Posted by: Sps | June 1, 2009

Langsing Singset dengan Brainwave

Kegemukan atau obesitas dapat menyebabkan berbagal macam gangguan kesehatan, selain tidak sedap dipandang mata. Banyak cara dilakukan orang agar langsing. Sayangnya, meski banyak program diet untuk melangsingkan tubuh bertebaran di masyarakat, banyak orang kesulitan menurunkan berat badan.

Biasanya orang yang mengalami obesitas memilik citra diri gemuk dan merasa dirinya gemuk. Itulah yang tertanam di dalam hatinya sehingga menjadi sulit untuk melepaskan “program gemuk”.

Kadang sebulan turun dua kilogram, tetapi tiga bulan berikutnya naik lagi tiga kg. Saya sulit sekali mempertahankan gaya hidup sehat sesuai anjuran dokter, seperti mengkonsumsi makanan gizi seimbang, rutin berolahraga, ataupun menjalani detoksifikasi secara perlodik ujar Wahyuni (33), karyawati USAID, jakarta, ketika dimintai pendapat soal program pelangsingannya.


Sebenarnya, kata Yudi Sujana, dari Sound Technology, Bandung, semua program diet yang dilakukan secara konsisten bisa menurunkan berat badan secara ideal. Persoalannya, orang obesitas tak bisa konsisten melakukan program dietnya.

Sebetulnya mereka tahu persis jenis makanan apa yang sebaiknya dikonsumsi atau tidak. Mereka juga tahu porsi olahraga yang baik untuk menunjang berat badan. Bila boleh disamakan, sama halnya dengan perokok, yang sudah tahu bahayanya tetapi tidak mau berhenti merokok.

Lalu apa yang menghambatnya? Menurut praktisi kesehatan yang menggunakan media audio ini, hal yang menghambat adalah hati orang itu sendiri. “Apa yang ada di hati Anda lebih menentukan perilaku Anda dibanding dengan apa yang ada di kepala Anda,” ujar Yudi.

Ketika kepala atau pikiran ingin langsing tetapi hati atau perasaan suka mengonsumsi makanan berlemak serta malas berolahraga, perasaan Anda yang menang. Karena itu, Anda akan terus mengonsumsi makanan berlemak dan tak mau berolaluaga. Menurut Yudi, hambatan mental itu berupa resistensi, perasaan negatif, atau rasa tidak suka terhadap olahraga dan diet. Akibatnya, Anda susah diet dan berolahraga.

Bagaimana memperbaikinya? “Caranya dengan menyelaraskan antara pikiran dan hati atau perasaan Anda. Ketika pikiran dan perasaan selaras atau mempunyai tujuan yang sama, Anda akan diet dan berolahraga secara konsisten,” katanya.

Prara ahi telah mengetahui otak kita memiliki empat kategori gelombang otak atau yang dikenal dengan brainwave. Saat kita berpikir keras, kondisi otak dinamakan gelombang beta. Dalam kondisi ini hati atau perasaan tak banyak berperan.

Kedua, gelombang alfa, yaitu ketika otak dan hati berkolaborasi atau bekerja sama. Ketiga, gelombang theta, yaitu ketika tidak berpikir tetapi masih tetap sadar. Kondisi ini biasanya terjadi saat melakukan meditasi. Keempat, gelombang delta, yaitu kondisi saat tidur.

Lebih jauh, kata yudi, program diet untuk melangsingkan badan akan efektif tercapai ketika tertanam di dalam hati atau ketika otak berada di gelombang alfa. Ada banyak cara masuk kedalam kondisi alfa. Sebut saja lewat indra penciuman, salah satu cara nya dengan terapi aroma. Atau dengan indra perasa, dipijat di daerah otak. “Cara paling mudah melalui indera pendengaran. Lewat teknologi audio brainwave,” ujar Yudi.

“Selama puluhan tahun teknologi ini sudah dikembangkan di negara-negara maju. Di indonesia, saya bersama Sound Technologies, salah satu yang ikut mengembangkan teknologi ini. Melalui indra pendengaran, otak dirangsang dengan suara berfrekuensi rendah, sehingga otomatis otak akan masuk ke gelombang alfa. Saat itulah niat langsing dengan program diet ditanamkan,” ungkapnya.

Program yang ditanamkan berupa afirmasi, guided visualization, dan tuntunan untuk melepaskan semua hambatan mental atau perasaan negatif terhadap program langsing. Setelah program itu tertanam di hati atau pikiran bawah sadar, mental pasien sudah menjadi orang langsing. Begitu juga pikiran dan perasaannya sudah menjadi sosok langsing.

Mental langsing terbentuk ketika perhatian, perasaan, dan pikiran selalu terarah ke langsing. Hal inilah yang menyebabkan perubahan gaya hidup, nafsu makan berlebihan menjadi berkurang, serta memiliki semangat berolahraga. Saat mental sudah langsing, program diet apa pun bisa dilakukan jauh lebih mudah sebab motivasi sudah muncul dari dalam diri secara alamiah.

Yudi membantu program pelangsingan melalui sebuah CD (compact disc) yang diberi nama Lose Weight Quickly. CD inilah yang menanamkan mental langsing saat otak dalam kondisi alfa.

CD tersebut menurutnya memberikan afirmasi badan langsing yang terdengar maupun tidak oleh telinga, tetapi dapat terdengar jelas oleh pikiran bawah sadar karena afirmasi dimasukkan saat otak berada dalam kondisi alfa.

“Gelombang alfa merangsang keluarnya hormon yang cocok untuk menyeimbangkan sistem di tubuh, sehingga mudah membakar kelebihan lemak di badan secara alamiah, mengontrol nafsu makan, semangat berolahraga, dan secara otomatis bekerja mencapai berat badan yang ideal,” ujar Yudi.

Untuk mendapatkan hasil yang sempurna, ia menyarankan mendengarkan CD dua kaii sehari sambil menutup mata, dengan atau tanpa headphone. Bisa juga memutar CD sebagai background aktivitas. Yang penting tidak sambil mengemudi. Dikatakan Yudi, kondisi alfa juga bisa bermanfaat untuk menjaga kesehatan tubuh.

Saat di alfa, otak mengeluarkan hormon-hormon seperti DHEA, endortin, dan seratonin, Otak akan mengeluarkannya dalam takaran yang pas untuk tubuh. Semuanya bagus untuk sistem kekebalan tubuh. “Di negara maju, hormon-hormon itu diperdagangkan dengan harga yang sangat mahal, meski takaran yang pas untuk tubuh belum dapat dipastikan,” tuturnya. Selamat melangsingkan tubuh!

Hendra Priantono

Sumber: Senior


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: