Posted by: Sps | July 26, 2009

Bila Si Kecil Mengalami Disleksia

Bagaimana perkembangan anak Anda di sekolah? Apakah ia mengalami kesulitan dalam mengeja, sulit berkonsentrasi atau bahkan berkomunikasi? Cobalah Anda lebih memperhatikannya, mungkin saja Ia mengalami gangguan disleksia.

Disleksia bisa dipahami sebagai kesulitan membaca secara teknis. Namun dalam pengertian luas, disleksia berarti segala bentuk kesulitan yang berhubungan dengan kata-kata, seperti kesulitan membaca, mengeja, menulis, maupun memahami kata-kata.

Biasanya anak disleksia akan mengalami gejala seperti, sulit mengeja, sulit membedakan huruf b dan d, kekurangan atau kelebihan huruf dalam menulis, sulit mengingat arah kiri dan kanan, sulit membedakan waktu antara hari ini, kemarin, dan besok, sulit mengingat urutan, sulit mengikuti instruksi verbal, sulit berkonsentrasi, perhatiannya mudah teralih, sulit berkomunikasi karena bahasanya kaku dan tidak berurutan, kesulitan dalam berhitung terutama bila disampaikan dalam bentuk cerita, tulisannya sulit dibaca dan kurang percaya diri.

Bagaimana cara menangani anak disleksia?

Menangani anak disleksia memang tidak mudah, dibutuhkan kesabaran dan ketekunan sepenuhnya. Jangan pernah menyerah untuk selalu mendukung dan mengajarinya.

Si kecil masih bisa belajar di sekolah biasa, bila perkembangan sosial emosinya tidak terganggu dan mampu mengikuti pelajaran dengan nilai yang cukup. Namun jika efek disleksia sudah amat mengganggu prestasi belajarnya, sebaiknya Anda memindahkannya ke sekolah khusus agar Ia bisa ditangani secara intensif. Agar kekurangan si kecil bisa teratasi, tidak ada salahnya bila Anda ikut melatihnya di rumah.

Latih Si Kecil Membaca

Bila si kecil mengalami kesulitan membaca secara teknis, seperti sering terbolak-balik membaca kata atau bingung dengan huruf yang bentuknya mirip, Anda bisa membantunya dengan cara :

* Mulailah melatihnya dengan mengenalkan huruf, suku kata, lalu berlanjut dengan kata yang terdiri dari dua suku kata, dan seterusnya. Anda juga bisa membuatkan huruf dari lilin warna-warni agar ia lebih bersemangat untuk belajar.

* Lakukan metode dikte. Cobalah Anda mendiktekan suatu kata atau kalimat kepadanya dan biarkan ia menuliskannya. Atau lakukan sebaliknya, biarkan si kecil mendikte dan Anda yang menulis. Lalu minta ia membacakannya kembali.

* Ajak si kecil untuk membaca suatu wacana yang sumbernya bisa dari buku bacaan atau buku cerita bergambar. Kemudian lakukan tanya-jawab mengenai wacana tersebut.

* Berikan tugas yang melatih rangsang visualnya.

Ajarkan Si Kecil Menulis

Sebagian anak yang menderita disleksia memiliki tulisan yang kurang bagus. Ini disebabkan kontrol motoriknya yang tidak berfungsi dengan baik. Langkah yang bisa dilakukan antara lain:

* Berikan Ia sebuah buku bergambar dengan pola titik-titik. Ajarkan Ia untuk menghubungkan titik-titik tersebut hingga menjadi sebuah gambar. Ini berfungsi untuk melatih kemampuan motorik halusnya.

* Latihlah terus si kecil untuk menulis halus, berupa pola ataupun kalimat. Berikan pensil yang tebal (misalnya pensil 2B) bila tekanan menulis si anak terlalu lemah dan pensil yang tipis (pensil H) pada anak yang tekanan pada kertasnya terlalu kuat.

Ajak Si Kecil Bermain angka dan Melatih Ingatan

Untuk membantunya mengingat urutan hari dalam satu minggu, bulan dalam satu tahun ataupun sejumlah deretan angka, Anda bisa membantunya dengan cara berikut :

* Jangan pernah lupa untuk mengingatkan ia setiap hari tentang tanggal ataupun hari saat ini.

* Lakukan permainan yang melatih kemampuannya dalam mengurutkan, seperti permainan menyusun angka, kalimat dan sebagainya.

* Di waktu luang, mintalah ia menceritakan kembali secara berurutan suatu kejadian yang Ia alami dalam satu hari atau sebuah film pendek yang baru saja ditontonnya.

* Bila si kecil sulit memahami matematika, seperti salah menempatkan angka dan sulit menghitung mundur atau memahami simbol. Gunakan kertas berpetak untuk melakukan penjumlahan atau pengurangan. Ganti lambang-lambang yang sulit dimengerti dengan istilah yang mudah dipahami.

Ajak Si kecil Untuk Memahami orientasi

Kesulitan lain yang dialami anak disleksia adalah sering kali ragu memahami orientasi ruang seperti kanan-kiri, depan-belakang, ataupun atas-bawah. Tak jarang pula dari mereka yang tidak mengerti waktu dan tempat di mana mereka berada. Untuk meningkatkan kemampuan orientasinya, langkah berikut bisa Anda terapkan:

* Ajak si kecil untuk mengikuti permainan baris-berbaris atau permainan “Pegang telinga kiri dengan tangan kananmu!”. Ini berfungsi untuk melatih kemampuan orientasinya

* Jika si kecil benar-benar sulit membedakan mana tangan kanan dan kiri, berilah tanda seperti gelang pada salah satu tangannya.

Sumber: conectique.com


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: