Posted by: Sps | June 19, 2009

Bolehkah Minum Vitamin Setiap Hari?

Tubuh lesu, lemah, mudah pegal-nyeri, boleh jadi sekadar kekurangan vitamin dan atau mineral. Tambahan suplemen diperlukan. Apa yang perlu diperhatikan saat mengonsumsinya?

Tergantung Menu Harian

Tubuh membutuhkan lebih dari 20 vitamin dan mineral setiap hari. Sebagian bersifat esensial, berarti harus selalu ada. Yang esensial tidak dapat dibuat tubuh, harus dari luar, yakni dari menu harian.

Namun, belum tentu menu harian kita mencukupi kebutuhan tubuh akan vitamin dan mineral. Kita perlu pasokan dari luar, berupa vitamin dan mineral ekstra, melihat pilihan menu serba instan atau makan seadanya, seketemunya.


Rata-rata menu harian orang modern sudah kehilangan sebagian sumber vitamin dan mineral. Fakta ini terungkap pada orang Amerika, sepertinya makanan serba lengkap, ternyata kekurangan zat gizi.

Sebagian orang Amerika kekurangan vitamin A, C, dan kalsium. Selain lantaran bahan sudah tidak segar, sebagian zat gizi yang terkandung di dalamnya rusak dalam proses pengolahan.

Jadi sebetulnya menu harian orang sekarang berisiko kurang zat gizi. Jika benar itu terjadi, tubuh terancam kekurangan sejumlah vitamin dan mineral.

Dampak Beras Putih

Kekurangan zat gizi satu-dua hari tentu tidak masalah. Namun, jika itu berlangsung dalam waktu lama, tentu akan mengganggu fungsi organ tubuh. Mesin tubuh tidak lagi lancar berputar.

Manifestasi penyakit kekurangan gizi orang modern semakin sering dijumpai. Pegal linu sebab kurang vitamin B1 misalnya, lazim ditemui di tengah masyarakat kita.

Celakanya keluhan pegal linu sering salah alamat karena diatasi dengan minum jamu atau obat warung. Sejatinya harus diatasi dengan suplemen vitamin B1.

Mengapa terjadi kekurangan vitamin B1? Karena beras sekarang rata-rata beras giling yang sudah kehilangan lapisan ari yang kaya akan vitamin B1. Manifestasi kekurangan B1, yakni keluhan pegal, linu, dan lemah otot.

Kita lebih menyukai beras putih, sudah disosoh, atau telah dibubuhi bahan kimiawi pemutih. Padahal, jenis beras demikian tergolong tidak menyehatkan.

Orang dulu jarang kekurangan B1 karena memilih beras tumbuk yang masih kaya akan vitamin B1. Beras putih dihasilkan setelah membuang bekatul sebagai ampas beras yang digiling. Bekatul sebetulnya menyehatkan, tetapi kita membuangnya, dan kini banyak dijual di apotek sebagai makanan sehat.

Hal lain, dengan bertambahnya umur, porsi makan nasi kian berkurang. Itu berarti asupan vitamin B1 dari nasi makin sedikit saja. Kekurangan vitamin B1 pada usia lanjut pun kian banyak dijumpai.

Karena tak bisa disimpan tubuh, asupan vitamin B1 harus tersedia setiap hari. Kekurangan B1 mengganggu proses metabolisme tenaga. Makanan yang dikonsumsi gagal diubah jadi tenaga. Kekurangan B1 bisa mengganggu kerja jantung, otak, dan persarafan.

Selain fungsi mendasar pada tubuh, perlu ekstra vitamin E sebagai benteng pertahanan terhadap membanjirnya radikal bebas yang bikin tubuh orang sekarang kuyup oleh “racun” itu. Radikal bebas juga yang menambah angka penyakit jantung koroner, stroke, selain kanker.

Selain dari tubuh sendiri, orang sekarang terancam radikal bebas yang datang dari mana-mana. Termasuk yang berasal dari makanan, minuman, obat-obatan, gelombang elektromagnetik, dan polusi udara.

Antioksidan sebagai penangkal radikal bebas yang diproduksi tubuh secara alami, sudah kewalahan,meredam serangannya karena melebihi yang bisa diterima tubuh orang zaman dulu. Tubuh orang sekarang perlu bantuan antioksidan dari luar supaya terbebas dari ancaman penyakit akibat radikal bebas berlebihan. Antara lain ekstra antioksidan dari vitamin E, selain betakaroten dan vitamin C.

Vitamin E, yang tergolong vitamin tak larut dalam air melainkan larut dalam lemak, akan disimpan dalam tubuh jika asupannya berlebihan. Dosisnya tidak sebebas vitamin yang larut dalam air, yakni vitamin B dan C.

Ada Yang Tak Boleh Berlebihan

Ada perbedaan menghadapi vitamin larut air dan tak bisa disimpan oleh tubuh, dengan vitamin larut lemak dan bisa disimpan tubuh. Vitamin A, D, E, dan K sebaiknya tidak dikonsumsi berlebihan, secukupnya saja. Kelebihan vitamin ini tidak menyehatkan. Lain dengan vitamin B dan C. Bila berlebih akan dibuang melalui urin, sehingga tidak membahayakan.

Vitamin E 200 IU takaran tertinggi yang boleh dikonsumsi. Kelebihan dosis bisa menambah encer darah dan berisiko perdarahan. Dosis sebaiknya tak berlebih.

Apalagi jika konsumsinya bersamaan dengan tablet aspirin dan sejenisnya, sebagai pengencer darah. Obat ini lazim diberikan kepada pasien jantung koroner dan ada riwayat stroke. Kelebihan dosis vitamin E yang bercampur aspirin akan lebih memperencer darah. Dosis vitamin E tak boleh berlebih.

Vitamin C bisa dibuang tubuh jika berlebih. Kebutuhannya sekitar 1.000 mg sehari, lebih rendah jika dalam bentuk generasi baru (ester C). la juga tergolong antioksidan. Lebih baik tidak kekurangan daripada selalu tak cukup. Apalagi jika tubuh sudah kuyup oleh radikal bebas. Perokok, sering stres, berarti tubuhnya memikul beban radikal bebas yang lebih besar.

Bila kita yakin menu harian tidak mencukupi asupan vitamin C dan lainnya, lebih baik pilih ekstra multivitamin dari luar, daripada kekurangan.

Boleh Saja Digabungkan

Menggabungkan vitamin E dan C boleh-boleh saja, juga dertgan vitamin neurotropik, yaitu golongan vitamin B. Kalau perlu, melihat variasi menu harian terbatas sehingga tubuh berisiko kekurangan vitamin dan mineral, asupan ekstra multivitamin-mineral tentu dibutuhkan.

Tubuh tetap perlu asupan rutin multivitamin mineral bebas dari luar. Silakan pilih sendiri dari beragam merek multivitamin mineral yang dijual bebas. Bila setelah beberapa minggu mengonsumsi vitamin E, C dan neurotropik tubuh terasa lebih bugar, berarti selama ini tubuh menjerit kekurangan vitamin dan mineral.

Mencari tahu kalau tubuh benar-benar kekurangan vitamin dan mineral bisa dari pemeriksaaan laboratorium darah, sedangkan kekurangan selenium dan trace elements esensial dengan hair analysis (dari sejumput rambut kepala). Kekurangan selenium bisa mengganggu kerja jantung, kekurangan zinc(seng). Mengganggu organ reproduksi.

Bila tubuh kekurangan kalium(potasium), biasa dijumpai dalam bebuahan,jantung bisa kacau iramanya. Seolah sedang sakit jantung, padahal hanya kurang mineral (elektrolit) belaka.

Tak perlu takut mengonsumsi ekstra suplemen selama masuk akal medis. Apalagi jika sudah merasakan satu-dua keluhan pada tubuh. Bentuknya bisa bermacam-macam, mungkin lesu, lemah, letih, pegal, kurang enak badan, dan segala yang tidak normal. Boleh jadi bukan entitas penyakit tertentu, melainkan sekadar sedang kekurangan vitamin dan atau mineral belaka,yang keluhan dan gejalanya tidak jelas.

Bukti kalau itu benar sebagai bentuk keluhan dan gejala tubuh kekurangan vitamin dan mineral, keluhan yang tak jelas itu akan mereda, dan kemudian hilang sama sekali setelah konsumsi multivitamin mineral setelah beberapa minggu.

Itu isyarat kalau menu harian kita tidak memadai memasok vitamin dan mineral yang dibutuhkan tubuh, tanpa jeda.

Oleh:
Dr. Handrawan Nadesul
Dokter Umum

Sumber: Senior


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: