Posted by: Sps | August 3, 2009

Awas Tas Plastik Hitam

Kalau kita perhatikan, bahan yang sering kita gunakan sebagai wadah atau tempat makanan dan minuman sehari-hari terbuat dari plastik. Apakah wadah plastik tersebut betul-betul aman untuk pangan dan kesehatan kita?

Kebanyakan orang mungkin tak begitu peduli saat ditanya soal keamanan wadah maupun kemasan pangan dari bahan plastik. Padahal, salah satu sumber racun (zat berbahaya) dalam pangan yang dampaknya baru terlihat dalam waktu lama berasal dari komponen bahan pengemas. Plastik termasuk di antaranya, selain kaleng dan kertas.

Ahli pangan dan pengemasan dari Institut Pertanian Bogor, DR. Yadi Haryadi, menegaskan bahwa memilih wadah plastik yang aman untuk pangan sangatlah penting. Wadah yang tepat dapat melindungi pangan dari debu, kontaminasi mikroorganisme, pengaruh oksigen, uap air di udara, pengaruh cahaya, yang akhirnya dapat memperpanjang masa simpan.

Ditegaskan DR. Yadi, kemasan plastik juga memiliki sifat negatif karena komponen berbahaya dalam plastik bisa berdampak buruk bagi kesehatan. Bila makanan berkontak dengan permukaan benda berbahaya tersebut, dapat menimbulkan masalah kesehatan, misalnya talenan, alat masak, piring, dan tempat mengemas/mewadahi/ menyimpan makanan.

Untuk itulah harus diwaspadai fenomena “migrasi” atau perpindahan bahan-bahan kimia dari plastik ke makanan. Ini seringkali lebih mudah terjadi, khususnya pada makanan cair atau semi basah.

Sejauh mana bahayanya? “Bila bahan kimia masuk ke dalam makanan dan ikut terkonsumsi, dalam jangka waktu lama dan bila terjadi terus-menerus dapat memicu gangguan kesehatan, seperti kanker dan penyakit kronis lainnya,” jawab DR. Yadi.

Panas dan Minyak

Faktor yang mempercepat terjadinya migrasi antara lain panas (suhu tinggi), minyak (melarutkan komponen plastik), dan waktu (makin lama makin banyak komponen yang termigrasi).

Menurut DR. Yadi, saat ini semakin banyak orangtua yang membekali anak dengan makanan yang disiapkan sendiri dari rumah. Dengan cara itu, makanan yang disantap anak setiap harinya dijamin bermutu, bergizi, dan aman.

Namun, ternyata masih ada masalah lain. Bila wadah yang digunakan tidak aman, makanan yang dibawa pun bisa menjadi berbahaya bagi kesehatan. Contohnya, bila makanan dibawa dalam wadah plastik yang kualitasnya buruk, makanan tersebut sangat mungkin tercemari oleh bahan-bahan kimia yang terkandung dalam wadah plastiknya.

Ia juga menyoroti penggunaan kantong plastik (tas kresek) hitam yang kini sering digunakan untuk membungkus makanan secara langsung. “Hati-hati membungkus makanan dalam kantong plastik hitam,” ujarnya.

Meski belum ada penelitian secara khusus, kantong plastik hitam yang merupakan produk daur ulang tersebut, diduga mengandung zat-zat yang bersifat karsinogen atau bisa menimbulkan kanker. Jika plastik tersebut bersentuhan langsung dengan makanan, dapat menyebabkan racun berpindah ke makanan.

Karena itu, ia mengingatkan agar orangtua paham akan pemilihan plastik yang aman.

Sumber: Senior


Responses

  1. memang benar saat ini hampir semua jajanan atau produk yang dijual secara umum banyak menggunakan plastik sebagai bungkus. hal ini disebabkan bungkus plastik sangat efektif dan efisien bagi pedagang.
    plastik merupakan poimer yang tentunya dapat terurai ketika dalm kondisi pana atau terkena bahan kimia tertentu. oleh karena itu kita harus bijaksana dalam penggunaan plastik sebagai bungkus makanan

    http://mochamads09.student.ipb.ac.id


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: