Posted by: Sps | June 1, 2009

Musik, Kurangi Stres, Tingkatkan Semangat

Dalam setiap nada ada harapan, dalam setiap kalimat musik ada kesehatan, dan dalam setiap lagu ada kegembiraan, Dengan musik, hidup diharapkan menjadi lebih baik dan berkualitas. Begitu kata filsuf Aristoteles.

Setiap alat indra menerima rangsangan stimulus dari lingkungan sekitar. Musik merupakan salah satu bentuk rangsangan stimulus khas untuk indra pendengaran. Musik adalah bunyi yang diterima berdasarkan sejarah, lokasi, budaya, dan selera setiap individu.

Musik lebih dari sekadar bunyi. Ia adalah bunyi yang dibentuk dalam komposisi yang disusun secara harmonis.

Menurut psikolog Drs. Monty P. Satiadarma, MS, AT, MCP, MFCC, musik merupakan getaran udara harmonis yang ditangkap oleh organ pendengaran dan melalui saraf di dalam tubuh kita, serta disampaikan ke susunan saraf pusat. Ia bisa menimbulkan kesan tertentu di dalam diri kita.

Akibatnya, jika kita mendengarkan musik, kita cenderung mengentak-entakkan kaki di lantai atau mengetuk-ketukkan tangan di meja. Kita juga bisa membayangkan iramanya di dalam diri kita sendiri.

Getaran udara (vibrasi) yang dihasilkan alat musik memengaruhi getaran udara yang ada di sekeliling kita. Harmonisasi nada dan iramanya memengaruhi kesan harmoni di dalam diri.

“Jika harmoni musik setara dengan irama internal tubuh kita, musik akan memberikan kesan menyenangkan. Sebaliknya, jika harmoni musik tidak setara dengan irama internal tubuh kita, musik akan memberikan kesan kurang menyenangkan,” papar Monty.

Bukan hanya organ pendengaran atau telinga saja yang mampu menangkap stimulus musik. Saraf di kulit juga turut merasakannya, kata Monty. Organ vestibul (di sekitar belakang telinga) yang merupakan alat keseimbangan manusia, juga memperoleh dampak yang berarti dari adanya musik.

Pengaruhi Tujuh Cakra

Bagaimana musik dapat memengaruhi kesehatan mind, body and soul Anda? Kata Tom Suhalim, pakar terapi aura dan warna, harmoni vibrasi dalam tubuh berubah-ubah, dapat seimbang atau tidak seimbang.

Tubuh dengan ketujuh pusat energi (cakra) adalah sumber suara. “Organ-organ tubuh Anda seperti sebuah orkestra,” ujar Tom.

Tubuh yang sehat menghasilkan musik indah. Dokter melalui stetoskop dapat mendengar suara-suara organ tubuh atau kebohongan bisa dideteksi dengan alat lie detector.

Tujuh cakra utama yang dimiliki manusia merupakan simbol keseimbangan alam semesta. Ketujuh cakra utama itu adalah cakra mahkota, ajna, tenggorokan, jantung, solar pleksus, seks, dan dasar, yang masing-masing memiliki kaitan dengan organ tubuh. Ada tujuh warna dasar yang mewakili cakra, yakni merah, jingga, kuhing, hijau, biru, nila, dan ungu.

Grace, yang sehari-hari mengajar piano klasik, menambahkan bahwa ada tujuh nada dasar yang melambangkan urutan tujuh planet menurut astronomi purba, yakni saturnus melambangkan nada D, yupiter (nada C), mars (nada B), matahari (nada A), venus (nada G), merkurius (nada F), dan bulan (nada E).

“Juga ada tujuh emosi dasar yang menelingkup kehidupan kita, yakni rasa cinta, benci, hormat, sedih, marah, gembira, keinginan seksual,” ujarnya.

Lebih lanjut Tom menjelaskan, musik secara alamiah mengacu pada tujuh bentuk cakra utama manusia. Secara fisik terdiri dari: 1) cakra dasar, mewakili tubuh, warnanya merah, nadanya C, 2) cakra seks, mewakili emosi, warnanya jingga, nadanya D, dan 3) cakra solar pleksus, mewakili mental bawah, warnanya kuning, nadanya E.

Secara psikis terdiri dari: 1) cakra jantung, mewakili mental lebih tinggi, warnanya hijau, nadanya F, 2) cakra tenggorokan, mewakili spiritual atau komunikasi, warnanya biru, nadanya G, 3) cakra ajna, mewakili intuisi, warnanya nila, nadanya A, dan 4) cakra mahkota, mewakili Ilahi, warnanya ungu, nadanya B.

Sehatkan Fisik dan Psikis

Seperti dijelaskan Monty, fisik dan psikis memiliki hubungan timbal balik. Dengan menggunakan musik, kondisi fisik dan psikis sesdorang dapat dipengaruhi. Jika vibrasi dan harmoni musik digunakan secara tepat, pendengar akan nyaman.

“Jika pendengar nyaman, ia akan merasa tenang. Jika ia tenang, metabolisme tubuhnya bakal berfungsi maksimal. Jika metabolisme berfungsi maksimal, ia akan merasa lebih bugar, sistem pertahanan tubuhnya bekerja lebih sempurna, dan kemampuan kreatifnya berkembang lebih baik,” katanya.

Korelasi warna dan cakra pada tubuh manusia dapat dijelaskan sebagai berikut: a) cakra pertama, yaitu cakra dasar, berada di sekitar tulang ekor memiliki kaitan dengan vitalitas tubuh, warnanya merah, b) cakra kedua, yang seringkali disebut cakra seks, berkaitan dengan organ reproduksi, berwarna oranye, c) cakra ketiga, disebut solar pleksus, letaknya beberapa sentimeter di atas pusar, berkaitan dengan sektor lever, pankreas, lambung, berwarna kuning, d) cakra keempat disebut cakra jantung berada di tengah dada, berkaitan dengan sektor jantung dan paru-paru, berwarna hijau, e) cakra kelima disebut cakra tenggorokan berkaitan dengan kelenjar gondok; berwarna biru, f) cakra keenam disebut cakra ajna terletak di antara kedua alis mata berkaitan dengan kelenjar pituitari dan sistem saraf pusat berwarna ungu, g) cakra ketujuh disebut cakra mahkota berkaitan dengan kelenjar pineal berwarna putih.

Warna dan Suara

Warna dan suara, dituturkan Tom lagi, adalah gelombang yang mengitari dan memengaruhi ketujuh pusat energi manusia. Dengan energi yang Anda miliki, Anda bisa beraktivitas secara fisik maupun spiritual.

“Energi yang terbentuk dari aktivitas Anda menghasilkan arus listrik yang memancarkan bidang elektromagnetik yang tampak dalam pancaran warna aura. Aktivitas gelombang suara maupun warna itu diubah menjadi getaran atau vibrasi melalui sistem saraf yang diolah di otak,” kata Tom, yang berpraktik di Klinik Tabloid Gaya Hidup Sehat ini.

Dibuktikan Melalui Riset

Berikut contoh dampak jenis musik terhadap kesehatan berdasarkan penelitian yang telah dilakukan di beberapa negara maju:

1. Senandung, berpengaruh secara positif terhadap pernapasan. Musik ini baik untuk meditasi dan mengurangi stres.

2. Musk yang berasal dari zaman Barok, seperti karya Bach, Handel, Vivaldi, bersifat stabil dan beraturan, sehingga membangkitkan rasa aman.

3. Musik masa romantis, seperti karya Schubert, Schumann, Tchaikovsky, Chopin, dan Liszt, membangkitkan perasaan simpati, cinta.

4. Musik karya Mozart menggambarkan kejernihan, transparansi, dan mampu membangkitkan kemampuan ingatan serta persepsi ruangan.

5. Musik masyarakat kulit hitam di Amerika dan Puerto Riko, seperti jazz, blues, dixieland, soul, calypso, reggae cenderung membangkitkan semangat.

6. Musik Amerika Selatan, seperti salsa, rhumba, maranga, maracena bersifat eksotis dan memacu ritme hidup.

7. Musik dari new age (abad baru), seperti Steven Halpern, J. Michael Jarre menimbulkan kesan ruang dan waktu.

8. Musik agama, terarah pada upaya pendekatan diri kepada Sang Pencipta.

Mampu Perbaiki Fisik dan Mental

Menurut Dr. Raymond Bahr, pemimpin lembaga jantung di rumah sakit St. Agnes, Baltimore, Amerika Serikat, musik adalah terapi jenis psikofisik. Artinya berdampak langsung pada psikis dan fisik.

Dalam pelaksanaannya, kata Raymond, terapi psikofisik bersifat aktif dan pasif. Bagaimana memanfaatkannya?

1. Secara aktif, yaitu memainkan alat musik. Cara ini dilakukan untuk mengaitkan kegiatan energi psikofisik, sehingga kegiatan fisik dan mental seimbang. Hal ini serupa bila Anda melakukan senam kebugaran.

2. Secara pasif, yaitu mendengarkan musik. Cara ini dilakukan untuk menerima sumbangan tenaga psikofisik. Lewat proses pencernaan tenaga psikofisik, tubuh dan mental dibawa ke dalam keadaan seimbang. Hal ini serupa dengan konsumsi makanan yang bergizi.

Hindari yang Ingar-bingar

Untuk menuai manfaat musik bagi kesehatan, berikut ini saran Monty:

1. Jika musiknya belum dikenal, coba kenali musik dan iramanya terlebih dahulu.
2. Ikuti iramanya, pejamkan mata, rasakan kesan yang ditimbulkan. Perhatikan bayangan yang muncul didalam alam pikiran kita.
3. Jika musiknya mengandung syair, coba mengerti dan pahami syairnya.
4. Hindari musik keras dan ingar bingar yang kurang beraturan. Hal ini akan menghambat kondisi psikofisik ke keseimbangan.
5. Gunakan musik tradisional, seperti bunyi tambur, genta, dan gamelan bertenaga untuk membangkitkan gairah hidup.
6. Gunakan senandung internal untuk memperoleh rasa kedamaian. Suara pribadi adalah alat musik Ilahi yang dibekali untuk memperoleh rasa damai di dalam diri.

Sumber: Senior


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: