Posted by: Sps | July 25, 2009

Makin Bugar dengan Water Fitness

Berolahraga tidak harus berkeringat dan capek. Intinya justru pada pola latihan sekaligus intensitas untuk tetap menjaga kebugarannya. Istilah water fitness memang jarang dikenal. Mungkin karena banyak yang menyangsikan dampak dari olahraga bermedium air ini.

Padahal, sebenarnya olahraga ini sangat efektif untuk menjaga kebugaran, tidak hanya bagi mereka yang berpenyakit. Tapi juga pemilik tubuh fit atau prima. Water fitness hanya sebuah istilah yang banyak dikembangkan di Indonesia. Sebelumnya, jenis olahraga ini sudah berkembang lama di Kanada dan Amerika dengan sebutan aquarobic, aquafitness, aqua exercise, serta aqua therapy.


Bedanya tidak jauh, hanya soal penyebutan nama saja. Water fitness sudah berkembang di Indonesia sejak 1984. Namun, dogma yang menganggap olahraga harus berkeringat dan menimbulkan rasa capek justru membuat olahraga ini tidak berkembang.

Seperti olahraga kebanyakan, water fitness adalah salah satu bentuk latihan senam yang menggunakan media air. Latihannya dilakukan dengan atau tanpa musik pengiring agar terlihat fun dan energetic.

Mulanya water fitness dikhususkan pada peserta rehabilitasi, terutama penderita cedera ringan maupun osteoporosis, penderita penyakit dalam, selepas cedera, atau lanjut usia, dan ibu hamil. Teknik terapi menggunakan media air ini dianggap lebih aman, nyaman, dan nyaris tidak memiliki risiko cedera sedikit pun. Air akan memberi resistensi terhadap tubuh dalam bergerak.

Karena itu, berat badan yang biasa ditopang oleh persendian bisa terkurangi. Penderita penyakit jantung, misalnya, tidak mungkin melakukan gerakan melompat di atas lantai. Tapi di water fitness, mereka malah mendapat terapi melompat.

“Olahraga ini tak hanya bermanfaat bagi mereka yang berpenyakit. Dianjurkan pula pada mereka yang fit dan sehat guna menghilangkan kejenuhan selama latihan weight program (latihan beban), termasuk untuk meningkatkan kebugaran dan menjaga fitness level,” ujar Klub Manajer MyBodyGym Diding Winardi.

Terapi dalam air yang dimaksudkan dalam olahraga ini adalah efek pijatan pada tubuh. Terutama saat air bergerak atau menempa permukaan tubuh kita. Semakin besar atau lebar tubuh, maka semakin besar terpaan tersebut sekaligus efek pijatannya. Untuk lebih membantu gerakan, water fitness bisa ditambahkan beragam alat bantu seperti pelampung (berbentuk ikat pinggang), dumble atau barbel dan noodle (berbentuk panjang sebagai penyangga kepala) yang terbuat dari bahan sterofoam serta sepatu air agar tidak lecet.

Namun, alat bantu ini bersifat kondisional. Water fitness cenderung menggunakan anggota tubuh supaya lebih natural dan bermanfaat bagi seluruh tubuh. “Water fitness pun bisa dilakukan sendiri di rumah. Apalagi yang memiliki kolam renang pribadi. Namun, bagi yang memiliki penyakit khusus dan ingin mendapat terapi ini secara maksimal, harus dengan bimbingan instruktur,” tambah Cahyanto, personal trainer water fitness di MyBodyGym Senayan Residence, Jakarta.

Karena gerakan water fitness sangat mirip dengan olahraga aerobik, lanjut Cahyanto, peserta yang ingin mengikuti latihan ini pun tidak akan kesulitan dalam menyesuaikan gerakan. Terlebih, peserta tidak harus memiliki keterampilan berenang terlebih dahulu. Setiap latihan hanya terfokus pada gerakan yang sudah ada. Bagi yang sudah tingkat lanjut, bisa menambah intensitas baik secara waktu maupun repetisinya. (sindo//jri)

Sumber: Okezone


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: