Posted by: Sps | June 13, 2009

Meniran Solusi Baru Anti-DBD

Menyusul jambu merah, kurma, dan angkak, kini meniran disebut-sebut mampu menaikkan trombosit pasien Demam Berdarah Dengue (DBD). Penelitian awal menunjukkan adanya flavonoid dalam meniran, yang mampu menaikkan trombosit darah pada tikus uji.

Meniran (Phyllanthus niruri L.) merupakan tumbuhan obat asli Indonesia yang sering digunakan masyarakat secara tradisional untuk mengobati berbagai macam penyakit. Temuan terakhir mengungkapkan, tumbuhan yang daunnya mirip petai cina versi mini ini memiliki kandungan yang bisa meningkatkan trombosit darah, sehingga cocok jadi obat alternatif bagi penderita demam berdarah dengue (DBD).


Semua itu berawal ketika sekelompok mahasiswa Program Diploma Institut Teknologi Surabaya merasa sayang melihat banyaknya meniran yang tumbuh liar di sekitar kampusnya. Mereka adalah M. Burhan Rosyidi, Idya Rachmawati, Tyas Wulan Sari, Angga Premana, dan M. Herman Eko. Ide dasar mereka, yakni membuat sirop dari ekstrak meniran untuk dikonsumsi penderita DBD.

Ide penelitian tersebut diajukan ke Direktorat Pendidikan Tinggi (Dikti) melalui Program Kreativitas Mahasiswa setahun lalu dan berhasil didanai. Penelitian pun dimulai.

Baru uji awal

Dari studi literatur mereka tahu, meniran mengandung flavonoid, yang potensial untuk meningkatkan trombosit darah. Menurut Idya, flavonoid ini mampu meningkatkan zat antibodi yang berguna dalam pembentukan trombosit. Zat ini juga terkandung dalam jambu biji.

Dalam penelitian mereka coba mengekstraksi meniran guna mendapatkan flavonoid, kemudian mengujinya pada sampel uji yang telah diinfeksi virus DBD. Pada tahap ekstraksi, laboratorium kimia organik pun jadi rujukan. Mereka bisa mendapat ekstraksi meniran dengan kandungan flavonoid murni.

Proses ini menurut Burhan tidaklah mudah. Kadang mereka harus mendestilasi (menyuling) ulang meniran hingga larut. Ada beberapa proses lagi seperti kromatografi kolom untuk pembuktian akhir adanya flavonoid.

Tahap berikutnya adalah melihat peningkatan trombosit. Di tahap ini mereka mengaku mendapatkan pelajaran bagaimana melihat jumlah peningkatan trombosit hewan uji yang telah disuntik flavonoid.

Untuk melihat apakah trombosit meningkat, mereka membedah sumsum tulang belakang tikus besar. Dan kepingan sumsum tulang belakang ini bisa diketahui berapa jumlah trombosit dengan penambahan Nacl terlebih dahulu. Proses itu membuat mereka dapat membandingkan bahwa jumlah trombosit hewan yang diuji dengan ekstrak meniran mengalami kenaikan lebih besar daripada yang tidak.

Penelitian ini menurut mereka merupakan uji klinis awal. Kelima mahasiswa ini masih berupaya mendapatkan ekstrak murni flavonoid meniran. Untuk membuat sirop, perlu ditambahkan beberapa zat lagi.

Mereka berharap, meniran nantinya bisa dimanfaatkan sebagai fitofarmaka. Tentu juga perlu dilakukan formulasi dosis lebih lanjut agar diperoleh takaran yang tepat untuk dikonsumsi manusia.

Penelitian awal ini sayang jika tidak segera ditindaklanjuti. Sebelumnya meniran telah dikembangkan sebagai fitofarmaka yang bisa meningkatkan kekebalan tubuh.

Cegah kanker

Di Indonesia, meniran telah digunakan secara turun temurun untuk mengobati malaria, sariawan, sakit mencret, dan nyeri ginjal. Bila dicampur pegagan, meniran bisa untuk mengobati kencing batu.

Di Thailand, meniran dimanfaatkan untuk mengobati demam dan sebagai diuretik. Dalam Ayurveda, pengobatan tradisional India yang telah eksis lebih dari 2000 tahun, meniran dimanfaatkan untuk mengatasi penyakit kuning (jaundice), diabetes, kencing nanah, gangguan menstruasi, kulit bengkak dan gatal.

Secangkir air rebusan daun meniran bisa dimanfaatkan untuk mengobati diare. Ini karena daun meniran mengandung senyawa antibakteri seperti filantin, hipofilantin, nirantin, dan nirtetrakin.

Di Amerika Selatan, meniran digunakan untuk mengatasi oedema, asam urat, batu ginjal, batu empedu, flu, dan demam. Meniran juga sebagai diuretik dan obat infeksi saluran kemih.

Hasil riset peneliti di India, Brasil, Peru, Jepang, dan Paraguay, meniran mengandung senyawa kelompok lignan seperti filantin, hipofilantin, nirantin, nirtetralin, nirfilin, filtetralin, lintetralin, isotetralin, dan filnirurin.

Meniran juga mengandung senyawa kelompok bioflavonoid seperti rutin, kuersetrin, isokuersetrin, nirurin, nirutenin.

Dari kelompok alkaloid ditemukan sekurinin, norsekurinin, filantosid, juga kelompok steroid seperti estradiol dan sitosterol. Rutin dan kuersetrin dikenal sebagai antikarsinogen yang dapat mencegah kanker.

Senyawa ini membantu meningkatkan ketahanan pembuluh darah perifer. Filantin dan hipofilantin dari meniran merupakan komponen utama yang diyakini berperan dalam penurunan gula darah pada penderita diabetes.

Dalam usaha menemukan komponen aktif meniran, tahun 1996 peneliti bernama Leslie Taylor berhasil mengisolasi senyawa yang diberi nama uriside dan ternyata efektif melawan HIV. Seorang peneliti Jepang menemukan hubungan antara aktivitas meniran melawan HIV dengan penghambatan enzim HIV-1 reverse transcriptase.

Setelah berhasilnya uji klinis meniran sebagai imunostimulator serta potensinya sebagai peningkat trombosit pada penderita DBD diketahui, sangat mungkin herba ini suatu saat tampil kembali dengan manfaat lainnya. Kita tunggu saja.

Rebusan atau Lalapan

Secara empiris, meniran sudah sering dimanfaatkan untuk membantu mengatasi berbagai penyakit. Cara konsumsinya bisa dijadikan lalapan, ada pula yang lebih suka merebus lalu meminum airnya.

Inilah contoh ramuan meniran
Ambil satu genggam tanaman meniran yang terdiri dari akar, batang, dan daun. Setelah dicuci bersih, tumbuk sampai halus, kemudian rebus dengan dua gelas air bersih. Tunggu sampai menjadi setengah gelas. Saring dan setelah dingin airnya dapat diminum. Tambahkan madu secukupnya bila perlu.

Lalapan
Ambil daun meniran secukupnya lalu cuci bersih. jadikan lalapan sebagai teman makan nasi. Agar lebih “berasa”, dapat mencampurnya dengan jenis sayuran lain.

Sumber: Senior


Responses

  1. mohon khasiat meniran untuk penyakit batu ginjal dan lainnya

    • coba saya nanti carikan artikelnya


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: