Posted by: Sps | June 14, 2009

Jangan Anggap Enteng Diare

Mikroorganisme penyebab diare berbeda-beda di setiap negara. “Kebetulan di daerah tropis seperti negara kita, mikroorganisme penyebab diare itu banyak sekali jenisnya,” ungkap Dr. Primal Sudjana, Sp.PD-KPTI, dari Sub Bagian Penyakit Infeksi Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran, Bandung.

Meskipun begitu, penyebab terbanyak diare di Tanah Air adalah bakteri Escherichia coli. RS Persahabatan Jakarta pernah mengumpulkan data penyebab diare akut pada bulan November 1993 sampai 1994.

Ketika itu diteliti 108 spesimen tinja pasien diare akut. “Diare paling banyak disebabkan oleh bakteri Escherichia coli,” ujar Dr. Primal.


Sementara itu, RS Hasan Sadikin Bandung pernah mengumpulkan hasil pemeriksaan feses. Patogen Eschericia coli lagi-lagi menempati urutan pertama.

Seperti halnya pengobatan penyakit masuk angin dan influenza, diare akut seringkali diobati sendiri oleh penderitanya. Dr. Primal juga menganjurkan pengobatan sendiri untuk pasien diare.

“Tetapi, tentu ada kriterianya. Pengobatan itu aman dan efektif bila pasien mengalami diare mendadak, sehat, berusia antara 12 sampai 75 tahun tanpa gejala disentri, muntah-muntah, dehidrasi, dan suhu tubuh di atas 38,5 derajat Celsius,” katanya.

Pasien baru dianjurkan segera pergi ke dokter bila tak mengalami perbaikan selama 48 jam, keadaan diare semakin memburuk, disertai tanda membahayakan seperti muntah-muntah hebat, demam, dan ditemukan darah dalam kotoran.

Bagaimana mengatasi diare menurut Dr. Primal?

• Langkah pertama adalah dengan mengatur makanan yang masuk ke dalam perut. Hindari produk susu dan olahannya, makanan dengan kadar lemak tinggi, serta makanan yang pedas dan merangsang.

• Kedua, minum banyak cairan dalam bentuk air putih, teh, jus, atau kuah daging. Substitusi cairan berupa larutan gula dan garam dinilai olehnya tidak terlalu memberi manfaat pada orang tua.

“Orang dewasa bisa mempertahankan masukan cairan yang cukup lewat air yang diminum setiap kali haus. Berbeda dengan kasus diare pada anak-anak dan orang lanjut usia. Mereka rentan kena dehidrasi yang bisa berakibat fatal,” ucap Dr. Primal.

• Meneguk minuman olahraga dalam kemasan yang mengandung banyak elektrolit juga dianjurkan. Namun, pengobatan mandiri yang banyak sejak zaman nenek moyang kita adalah minum teh hangat tawar.

Teh mengandung tannin, zat kimia yang memiliki efek membantu tubuh menyerap kelebihan cairan saat diare. Teh juga “menambal” kehilangan cairan yang berguna mencegah dehidrasi akibat diare.

• Minuman yang harus dihindari selama diare adalah kafein yang terdapat dalam kopi dan minuman bersoda serta alkohol. Menurut buku terbitan Australia, kedua jenis minuman itu harus dihindari paling tidak selama 48 jam setelah serangan diare.

Minuman itu harus dihindari karena memberi efek dehidrasi pada tubuh. Alkohol dan kafein menstimulasi ginjal untuk meningkatkan produksi air kencing.

• Bila pengobatan mandiri tak juga menghentikan diare, langkah selanjutnya yang disarankan adalah minum obat yang dijual bebas. Jenis obat ini di antaranya ada yang mengandung arang aktif. Obat ini bermanfaat untuk menyerap kelebihan cairan di dalam usus.

• Segera periksa ke dokter bila pengobatan mandiri ini tak juga memberi kesembuhan setelah 48 jam. “Sebab bila diare sudah menyerang lebih dari 15 hari, penyakit itu sudah berubah menjadi diare kronis,” katanya.

Sumber: Senior


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: