta perut dan bagian kaki bengkak.

“Gejala lain yang dialami ketika seseorang terserang penyakit jantung adalah rasa nyeri yang hebat disertai muntah,” ungkapnya. Tempat nyeri pada gangguan jantung antara lain, di belakang tulang dada, di belakang tulang dada menjalar ke leher, dari dada menjalar ke bahu dan dada. Lokasi lain adalah, dari dada menjalar ke rahang, kemudian dari dada bawah di ulu hati disertai daerah punggung di antara kedua belikat.

Untuk itu, disarankan segera melakukan diagnosis dini pada seseorang yang memiliki faktor risiko kardiovaskular. Sejumlah faktor risiko yang tidak dapat dimodifikasi dengan perubahan gaya hidup adalah, adanya riwayat keluarga yang mengalami gangguan jantung dan pembuluh darah, usia yang makin tua, serta jenis kelamin. “Ini merupakan faktor risiko yang tidak bisa dihindari,” tambahnya.

Menurut Bambang, ada sejumlah faktor risiko yang bisa dimodifikasi dengan perubahan gaya hidup dengan dislipidemia seperti kolesterol LDL tinggi, kolesterol HDL rendah dan triglycerides tinggi. Faktor lain adalah, tekanan darah tinggi, menderita kencing manis atau diabetes mellitus, kebiasaan merokok, mengalami kegemukan atau obesitas dan kurang berolahraga.

Kadar kolesterol sangat terkait dengan tingginya risiko terserang penyakit jantung koroner. Kolesterol merupakan zat berwarna putih seperti lilin yang dapat ditemukan di setiap sel tubuh. Kolesterol bisa membantu mencernakan lemak, memperkuat membran sel, dan membuat hormon. Kolesterol HDL memindahkan kolesterol jahat dari dinding pembuluh darah. Sedangkan jenis kolesterol LDL menempel pada dinding pembuluh darah, merusak dan menyumbat pembuluh darah.

Jika kolesterol bertumpuk pada dinding pembuluh darah arteri atau dikenal dengan istilah aterosklerosis, maka bisa berakibat terjadinya penyakit jantung koroner dan stroke. Atherosklerosis merupakan pembentukan plak di dalam pembuluh darah yang menyempit. Kemudian, plak dapat mengelupas dan menyebabkan timbulnya bekuan darah yang menyumbat atau thrombus. (*)

Sumber: Fajar.co.id


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: