Posted by: Sps | August 4, 2009

Hormon Memang Menggemukkan

Menjadi gemuk, apalagi dalam sekejap, jelas menakutkan bagi kebanyakan wanita. Sangat jarang ada wanita yang sengaja menggemukkan diri, apalagi sampai mau disuntik hormon tertentu. Memang banyak hormon yang bisa membuat tubuh lebih berbobot. Namun, suntik hormon penggemuk ini lebih lazim dilakukan.

Ternak gemuk tentu lebih laku dijual. Namun, kalau perempuan, lebih disukai jika berpenampilan menarik, mulus, cantik, tinggi, dan langsing. Dengan citra kecantikan yang masih demikian, kaum wanita tentu saja lebih suka pada suntik yang bisa menurunkan berat badan, bukan menggemukkan.

“Jarang sekali terdengar ada perempuan yang minta disuntik hormon untuk menggemukkan badannya,” ungkap Dr. Frizar Irmansyah, Sp.OG, dokter spesialis kebidanan dan kandungan dari RS Pusat Pertamina Jakarta.

Meskipun begitu, diakui Dr. Frizar, ada beberapa preparat hormon yang bila disuntikkan bisa mengakibatkan badan jadi gemuk. “Misalnya suntik, pil, susuk KB. Keluhan yang dialami para ibu yang menggunakan biasanya adalah tubuhnya menjadi gemuk,” ujar alumnus bagian Obstetri dan Ginekologi FKUI tahun 1997 ini.

Obat-obatan untuk meningkatkan kesuburan wanita juga potensial menyebabkan kegemukan. “Pada dasarnya obat-obatan yang mengandung hormon itu gampang menggemukkan,” katanya.

Menahan cairan tubuh

Preparat-preparat hormon itu bisa menyebabkan kegemukan karena meningkatkan nafsu makan dan juga membuat tubuh menahan cairan atau mengalami retensi cairan. “Akibatnya tubuh terlihat membengkak,” katanya.

Obat jenis steroid juga punya sifat menyebabkan tubuh melakukan retensi cairan, sehingga tampak lebih gemuk. “Obat-obatan steroid ini di antaranya digunakan untuk mengobati penyakit gangguan imunitas seperti lupus. Selain menyebabkan retensi cairan, steroid juga meningkatkan nafsu makan,” tuturnya.

Efek menjadi gemuk gara-gara konsumsi preparat hormon tidak terjadi dalam sekejap. “Dibutuhkan waktu paling tidak tiga hingga enam bulan untuk melihat efek tubuh gemuk karena suntik hormon. Tidak mungkin berat badan bertambah sepuluh kilogram dalam sehari,” ujar pengurus Perkumpulan Menopause Indonesia (Permi) ini.

Jika menilik kasus Manohara, yang mengungkapkan bahwa ia sempat disuntik hormon sehingga berat badannya bertambah, bisa jadi itu memang benar. Namun, kenaikan berat badan yang berlangsung sedemikian cepat, masih perlu dipertanyakan kebenarannya.

“Saya memang disuntik hormon dan berat badan saya bertambah 15 kilogram dalam waktu dua bulan. Malah sepuluh kilogram pertama kenaikan berat badan saya terjadi hanya dalam waktu empat hari,” ujar Manohara kepada media.

Ditambahkan Dr. Frizar, kenaikan berat badan itu bisa saja terjadi dengan cepat kalau seseorang makan secara berlebihan.

Untuk menghilangkan efek gemuk gara-gara hormon, sebenarnya tidak sulit. “Kalau mau langsing lagi ya tinggal menghentikan penyuntikan dan hormon itu dikeluarkan dari tubuh,” kata Dr. Frizar.

Dibantu program olahraga teratur untuk membakar kelebihan lemak dan pola makan gizi seimbang, proses pelangsingan itu akan terjadi lebih cepat.

Untuk kanker dan AIDS

Dalam dunia kedokteran, obat-obatan yang mengandung hormon dan dimaksudkan untuk meningkatkan nafsu makan, biasa diberikan kepada pasien kanker. Pasien kanker stadium lanjut cenderung kehilangan nafsu makan.

“Obat jenis ini membantu untuk merangsang nafsu makan mereka,” tuturnya.

Obat berhormon juga digunakan untuk menaikkan berat badan orangorang yang hidup dengan penyakit AIDS. Seperti diketahui, mereka yang hidup dengan AIDS kehilangan banyak berat badan, sehingga tampak seperti hanya tulang dibalut kulit.

Penelitian di University of California, San Francisco, Amerika Serikat, membuktikan bahwa suntik hormon pertumbuhan atau growth hormone setiap hari bisa mencegah penurunan berat badan dan otot pada penderita AIDS.

Dr. Morris Schambelan dari San Francisco General Hospital kepada New York Times mengatakan bahwa para pasien yang mendapatkan suntik hormon tersebut juga terbukti memiliki daya tahan tubuh yang lebih baik.

“Mereka yang naik berat badannya berkat hormon pertumbuhan mendapatkan kenaikan bobot dari jaringan tubuh berupa otot tanpa lemak. Faktanya, mereka mendapatkan kenaikan otot melebihi kenaikan berat badan karena saat mendapat tambahan berat badan dari otot, mereka juga kehilangan lemak,” papar dokter yang melaporkan penemuan ini di Philadelphia, AS, dalam simposium internasional tentang gizi dan HIV/AIDS tahun 1994.

Harapan cerah

Percobaan itu dilakukan selama dua tahun dan melibatkan 178 pasien dari 12 pusat pengobatan di seluruh AS. Mereka yang mendapatkan suntik hormon pertumbuhan mendapatkan kenaikan berat rata-rata dua kilogram dalam tiga bulan terapi, termasuk di antaranya kenaikan massa otot seberat tiga kilogram.

Sebanyak 172 pria dan enam wanita yang ikut penelitian ini paling tidak kehilangan berat 10 persen dari massa tubuh normal sebelum ikut penelitian. Separuh dari pasien itu menyuntikkan hormon sendiri setiap hari, sementara separuh yang lain menyuntikkan plasebo.

Baik pasien maupun dokter tidak tahu siapa yang mendapatkan suntik hormon dan siapa yang hanya mendapatkan plasebo selama tiga bulan pertama percobaan. Selama itu perubahan berat badan, komposisi tubuh, stamina, dan faktor-faktor lain dipantau terus oleh para peneliti.

Dr. Donald P Kotler, seorang peneliti AIDS dari St. Luke’s Roosevelt Hospital Center di Manhattan, mengatakan bahwa terapi hormon ini merupakan harapan cerah karena memperbaiki metabolisme pasien AIDS dengan menstimulasi proses kreasi sel dalam tubuh. Paling tidak dengan terapi ini, para pengidap AIDS merasa lebih baik.

“Hormon pertumbuhan adalah satu dari banyak terapi yang mencoba untuk memperbaiki kualitas hidup manusia,” katanya.

Efek samping terapi hormon ini adalah nyeri di persendian, otot, serta pembengkakan minor tangan dan kaki. Namun, efek samping ini bisa hilang ketika dosis diturunkan atau terapi dihentikan.

Sumber: Senior


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: