Posted by: Sps | June 12, 2009

Lebih pasti dengan syariah

Dengan banyaknya tawaran kredit mungkin kini saatnya untuk berutang, khususnya untuk Anda yang belum memiliki harta primer seperti rumah. Dalam berutang bunga memang menjadi pertimbangan dalam memilih bank. Tapi kenapa harus pusing dengan bunga kalau ada bank yang tidak membebankan bunga, yakni bank syariah.

Bank syariah adalah perbankan yang dalam operasionalnya tidak bertentangan dengan syariat Islam atau tidak bertentangan dengan kaidah Islam.


Cukup banyak aturan yang membedakan antara keuangan syariah dan konvensional, di antaranya penerapan bunga. Pada perbankan syariah bunga dianggap tidak benar karena adalah sesuatu yang salah bila kita masih membebankan keuntungan kepada orang yang meminjam.

Jadi berbeda dengan perbankan konvensional yang meminjamkan uang kemudian membebankan bunga kepada si peminjam, perbankan syariah tidak membebankan bunga tapi membeli dulu kemudian menjualnya kembali kepada Anda. Sistem ini disebut dengan murabahah.

Sebagai contoh, Anda berkeinginan memiliki rumah senilai Rp150 juta. Maka Anda hanya perlu ke perbankan syariah, utarakan keinginan Anda yaitu memiliki rumah seharga Rp150 juta tersebut. Kemudian pihak perbankan akan melihat rumah yang Anda inginkan.

Bila pihak bank menyetujui, maka ia akan memberitahukan kepada Anda tentang persetujuan itu. Dan langkah selanjutnya adalah negosiasi untuk menentukan keuntungan yang diharapkan oleh pihak perbankan tadi (biasa disebut dengan margin).

Kelebihan sistem ini terletak pada kepastian angsuran. Berbeda dengan perbankan konvensional di mana angsuran bulanan pengembalian bisa berubah seiring dengan perubahan bunga di pasar, maka di perbankan syariah angsuran bisa dipastikan tetap sepanjang jangka waktu angsuran. Jadi sekali lagi lebih memberi kepastian.

KPR BTN Syariah
Sebagai salah satu pemain utama di bidang KPR, tentu saja Bank Tabungan Negara (BTN) tidak mau melewatkan kesempatan untuk menggaet nasabah atau konsumen yang ingin memperoleh pembiayaan secara syariah.

Secara umum syarat yang diterapkan adalah standar yaitu kelengkapan dokumen seperti KTP, slip gaji bagi para karyawan, surat keluarga dan beberapa surat pendukung lainnya. Tapi BTN memiliki kelebihan dalam hal uang muka yang relatif cukup rendah yaitu bisa disediakan oleh nasabah hanya sebesar 20% dari besarnya pembiayaan.

Bahkan, untuk nasabah yang bersifat kolektif misalnya berasal dari satu perusahaan atau kantor yang sama, uang muka malah bisa ditekan menjadi hanya 10%. BTN menggunakan akad murabahah yang artinya bank BTN membeli dahulu rumah yang Anda inginkan, kemudian Bank BTN menjualnya kepada Anda secara mengangsur.

Jangka waktu maksimal pembia-yaan bisa mencapai 10 tahun, ini berarti angsuran yang menjadi beban Anda akan tetap selama jangka waktu tersebut. Tidak peduli apakah bunga di pasaran sedang naik, atau inflasi di Indonesia sedang tinggi. Yang penting persetujuam margin (keuntungan) bank disepakati, maka angsuran berdasarkan margin tadi berlaku untuk jangka waktu yang disepakati.

Kelebihan lain yang ditawarkan oleh BTN adalah adanya kemungkinan untuk pelunasan dipercepat, dan tidak dikenakan penalti. Ini karena akad pembiayaan bukan pinjaman tapi jual beli jadi kalau kita memang memiliki dana yang cukup untuk melunasi angsuran, hal tersebut diperbolehkan.

Bandingkan dengan beberapa bank konvensional yang mengenakan denda atau penalti untuk pelunasan dipercepat oleh nasabahnya.

Syarat lain yang mungkin harus juga diperhatikan adalah usia minimal pemohon sebaiknya tidak kurang dari 21 tahun, memiliki kepastian penghasilan(ditunjukkan dengan surat keterangan dari perusahaan/kantor), dan pada waktu pinjaman tersebut lunas, usia peminjam tidak lebih dari 65 tahun.

Griya Syariah IFI
Bank lain yang juga memiliki unit syariah adalah Bank IFI. Walaupun tidak sebesar Bank BTN, Bank IFI juga tidak mau kalah dalam melayani keinginan masyarakat untuk men-dapatkan skema pembiayaan syariah.

Dengan produk bernama Griya Syariah IFI, bank ini cukup gencar menerobos pasar pembiayaan syariah. Persyaratan yang ditetapkan bagi nasabah pada dasarnya tidak berbeda dengan bank syariah lainnya. Tapi tentu saja tingkat margin yang ditawarkan pasti cukup bersaing.

Dengan maksimal pembiayaan 80% atau ini berarti Anda harus menyedia-kan 20%-nya sendiri, maka produk ini juga cukup bersaing di kancah pembia-yaan perumahan syariah. Walaupun bernama Griya, bukan berarti produk ini hanya untuk pembelian rumah.

Untuk Anda yang membutuhkan biaya -renovasi, produk ini juga bisa digunakan. Bahkan untuk mereka yang berkeinginan untuk over kredit atau pindah dari bank lain pun produk ini menjanjikan bisa memberikan pelayanan lebih baik.

Kelebihan lain yang terlihat di produk ini adalah fleksibilitas yang cukup tinggi. Seperti jangka waktu yang bisa disesuaikan dengan kemampuan pembayaran, bahkan untuk An-da yang penghasilannya bisa dikatakan tidak tetap mungkin produk ini tepat karena memberi kemungkinan bagi Anda untuk melunasinya sebagian tidak harus seluruhnya.

Jadi bagi mereka yang sering dapat bonus, mungkin produk ini cocok untuk pembiayaan rumah Anda. Usia minimal nasabah ditetapkan berusia 21 tahun atau sudah menikah, sedangkan usia maksimum ditetapkan dengan aturan pada sa-at angsuran lunas usia tidak lebih dari 60 tahun.

Eko Endarto
Perencana Keuangan
Biro Perencanaan Keuangan
Safir Senduk dan Rekan
e-mail:www.perencana.keuangan.com

Sumber: Bisnis Indonesia


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: