Posted by: Sps | June 8, 2009

Waspadai Sindrom Mata Kering

Jika mata Anda terasa perih, gatal, kering, dan panas, Anda harus waspada. Bisa jadi Anda terkena sindrom mata kering. Bagaimana hal itu bisa terjadi? Bagaimana pula cara mengatasinya?

Mata kering adalah salah satu penyakit mata yang sering menyerang perempuan, khususnya setelah memasuki masa menopause. Manurut dr Tri Rahayu, SpM, dari Jakarta Eye Center, mata kering adalah keadaan di mana lapisan mata tidak bisa melapisi bola mata dengan baik. Air mata diperlukan sebagai pelindung bola mata untuk mencegah kekeringan bola mata. Kalau air mata kering, bola mata akan kering.


Ada tiga lapisan air mata. Pertama, lapisan minyak atau lapisan luar. Lapisan minyak ini dapat dihasilkan oleh kelenjar-kelenjar kecil di pinggir kelopak mata yang bernama kelenjar meibom. Lapisan minyak ini berguna untuk melicinkan permukaan mata dan mengurangi penguapan air mata.

Kedua, lapisan air. Lapisan ini merupakan lapisan bagian tengah dari apa yang kita sebut sebagai air mata. Lapisan ini dihasilkan oleh kelenjar-kelenjar kecil yang tersebar di konjungtiva. Air mata dihasilkan juga oleh kelenjar air (kelenjar lakrimal). Lapisan ini berfungsi untuk membersihkan mata dan mengeluarkan benda-benda asing atau iritan.

Ketiga, lapisan yang paling dalam yang terdiri dari lendir yang dihasilkan oleh sel lain di konjungtiva. Lapisan lendir ini memungkinkan air mata tersebar rata di permukaan mata dan membantu agar mata tetap basah. Tanpa lapisan ini, air mata tidak akan menempel ke mata.

Air mata pun terdiri dari dua macam. Air mata yang menjadi pelumas dan air mata yang menjadi pelumas mata dihasilkan terus sepanjang hari. Air mata diproduksi berlebihan jika mata terangsang oleh benda asing atau jika seseorang sedang emosi, seperti menangis.

Faktor Penyebab dan Gejala

Pada umumnya, mata kering memang sering dijumpai pada wanita usia lanjut. Namun, tak tertutup kemungkinan jika pada usia berapa pun, baik pria maupun wanita, dapat ditemukan mata kering.

Saat memasuki fase penuaan, tubuh kita memproduksi semakin sedikit lemak. Kekurangan lemak ini mempengaruhi lapisan air mata, terutama jenis lapisan lemak atau lapisan terluar dari lapisan air mata. Tanpa lapisan lemak ini, kata dr Tri, lapisan air mata lebih cepat menguap sehingga meninggalkan area yang kering pada kornea.

Selain karena faktor penuaan, masih banyak faktor yang dapat mempengaruhi lapisan air mata, seperti iklim yang kurang bersahabat, ruangan ber-AC, asap rokok, dan lensa kontak. Lensa kontak dapat menyerap lapisan air mata dan menyebabkan deposit protein pada permukaan lensa. “Semakin tinggi kadar air lensa kontak, semakin tinggi kadar penguapan,” katanya.

Mata kering juga dapat terjadi karena arthritis atau sakit lendir. Mulut mungkin terasa kering karena produksi ludah yang berkurang. Karena itu, menelan dan makan menjadi sulit. Penggunaan obat-obat kronis, seperti obat tiroid, obat alergi, dan kekurangan vitamin A juga bisa membuat orang mengalami sindroma mata kering. “Aktivitas yang menyebabkan mata cenderung tidak berkedip, seperti bekerja di depan komputer, berenang, membaca, menonton TV, dan menyetir dalam waktu lama pun dapat menyebabkan mata menjadi kering,” tambahnya.

Ada beberapa gejala yang dapat dirasakan oleh penderita mata kering, antara lain, mata sering gatal, berpasir, panas, lelah, pedih, merah, dan terasa seperti ada tekanan mata. “Jika keadaan berlanjut, mata semakin terasa tidak nyaman dan menjadi sangat sensitif terhadap cahaya,” jelasnya.

Deteksi dan Pengobatan

Dengan pemeriksaan, dokter spesialis mata dapat menegakkan diagnosa mata kering. Kadang-kadang diperlukan beberapa pemeriksaan untuk mengukur produksi air mata. Salah satunya adalah pemeriksaan dengan lembar kertas filter yang dipasang di kelopak mata bawah untuk mengukur produksi air mata pada berbagai kondisi.

Dasar dari pengobatan mata kering adalah pemberian air mata buatan. Obat tetes mata buatan dapat dibeli tanpa resep dan digunakan sebagai pelumas mata serta menggantikan cairan yang hilang. Air mata buatan ini boleh dipakai sesering mungkin, atau sampai beberapa kali dalam satu jam.

Cara lain untuk menjaga mata tetap basah adalah dengan menghemat air mata yang dihasilkan secara alami. Air mata keluar dari mata melalui saluran air mata yang terdapat di kelopak mata, lalu masuk ke hidung. Saluran ini dapat ditutup oleh dokter mata sehingga air mata tidak keluar dan mata dapat lebih lama basah.

Bila setiap bangun tidur mata terasa kering, hal itu dapat diatasi dengan pemberian salep sebelum tidur. Salep ini akan membuat penglihatan buram untuk sementara waktu. Orang yang menderita mata kering mungkin hanya memerlukan obat tetes mata buatan yang bisa dibeli tanpa resep dokter. Mata yang sangat kering dapat menimbulkan kerusakan pada mata.

Yang melegakan dari sindroma mata kering ini adalah bahwa penyakit ini tidak menimbulkan gangguan pada tajam atau tidaknya penglihatan. Namun pada kasus yang sangat parah, mata kering menimbulkan kekeruhan pada kornea. Apabila ini terjadi, penglihatan akan terganggu.
(Genie/Genie/tty)

Sumber: Okezone


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: