Posted by: Sps | July 12, 2009

Lebih Sehat Dengan Gula Rendah Kalori

Gula rendah kalori menawarkan rasa manis, tanpa menimbun kalori di dalam tubuh. Selain membantu mengelola kadar gula darah dan menjaga berat badan ideal, banyak manfaat lainnya. Itu sebabnya pemanis ini sudah menjadi kebutuhan, sebagai bagian dari gaya hidup sehat di negara maju.

Kebutuhan akan produk yang mengandung pemanis rendah kalori dan bebas gula kian meningkat. Sebuah survei terbaru di Amerika Serikat memperlihatkan, 194 juta orang dewasa di AS mengonsumsi makanan dan minuman rendah kalori. Itu artinya meningkat hampir dua kali lipat selama satu dekade ini.


Tren tersebut tampaknya akan semakin bertambah, mengingat semakin banyak orang berusaha mengatasi masalah obesitas (kegemukan). Kegemukan sudah menjadi epidemi yang meresahkan masyarakat dunia.

Kegemukan bukan simbol kemakmuran, tetapi terbukti secara ilmiah sebagai gudang penyakit. Banyak penyakit yang berkait dengan kegemukan seperti diabetes, jantung, stroke, artritis, dan kanker.

Sindroma metabolik atau beberapa kondisi yang membuat seseorang berisiko tinggi terkena penyakit jantung dan diabetes juga berkaitan dengan kegemukan. Sindroma metabolik meliputi tekanan darah tinggi, gula darah tinggi, trigliserida tinggi, HDL (kolesterol baik) rendah, dan terlalu banyak lemak di sekitar pinggang.

Jasa Lingkar Pinggang

Ukuran lingkar pinggang ternyata tidak hanya menjadi urusan perempuan yang ingin terlihat ramping dan seksi. Para pria pun mulai sekarang harus berusaha menampilkan ukuran pinggang yang ideal, jika tak ingin berpenyakit.

Semakin besar lingkar pinggang menandakan adanya onggokan lemak di perut. Hal ini biasanya diikuti rendahnya kadar kolesterol baik (HDL) dan semakin tinggi kadar kolesterol jahat (LDL).

Yang harus Anda lakukan tentu bukan menambah lubang di ikat pinggang Anda, tetapi membuang kelebihan tumpukan lemak di perut. Caranya? Mungkin Anda perlu obat untuk menurunkan kadar LDL dan menaikkan HDL. Selain itu, harus pula dikombinasi dengan gaya hidup sehat, antara lain berolahraga teratur dan terukur. Suatu penelitian membuktikan, melakukan senam aerobik yang membakar 6 kilokalori per menit, selama satu jam, 3-4 kali seminggu, dalam waktu 6 bulan dapat menaikkan kadar HDL hingga 33 persen.

Yang juga sangat penting adalah menganut pola makan sehat dengan menu seimbang dan beragam, yaitu hindari asupan lemak jenuh dan memperbanyak konsumsi buah dan sayur. Bagi yang kegemukan sebaiknya kurangi asupan kalori, antara lain dengan memilih produk rendah kalori.

Para ahli kesehatan setuju bahwa kunci menurunkan berat badan adalah pembakaran kalori lebih banyak dari yang dikonsumsi, dengan cara menambah olahraga maupun mengonsumsi lebih sedikit kalori, atau kombinasi keduanya. Penelitian terakhir juga mendukung efektivitas pemanis rendah kalori dalam memantau asupan kalori ke dalam tubuh.

Tidak Pahit

Pemanis rendah kalori termasuk produk yang banyak dipilih dalam upaya menurunkan berat badan. Apa beda gula rendah kalori dan gula biasa? Gula biasa memiliki kalori sekitar 4 kalori per gram, pemanis rendah kalori hanya sekitar 0,2 kalori per gram. Gula rendah kalori memiliki glikemik indeks rendah, sehingga penyerapan dalam tubuh berlangsung perlahan. Karenanya tak akan menaikkan kadar gula darah secara mendadak.

Pemanis rendah kalori, contohnya aspartam, 200 kali lebih manis dari sukrosa (gula pasir), sehingga untuk menciptakan rasa manis yang sama, hanya diperlukan takaran sangat sedikit. Selain itu aspartam tak meninggalkan rasa pahit di mulut.

Secara teknis ia dianggap sebagai pemanis nutritif karena tersusun atas dua asam amino, yaitu aspartik dan fenilalanin, yang dapat dicerna dan dimetabolisme. “Asam amino pada aspartam sama dengan yang terdapat pada susu, daging, buah dan sayuran,” ujar Prof. Dr. Ir. Made Astawan, guru besar teknologi pangan dari IPB.

Sumber: Senior


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: