Posted by: Sps | June 2, 2009

Jeruk Bali Gizinya Menakjubkan

Jeruk bali adalah buah yang menakjubkan karena punya banyak manfaat bagi kesehatan. Antara lain karena kandungan pektinnya bisa menurunkan kolesterol secara tajam, sehingga memperkecil risiko kanker, stroke, serta penyakit jantung. Kandungan antioksidan dan vitaminnya baik untuk kesehatan kulit, gusi, dan lambung.
Pernahkah Anda menikmati buah pamelo? Di Indonesia buah ini dikenal sebagai jeruk bali. Selain ukurannya yang superjumbo bila dibandingkan dengan jenis jeruk lainnya, jeruk bali memiliki rasa khas, yaitu kombinasi manis, asam, dan sedikit pahit. Buah ini tidak hanya lengkap rasanya, tetapi juga lengkap manfaat sehatnya.
Jeruk bali yang memiliki nama Latin Citrus maxima ini daging buahnya berwarna putih hingga merah dengan tekstur halus, rapat satu sama lain, serta mengandung banyak air. Jumlah biji umumnya sedikit, bahkan kadang tanpa biji.

Jeruk bali adalah buah yang menakjubkan karena punya banyak manfaat bagi kesehatan. Antara lain karena kandungan pektinnya bisa menurunkan kolesterol secara tajam, sehingga memperkecil risiko kanker, stroke, serta penyakit jantung. Kandungan antioksidan dan vitaminnya baik untuk kesehatan kulit, gusi, dan lambung.

Pernahkah Anda menikmati buah pamelo? Di Indonesia buah ini dikenal sebagai jeruk bali. Selain ukurannya yang superjumbo bila dibandingkan dengan jenis jeruk lainnya, jeruk bali memiliki rasa khas, yaitu kombinasi manis, asam, dan sedikit pahit. Buah ini tidak hanya lengkap rasanya, tetapi juga lengkap manfaat sehatnya.

Jeruk bali yang memiliki nama Latin Citrus maxima ini daging buahnya berwarna putih hingga merah dengan tekstur halus, rapat satu sama lain, serta mengandung banyak air. Jumlah biji umumnya sedikit, bahkan kadang tanpa biji.


Daging buahnya banyak mengandung air, sehingga dapat dimakan langsung setelah dikupas. Bisa juga dinikmati sebagai salah satu komponen rujak dan bahan salad buah berpadu dengan salad dressing yang segar.

Kulit buah dapat dimanfaatkan sebagai manisan. Bagian kulit buah yang dapat digunakan berwarna putih, sedangkan kulit luar yang berwarna hijau dibuang karena banyak mengandung kelenjar minyak.

Di Vietnam, bunga jeruk bali diolah menjadi parfum karena keharuman bunganya. Pohon yang menghasilkan buah berkualitas rendah tetap dirawat karena bunga, daun, buah, dan bijinya dapat dimanfaatkan untuk obat batuk, demam, dan gangguan pencernaan.

Likopen cegah kanker

Pigmen utama pada jeruk bali yang berwarna merah adalah likopen. Semakin banyak bukti ilmiah yang menunjukkan bahwa likopen tidak hanya penting sebagai pigmen pemberi warna merah, tetapi juga sangat bermanfaat bagi kesehatan.

Kandungan likopen jeruk bali cukup tinggi, yaitu 350 mikrogram per 100 gram daging buah. Likopen dapat bersinergi dengan betakaroten (provitamin A) yang banyak terdapat pada jeruk bali, sehingga secara bersama-sama dapat berperan sebagai antioksidan yang kuat.

Beberapa tahun terakhir ini likopen menarik perhatian para ilmuwan pangan karena terbukti bermanfaat untuk mencegah berbagai penyakit kanker, terutama kanker prostat. Selain itu, likopen diduga juga sangat bermanfaat untuk meningkatkan kualitas seksual.

Sebuah penelitian yang melibatkan 473 pria yang dilakukan di Universitas Yale, AS, menunjukkan fakta bahwa pria yang bebas kanker prostat memiliki lebih banyak kadar likopen di dalam darahnya, dibandingkan dengan mereka yang menderita kanker prostat.

Penelitian yang sama pernah dilakukan di Universitas Harvard tahun 2002, yang membuktikan bahwa laki-laki yang mengonsumsi likopen dalam jumlah banyak, memiliki risiko terkena penyakit kanker lebih rendah, khususnya kanker prostat.

Konsumsi likopen juga mengurangi risiko berbagai jenis kanker lainnya. Sebuah penelitian di Iran menunjukkan konsumsi likopen dapat mengurangi 39 persen kanker esofagus pada pria. Helzlsouer dkk tahun 1996 melaporkan konsumsi likopen dapat mengurangi 7,4 persen risiko kanker rahim.

Likopen juga dilaporkan dapat mengatasi kanker lambung yang disebabkan infeksi bakteri Helicobacter pylori. Kehadiran likopen sangat bermanfaat dalam menghambat oksidasi yang disebabkan bakteri tersebut.

Penelitian Atanasova tahun 1997 menunjukkan, likopen dapat menghambat pembentukan N-nitrosamin yang dapat menyebabkan kanker perut. Berdasarkan penelitian Amir dkk tahun 1999, diketahui konsumsi likopen dapat mengurangi risiko terjadinya kanker leukimia (sel darah putih).

Penelitian Bertram dkk tahun 1991 dan Clinton tahun 1998, menunjukkan kandungan likopen dalam makanan dapat mencegah proses tumorigenesis (pembentukan tumor). Penelitian Wang dkk tahun 1989 juga menunjukkan bahwa likopen menghambat pertumbuhan dan perkembangan kanker otak pada tikus percobaan.

Antioksidan tangguh

Belakangan ini likopen semakin dikenal memiliki manfaat yang luar biasa bagi kesehatan. Hal tersebut disebabkan kemampuan likopen yang berperan sebagai antioksidan tangguh, sehingga mampu melawan radikal bebas akibat polusi dan radiasi sinar ultraviolet (UV).

Aktivitas antioksidan likopen ternyata dua kali lebih kuat daripada betakaroten, serta sepuluh kali lipat lebih kuat daripada vitamin E. Dengan demikian, reaksi likopen sebagai antioksidan di dalam tubuh lebih baik dibandingkan dengan vitamin A, vitamin C, atau vitamin E.

Likopen juga mempunyai kemampuan untuk mencegah oksidasi LDL (low density lipoprotein = kolestrol jahat). Pengaruh likopen dalam mencegah oksidasi LDL juga lebih baik daripada betakaroten yang terdapat pada bahan pangan yang berwarna jingga.

Menurut penelitian Fuhrman dkk pada tahun 1997, konsumsi likopen sebanyak 3 mikromol per liter dapat mencegah oksidasi LDL hingga 65 persen, sedangkan betakaroten hanya mampu mencegah oksidasi LDL sebanyak 37 persen. Dengan demikian, konsumsi likopen dapat diandalkan untuk mencegah terjadinya penyumbatan pembuluh darah, sehingga mampu mengurangi risiko terjadinya stroke ataupun serangan jantung.

Kaya vitamin C dan pektin

Buah jeruk bali yang terlalu matang memiliki daging buah kasar, kering, nasi mentah. Karena itu, jeruk Bali sebaiknya dipetik saat pematangan awal, sehingga memungkinkan disimpan.

Jeruk bali mengandung banyak cairan, sehingga terasa segar saat dikonsumsi. Jeruk ini mengandung banyak vitamin, mineral, flavonoid, pektin, dan likopen. Komposisi zat gizi jeruk bali dapat dilihat pada tabel.

Kandungan vitamin yang banyak terdapat pada jeruk bali adalah vitamin A, vitamin B1, dan vitamin C; sedangkan mineral yang dominan adalah kalsium, fosfor, dan zat besi. Seperti varietas jeruk lainnya, jeruk bali juga mengandung vitamin C yang cukup banyak. Kadar vitamin C pada jeruk bali adalah 43 miligram per 100 gram daging buah.

Vitamin C juga merupakan antioksidan yang cukup baik. Di dalam tubuh, vitamin C akan bersinergi dengan vitamin E, yaitu berperan sebagai antioksidan untuk menangkal serangan radikal bebas. Jeruk bali juga memiliki kandungan kalium dan bioflavonoid yang tinggi, sehingga dapat berperan sebagai antikanker dan juga untuk menyehatkan prostat.

Dalam bentuk jus, jus jeruk bali mengandung pektin jauh lebih banyak dibandingkan dengan jenis jeruk lainnya. Satu porsi jus jeruk bali mengandung lebih dari 3,9 persen pektin. Pektin merupakan serat larut air, yang di dalam tubuh dapat bekerja sebagai penurun kolesterol.

Dengan demikian, konsumsi jeruk bali sangat baik untuk menurunkan kadar kolesterol dan juga risiko penyakit jantung.

Turunkan Trigliserida Secara Tajam

Jeruk bali diyakini dapat membersihkan sel darah merah tua serta menormalkan hematokrit. Tingkat hematokrit normal pada laki-laki adalah 40 hingga 54 persen, sedangkan wanita sekitar 37 hingga 47 persen. Bila hematokrit terlalu rendah, terjadi anemia. Sebaliknya, bila hematokrit terlampau tinggi, darah akan mengental dan memicu penyakit jantung.

Jeruk bali dapat menurunkan kadar kolesterol. Klaim ini berdasarkan hasil penelitian di Israel yang tercantum dalam Journal of Agricultural and Food Chemistry.

Penelitian dilakukan terhadap 57 pasien dengan kadar kolesterot tinggi dan baru menjalani operasi bypass pembuluh darah koroner. Kandungan lemak pasien sangat tinggi, sehingga kebal terhadap obat penurun kolesterol.

Dalam penelitian yang dilakukan selama satu bulan tersebut, pasien dibagi menjadi tiga kelompok berdasarkan jenis jeruk bali yang diberikan, yaitu: jeruk bali merah, jeruk bali putih, dan kontrol (tanpa pemberian jeruk bali).

Hasilnya menunjukkan, pasien yang mengonsumsi jeruk bali merah kadar lemaknya turun tajam, khususnya trigliserida. Pasien yang mengonsumsi jeruk bali putih penurunannya tidak sedrastis pengaruh jeruk bali merah. Sementara itu, pasien yang tidak mengasup jeruk bali, tidak mengalami perubahan apa pun.

Menurut Ridho (2007), bagian yang berperan dalam menurunkan kolesterol adalah lapisan kulit berwarna putih yang melapisi isinya. Kelemahan lapisan ini adalah rasanya yang getir dan pahit.

Kemampuan menurunkan lemak diduga akibat kandungan pektin yang jauh lebih tinggi dibandingkan dengan jeruk lainnya. Pektin dipercaya mampu menurunkan kolesterol sekaligus mengurangi risiko sakit jantung.

Varietas jeruk ball merah dianggap efektif dalam menurunkin kadar lemak, khususnya trigliserida, dibandingkan dengan jeruk bali varietas putih. Varietas merah juga mengandung zat antioksidan, sehingga dapat meningkatkan kualitas kesehatan.

Berdasarkan Keputusan Menteri Pertanian tahun 2000, saat ini varietas jeruk bali merah telah menjadi varietas unggulan di Indonesia.

Baik untuk Kulit, Gusi, dan Lambung

Konsumsi jeruk bali begitu berguna bagi tubuh Anda karena memiliki berbagai manfaat. Senyawa yang terkandung di dalam jeruk Bali mampu menyembuhkan luka lambung, menyehatkan gusi, mengatur tingkat hematokrit tubuh, mencegah anemia, menurunkan kadar lemak dan kolesterol, mencegah kanker, menurunkan risiko penyakit jantung, melancarkan saluran pencemaan, menjaga kesehatan kulit, serta mencegah konstipasi.

Dr. Thomas Brzozowski selaku ketua peneliti di Universitas Jagiellonian, Polandia, menyarankan agar para penderita luka lambung memasukkan jeruk ke dalam diet mereka. Hal ini sesungguhnya berlawanan dengan pendapat yang selama ini melarang penderita luka lambung makanan yang mengandung asam.

Di dalam jeruk Bali ditemukan adanya kandungan antibakteri dan antioksidan. Kandungan tersebut dapat meredakan sistem getah perut, sehingga membantu proses penyembuhan luka, bahkan diyakini dapat mengurangi kadar enzim COX-1 dan COX-2 yang terkandung pada obat-obatan. Para peneliti meyakini bahwa ekstrak jeruk bali mampu menyatu dengan kedua enzim tersebut, sehingga dapat menyembuhan lambung.

Jeruk  bali juga diyakini memiliki khasiat untuk memelihara kesehatan gusi. Peneliti dari Universitas Friedrich Schiller di Jerman membuktikan adanya hubungan antara kesehatan gusi responden dengan kebiasaan mereka mengonsumsi buah jeruk bali. Penelitian tersebut dilakukan terhadap 58 responden dengan kondisi gusi rusak yang cukup parah. Konsumsi jeruk bali secara rutin dalam jangka waktu sekitar dua minggu, ternyata dapat memberikan dampak positif bagi kesehatan gusi mereka.

Dampak positif jeruk Bali tersebut ternyata juga berlaku untuk responden perokok maupun bukan perokok. Merokok memang mejadi salah satu faktor kerusakan gusi. Asupan jeruk bali minimal dua siung setiap hari terbukti berkhasiat bagi kesehatan gusi para perokok.

Semua khasiat jeruk bali tersebut terkait dengan kadar vitamin C-nya yang cukup tinggi. Peningkatan kadar vitamin C di dalam darah mampu memperbaiki jaringan yang rusak. Hal ini bahkan berlaku untuk kanker yang muncul akibat tidak stabilnya molekul radikal bebas di dalam tubuh. Radikal bebas tersebut umumnya muncul akibat rokok maupun polusi udara.

Para peneliti dari Jerman tersebut juga menganjurkan agar para responden tidak segera menggosok gigi setelah memakan jeruk. Hal tersebut dikarenakan jeruk bali termasuk jenis jeruk yang memiliki kadar asam yang dapat melemahkan email gigi.

Gosok gigi sebaiknya di lakukan setelah kondisi mulut netral, yaitu setelah berkumur dengan air atau tidak ada lagi asam yang terasa di mulut.

Oleh:
Prof. DR. Made Astawan
Ahli Teknologi Pangan dan Gizi

Sumber: Senior


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: