Posted by: Sps | June 5, 2009

Kenali Corak Kepribadian

Siapakah Aku? ini merupakan pertanyaan penting bagi tiap-tiap individu. Bila seseorang menyediakan waktu untuk menyelam dalam ke kedalaman pribadinya, ia akan menemukan bahwa dirinya unik.

Pemahaman terhadap diri sendiri sebagai pribadi unik membuat kita mengerti dan dapat menerima kecenderungan pribadi kita, serta mengerti apa yang diperlukan untuk berkembang optimal. Selain itu, pemahaman terhadap diri dapat menimbulkan pemahaman terhadap pribadi lain yang juga unik Dengan demikian, kita lebih tenang menghadapi perbedaan individu: tidak bingung, ragu-ragu, jengkel, marah, dan sebagainya karena pola kepribadian orang lain yang tidak sama dengan pola kita sendiri.


Meskipun setiap orang unik, secara umum terdapat pola yang cenderung sama dalam beberapa hal. Itu sebabnya dalam sejarah psikologi, usaha penggambaran kepribadian dilengkapi penggambaran berdasarkan tipe kepribadian, dengan kekuatan dan keterbatasan masing-masing.

Pengambaran tipe kepribadian yang populer adalah pembagian tipe introver dan ekstrover oleh Carl Gustaf Jung. Berikut penggambaran tipe kepribadian menurut Myers-Briggs, yang puluhan tahun menelitinya berdasarkan teori introver-ekstrover Jung.

Konsep Myers-Briggs ini di Amerika sangat populer untuk mengidentifikasi kepribadian untuk keperluan kerja (menempatkan individu pada posisi jabatan sesuai kepribadian), konseling, bahkan perkembangan spiritualitas.

Deskripsi orientasi

Sebelum mengenal corak kepribadian masing-masing, pahami lebih lulu deskripsi dari delapan istilah yang digunakan, seperti dijelaskan Charles J. Keating.

Ekstrover (extrovert): Dalam relasi dengan orang lain menampilkan diri apa adanya. Sering disebut berkepribadian terbuka. Jika perasa, mereka bertingkah laku sebagai perasa. Jika pemikir, bertindak sebagai pemikir. Sejak bertemu dan berbicara dengannya, orang tahu dengan siapa berhadapan.

Introver (introvert): Mengungkapkan diri secara bertahap. Awalnya menyembunyikan kualitas penting pada dirinya, yang dilakukan tanpa sengaja. Ia baru mengungkapkan kualitasnya setelah berhubungan cukup dalam. Sering disebut kepribadian tertutup.

Pengindra (sensing): Memiliki kepekaan indrawi, segera mengenali keadaan sekitarnya jauh sebelum orang lain dapat merasakannya. Cepat mengenali ruang yang dimasuki, sangat memperhatikan detail kontrak atau surat-menyurat, menyukai relasi berdasarkan pertimbangan teliti dan birokrasi. Termasuk corak manusia cermat.

Intuitif (intuitive): Lebih banyak memperhatikan masa akan datang daripada masa sekarang. Tidak tenang dengan kehadirannya di masa kini. Terpusat pada kemungkinan dan konsekuensi dari apa yang terjadi kini. Perencana yang memimpikan segalanya berubah lebih baik, cenderung melihat segala sesuatu secara global.

Perasa (feeling): Mengambil informasi dan keputusan berdasar pertimbangan perasaan pribadi dan orang lain. Bila berkuasa cenderung tidak adil. Keputusan diambil berdasar perasaan pribadi dan orang yang hadir. Pendapat orang yang tidak hadir kurang diperhatikan karena ingin menjaga perasaan yang hadir. Keputusan cenderung tidak objektif, meski tidak bermaksud demikian. Menilai secara logis dengan sensitivitas tertentu, tetapi emosi mendominasi proses pengambilan keputusan.

Pemikir (thinking): Memanfaatkan informasi yang diperoleh dengan intuisi atau pancaindra, untuk mengambil keputusan berdasarkan hukum yang logis (rasional). Umumnya kurang sensitif terhadap efek keputusan terhadap perasaan orang lain. Memiliki kemampuan meramalkan persoalan yang akan muncul, khususnya pemikir yang intuitif. Dapat tampil acuh tak acuh atau dingin karena keterpusatan pada rasio.

Pengamat (perceiving): Sangat menikmati hidup, tak terlalu peduli tata tertib dan pembagian waktu. Puas dengan apa yang terjadi, senang menyerap informasi melalui kelima indra jika mereka tipe pengindra, atau melalui implikasi (kemungkinan yang akan datang) jika intuitif. Salah satu dari proses tersebut jadi favorit mereka. Tidak merasa terikat untuk membuat keputusan tentang apa yang mereka ketahui, tetapi tak berarti menyukai ambiguitas. Mereka hanya puas dengan kehidupan ini dan tidak butuh mengendalikan.

Penilai (judging): Memiliki kebutuhan tinggi akan pengendalian. Mereka ingin tahu apa yang akan dikerjakan dan kapan. Tidak puas bila tak tahu rencana yang dibuat, menyukai jadwal dan aturan. Yang terjadi mendadak dapat mengacaukan mereka. Butuh ketegasan perencanaan, walau tak harus dilaksanakan. Para penilai yang perasa membuat keputusan yang cocok dengan perasaan orang lain atau mereka sendiri. Penilai pemikir membuat keputusan berdasarkan logika dan akal budi. Suka bila segala sesuatu ada pada tempatnya.

Pengamat atau Penilai

Menurut Myers-Briggs, kunci untuk memahami orang secara mendasar adalah apakah seseorang berkepribadian pengamat atau penilai, bukan introver atau ekstrover. Pengamat pada dasarnya tertarik mendapatkan informasi, baik indrawi atau secara intuitif. Mereka kurang memiliki kebutuhan untuk berbuat sesuatu sehubungan dengan apa yang dipelajari. Belajar penting bagi mereka. Di sisi lain, penilai terdorong membuat ketentuan atau keputusan berdasar informasi yang diperoleh. Mereka menilai berdasarkan perasaan ataupun pemikiran.

Introversi atau ekstroversi semata merupakan koridor di mana orang bergiat: apakah seseorang bertindak terbuka dan langsung ataukah terselubung dan lamban, sebagai perasa indrawi, pemikir indrawi, perasa intuitif, atau pemikir intuitif.

Tidak mudah memahami perbedaan antara orang introver dan ekstrover. Akan lebih mudah membedakan mana yang pengamat dan mana penilai. Bagaimana langkah mengenali corak kepribadian kita, akan disajikan edisi mendatang.

Sampai jumpa!

16 Corak Kepribadian

Berpegang teori Jung, Isabel Myers-Briggs menemukan, dalam dua tipe kepribadian berdasar orientasi terhadap dunia (introver dan ekstrover), dapat dibedakan lagi atas dasar tiga kecenderungan lain:

1. Dalam menyerap informasi: lewat indra (sensing) ataukah intuisi (intuitive).
2. Dalam mengambil keputusan: lewat pikiran (thinking) ataukah perasaan (feeling).
3. Dalam menanggapi dunia luar: penilai (judging) ataukah pengamat (perceiving).

Secara keseluruhan, kepribadian menurut Myers-Briggs terdiri atas 16 corak, berdasar variasi dari introvert-sensing-thingking-judging.
1. ISTJ: Introvert – Sensing – Thinking – Judging
2. ISFJ: Introvert – Sensing – Feeling – Judging
3. ISTP: Introvert – Sensing – Thinking – Perceiving
4. ISFP: Introvert – Sensing – Feeling – Perceiving
5. INTJ: Introvert – Intuitive _ Thinking – Judging
6. INFJ: Introvert – Intuitive – Feeling – Judging
7. INFP: Introvert – Intuitive – Feeling – Perceiving
8. INTP: Introvert – Intuitive – Thinking – Perceiving
9. ESTJ: Introvert – Intuitive – Thinking – Judging
10. ESFJ: Extrovert -Sensing – Feeling – Judging
11. ESTP: Extrovert – Sensing – Thinking – Perceiving
12. ESFP: Extrovert – Sensing – Feeling – Perceiving
13. ENTJ: Extrovert – Intuitive – Thinking – Judging
14. ENFJ: Extrovert – Intuitive – Feeling – judging
15. ENFP: Extrovert – intuitive – Feeling – Perceiving
16. ENTP: Extrovert – Intuitive – Thinking – Perceiving

Sumber: Senior


Responses

  1. aq dah pernah tes finger print..
    hslnya aq msk org intuiting extrovert..
    sbenernya akurat gag sih..
    koq bkn aq bgt yaa..
    klo kt hati sih aq lebih cocok di org sensing.. hahaha..
    tp ternyata hslnya d luar dugaan hehee..
    boss aq smp ketawa ngakak..
    tapi.. jd seruu jg wktu konseling.. kita jadi berhaha.. hihii…
    bner gag sih itu aq banged..
    yaa setidaknya qt jd tau diri qt itu siapa ?..


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: