Posted by: Sps | June 13, 2009

Menemukan Tempat Persalinan Terbaik

Saran bahwa ibu hamil mesti melahirkan di rumah sakit besar yang berfasilitas lengkap tidak sepenuhnya benar. Apalagi bila selama kehamilan, dokter yang memeriksa tidak menemukan masalah atau faktor risiko tertentu pada ibu dan janin. Ada banyak faktor yang harus dipertimbangkan saat calon ibu menentukan dimana ia akan melahirkan. Selain faktor jarak, faktor biaya juga mesti dipertimbangkan.

Berbeda dengan rumah sakit khusus untuk bersalin atau klinik bidan. Biasanya, melahirkan di rumah sakit dengan peralatan medis yang amat lengkap tarifnya memang relatif mahal.


Faktor lain yang harus dipertimbangkan saat memilih tempat bersalin adalah;

* Usahakan agar jarak tempat melahirkan dengan tempat tinggal tidak terlalu jauh. Jika dokter menyatakan calon ibu dan janinnya dalam kondisi yang sangat baik dan sehat. maka boleh-boleh saja bersalin di klinik kecil dekat rumah. Hal ini agar ibu yang akan melahirkan segera mendapatkan penanganan secara cepat.

* Pilihlah klinik atau rumah bersalin yang memiliki fasilitas rujukan ke rumah sakit yang lebih besar dan juga memiliki mobil ambulans. Gunanya agar jika ibu mengalami kondisi darurat dapat segera dilarikan dengan ambulans ke rumah sakit rujukan.

* Rumah sakit yang memiliki fasilitas lengkap seperti ICU dan NICU disaran bagi ibu hamil yang memiliki risiko tinggi seperti; menderita preeklamsia, menderita penyakit jantung bawaan, bayi dengan kemungkinan lahir prematur, hingga usia kehamilan 38 minggu janin sungsang dan lebar panggul ibu tidak imbang serta letak plasenta yang membahayakan janin.

Berikut tipe-tipe rumah sakit bersalin menurut tingkatannya secara spesifik. Dengan mengetahui jenis dan tipe rumah sakit bersalin diharapkan Anda bisa membuat pilihan dengan benar.

1. RS Ibu dan Anak (RSIA) atau RS Anak dan Bersalin (RSAB)
Rumah sakit ini memiliki fasilitas melahirkan juga fasilitas untuk perawatan anak.

2. RS Bersalin (RSB)
Rumah sakit khusus untuk bersalin dan merawat bayi yang lahir sehat. Bayi yang memiliki gejala penyakit atau punya komplikasi tertentu, biasanya akan dirujuk ke RS yang bisa melakukan perawatan anak seperti RSIA atau RS Umum.

3. Klinik/Rumah Bersalin (RB)
Klinik ini bisa ditemui sampai di tingkat kabupaten. Ciri-cirinya, ruang periksa, peralatan diagnostik bidan, dan ruang gawat darurat yang ada terbilang sederhana. Persediaan obat-obatannya terbatas. Tempat tidur di ruang rawat inap pun tidak terlalu banyak, sekitar 10 buah. Biasanya penanggungjawabnya dokter umum dan dipimpin oleh paramedis kebidanan. Umumnya, bidan di RB memiliki kompetensi untuk melakukan ekstraksi vakum, tapi tidak diizinkan melakukan USG karena pendidikan sumber daya manusianya tidak memadai untuk itu. RB tidak memiliki fasilitas operasi, karena tidak memiliki dokter kebidanan. Tindakan yang boleh dilakukan sebatas untuk persalinan normal.

Sumber: conectique.com


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: