Posted by: Sps | July 20, 2009

Food Stylist, Ahli Menata Hidangan

Siapa bilang hanya manusia saja yang ingin tampak indah dan enak dipandang mata? Makanan pun demikian. Ambil saja contoh, jika Anda pergi ke sebuah restoran, tak hanya taste-nya saja yang perlu enak di lidah, namun penampilan, penataaan dari makanan itu sendirimenjadi salah satu kategori a must untuk Anda agar semakin tergugah seleranya. Terutama jika Anda pergi ke tempat-tempat makan yang menawarkan konsep fine dining, penataan makanan menjadi salah satu bagian yang penting.

Tak hanya saat disajikan pada customer saja, namun food stylist di sini juga lebih bertanggung jawab pada ‘kemenarikan’ penataaan makanan yang akan difoto atau didokumentasikan. Ini bisa terjadi untuk sesi pemotretan iklan makanan misalnya, atau untuk dokumentasi yang diperlukan sebagai contoh di buku-buku masakan yang banyak dijual di toko-toko buku. Bagaimana Anda akan tertarik mencoba suatu resep jika tampilan makanan atau minuman yang ada tidak menggugah selera?


Di sinilah pekerjaan seorang food stylist diperlukan. Dia bertanggung jawab untuk membuat tampilan suatu hidangan tampak menarik, segar dan atractive. Penataan makanan atau minuman ini juga seorang food stylist juga perlu membadakan antara hidangan yang disajikan seorang chef atau hidangan rumahan yang disajikan oleh ibu rumah tangga misalnya. Penataan harus disajikan sedemikian rupa sehingga tetap terlihat menarik, namun ada ‘red line’ tertentu yang membedakan hasil hidangan yang disajikan antara hidangan keluaran hotel kelas internasional dengan home cook misalnya.

Selain persiapan, pemilihan dan penataan piring yang akan digunakan, food stylist juga mempunyai teknik khusus yang termasuk di bawah ini :
Menciptakan tampilan steam dengan penggunaan udara dingin ataupun kombinasi kimiawi lainnya sehingga akan dalam foto ataupun video akan terlihat asap yang menunjukkan seakan hidangan tersebut memang benar-benar fresh from the oven, terutama untuk hidangan yang cara pembuatannya menggunakan steam.
Saat dokumentasi berlangsung, menyemprot air atau cairan lainnya seperti corn syrup, untuk menjaga agar tampilan hidangan tetap segar dan ‘hidup’.
Membuat semacam campuran untuk membuat shortening seperti corn syrup, dan gula bubuk yang dapat terlihat sangat beku untuk menciptakan tampilan es krim terlihat lebih frost dan kental.
Menggunakan beragam variasi campuran untuk membuat tampilan roti ataupun hidangan lain yang tampak kecoklatan semakin ‘terilhat’
Menggunakan krim kental daripada susu untuk menghindari tampilan corn flakes atau hidangan lain yang memerlukan flakes, agar tidak tampak cepat ‘basah’ saat dokumentasi berlangsung.
Memblansir hidangan yang menggunakan sayuran untuk menghindari tampilan sayur tampak ‘layu’ dan juga untuk menampilkan warna-warna alami sayur agar tampak lebih ‘keluar’.
Menggunakan batu es buatan (biasanya terbuat dari bahan akrilik) agar mereka tak cepat meleleh atau mengambang.

Namun seiring perkembangan teknologi di bidang fotografi dan dokumentasi pada khususnya, pekerjaan seorang food stylist menjadi relatif lebih mudah. Dengan kehadiran teknologi digital fotografi, pendokumentasian tak memerlukan waktu yang lama seperti jika pemotretan yang dilakukan secara manual. Sehingga ini juga mempengaruhi persiapan tatanan makanan yang akan didokumentasikan. Meski begitu, tak demikian halnya yang terjadi jika penataan makanan dilakukan untuk dokumentasi untuk film atau video. Biasanya juga makanan yang digunakan untuk sesi dokumentasi tak akan dikonsumsi, agak sayang memang, namun belum tentu hal ini terjadi pada setiap dokumentasi, tergantung pada pemakaian tambahan yang digunakan.

Pekerjaan seorang food stylist menjadi lebih menantang, karena banyaknya hambatan saat shooting dimulai. Misalnya saja, lamanya makanan yang akan terpapar oleh kuatnya sinar lighting ataupun udara bebas (jika shooting di luar misalnya). Waktu yang diambil menjadi lebih lama, plus makanan akan lebih mudah berubah tampilannya. Selain itu juga mereka harus mempersiapkan beberapa hal yang harus mereka bicarakan ke bagian prop masters untuk menciptakan efek khusus yang spesial, menyiapkan hidangan dalam jumlah yang banyak untuk dihidangkan pada para pemain film (untuk mengetahui taste-nya ataupun untuk dikonsumsi biasa). Dan hal lainnya yang harus dipersiapkan agar hasilnya bisa seoptimal mungkin. (gw, berbagai sumber)

Sumber: CBN


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: