Posted by: Sps | June 17, 2009

Penyakit Berbahaya yang Berada di Balik Perut Buncit

Berbadan kurus, tinggi, dan langsing bak model pasti jadi impian banyak wanita. Masalahnya, setelah sukses berdiet, kenapa tubuh yang langsing itu tidak dibarengi dengan perut rata? Meski Anda telah sit up beratus-ratus kali, perut yang buncit tak juga mengecil.

Perut yang buncit memang sering diasosiasikan dengan timbunan lemak. Hal ini memang sering membuat para wanita kecil hati. Tetapi hati-hati, di balik perut yang buncit ternyata juga ada kemungkinan Anda mengidap penyakit berat. Jadi jika olahraga tak juga membuat perut Anda rata, ada baiknya Anda memeriksakan diri ke dokter.

Berikut ini beberapa penyakit berbahaya yang mungkin diderita orang berperut buncit:


Tumor di Kandungan.

Seorang wanita berusia 25 tahun yang hendak menikah bersemangat mengunjungi desainer favoritnya untuk membuat gaun pengantin. Anehnya, setelah beberapa kali mengukur baju, sang desainer mengeluh kesulitan melakukan fitting karena lingkaran perut wanita tersebut terus bertambah. Sang desainer sempat meng-anjurkan wanita itu memeriksakan diri ke dokter. Meski tersinggung, wanita itu akhirnya melaku-kannya. Ternyata ia didiagnosis mempunyai tumor dalam kandungan.

Peristiwa ini memang mengagetkan. Perut buncit wanita itu disebabkan oleh myoma, penyakit tumor lunak tak berbahaya pada dinding rahim. Tumor ini biasa disebut fibroid. Banyak wanita yang tidak menyadar bahwa mereka memiliki tumor ini.

Pada beberapa kasus, penderita tumor ini bisa mengalami gejala-gejala seperti masa menstruasi yang panjang dan keluarnya darah dengan volume tak normal. Sebagian wanita merasa sakit pada bagian pelvis. Walaupun kasusnya jarang, fibroid dapat meng-akibatkan disfungsi reproduksi.

Serangan Hepatitis B dan C

Jika seorang wanita yang memiliki tubuh langsing (atau tidak) dan juga perut buncit sering merasa mual, sakit kepala, dan kehilangan selera makan, cobalah untuk memeriksakan diri ke dokter. Ada kemungkinan Anda mengidap penyakit hepatitis B dan C. Untuk mengetahuinya, dokter akan me-lakukan tes darah, urin, dan tinja. Orang yang mengidap penyakit ini akan memiliki mata dan kulit yang kekuningan, urin berwarna gelap, dan tinja berwarna keputihan.

Virus hepatitis B dan C bisa masuk ke dalam tubuh melalui saluran darah. Hal ini bisa terjadi karena penderita menerima darah yang tidak melalui screening yang tepat (tranfusi darah yang mengandung virus hepatitis). Hepatitis juga bisa ditularkan dari pemakaian jarum suntik yang sebelumnya dipakai penderita hepatitis B dan C. Selain itu, hubungan seks tanpa kondom dengan penderita penyakit ini dapat membuat virus menular.
Jika hepatitis B dan C tidak segera diobati, akan terjadi sirosis hepatitis atau hati akan mengerut/mengecil. Perut akan semakin buncit dan nyawa Anda pun terancam.

Penurunan Kekebalan Tubuh
Selain hepatitis dan penurunan fungsi hati, perut bisa buncit karena turunnya sistem kekebalan tubuh. Hal ini bisa mengakibatkan kelainan pada ginjal yang menyebabkan kadar albumin darah di bawah 2,5 mg/dl. Jika tidak diatasi, maka akan terjadi perforasi, yakni kondisi di mana terjadi kebocoran pada usus sehingga cairan beban di perut pun bertambah. Segera hubungi dokter sebelum makin parah.

Walaupun terlihat sepele, ternyata perut buncit bisa jadi pertanda bahwa ada problem lain yang lebih buruk dari sekadar masalah kelebihan lemak. Faktanya, wanita yang memiliki lingkar pinggang lebih dari 76 sentimeter berisiko mengalami serangan jantung. Ayo, waspadai kondisi perut Anda! (niq)

Sumber: hanyawanita.com


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: