Posted by: Sps | June 1, 2009

Helioterapi, Memanfaatkan Matahari untuk Terapi

Helioterapi sudah dikenal sejak zaman Yunani kuno. Istilah ini dipakai untuk menggambarkan betapa pentingnya sinar matahari bagi kehidupan, khususnya untuk terapi penyembuhan. Adalah Niels Finsen yang sukses menangani TBC kulit dengan radiasi sinar ultra violet (UV). Temuan itu membuat Finsen memperoleh hadiah Nobel tahun 1903. Tahun 1920-an, terapi matahari makin dikenal secara luas.

Selama Perang Dunia I, dokter bedah militer Jerman menggunakan sinar matahari untuk melakukan disinfeksi dan penyembuhan luka para tentara di klinik terapi sinar matahari di Black Forest. Dalam dekade itu, Coco Chanel, perancang mode terkenal asal Perancis, menggelapkan warna kulitnya setelah berpesiar di atas Kapal Duke of Westminster.

Kelakuannya itu memberi pengaruh besar pada masyarakat di zamannya. Tahun 1930, paparan sinar matahari dijadikan ukuran kesehatan masyarakat. Saat itu, penyakit TBC dan rickets (akibat kekurangan vitamin D) umum terjadi di kota-kota industri di Eropa dan Amerika Utara. Sinar matahari menjadi salah satu terapi untuk mencegah dan menyembuhkan penyakit TBC dan rickets Itu.


Turunkan Kolesterol

Situs kesehatan Endlesssun.com menyebutkan paparan sinar matahari menambah kemampuan tubuh memetabolisasi kolesterol dan mengurangi kadar kolesterol darah hingga 13 persen. Paparan sinar matahari memiliki efek sama dengan olahraga, seperti menurunkan tekanan darah, membuat jumlah denyut jantung dalam keadaan normal, dan menambah volume darah yang dipompa jantung sekitar 39 persen.

Helioterapi juga dapat meningkatkan hormon seks, kekuatan otot, ketahanan terhadap infeksi, jumlah oksigen dalam darah, memperbaiki tingkat stres, memperbanyak adrenalin, serta menambah energi dan ketahanan. Selain itu, terapi ini sangat efektif untuk menyembuhkan stroke dan stres.

Prinsip helioterapi juga bisa digunakan dalam ruang operasi rumah sakit karena mampu mengurangi jumlah bakteri hingga 50 persen. Sinar UV matahari mampu membunuh bakteri meskipun melewati kaca jendela. Pasien pulih lebih cepat dan lebih sedikit terkena infeksi sesudah menjalani operasi.

Bakterisida oleh sinar matahari membuat ruang perawatan di rumah sakit memiliki bakteri lebih sedikit ketimbang ruang perawatan yang gelap. Kemampuan itu penting karena infeksi menduduki peringkat yang cukup tinggi sebagai penyebab kematian setelah penyakit jantung, kanker, dan stroke.

Manfaat Berjemur

Banyak dokter spesialis anak di rumah sakit bersalin juga kerap menganjurkan bayi yang baru lahir untuk diterapi sinar matahari sebagai terapi tambahan. Caranya, bayi dijemur selama setengah jam dengan posisi berbeda. Contohnya, seperempat jam dalam keadaan telentang, seperempat jam kemudian telungkup.

Namun, hindari posisi yang membuat bayi melihat langsung ke matahari karena dapat merusak matanya. Perhatikan pula di sekeliling, apakah keadaan udara bersih atau tidak.

Baik untuk bayi maupun orang dewasa, biasanya dokter menganjurkan waktu berjemur antara puku 07.00 sampai 09.00. “Inilah waktu di mana sinar surya efektif mengurangi kadar bilirubin. Di bawah puku 07.00, sinar UV belum cukup efektif, sedangkan di atas puku 09.00 kekuatannya sudah terlalu tinggi sehingga akan merusak kulit,” kata Dr. Hanifah Oswari, Sp.A(K), dari Divisi Gastroen Otero Hepatologi Anak Bagian Ilmu Kesehatan Anak FKUI/RSCM.

Terapi Warna

Terapi sinar matahari sering dihubungkan dengan terapi warna. Dalam buku Sun Therapy, pengarangnya Vijaya Kumar, mengatakan di mans ada sinar matahari, di sana ada energi dan warna sinar matahari. Karena itu, sinar matahari menjadi dasar dari terapi warna sinar matahari.

Kumar menuliskan bahwa tubuh manusia berikut organ-organnya dipengaruhi oleh warna yang berbeda. Terapi warna membantu mengembalikan keseimbangan warna dan zat-zat kimia. Radiasi matahari dalam jangka waktu tertentu membantu memperbaiki kekurangan atau kelebihan warna tertentu atau zat-zat kimia yang mengganggu fungsi tubuh.

Dalam situs pengobatan alternatif Austin Holistic, praktisi terapi warna, akupuntur, hipnoterapi, dan reiki, Dr. Rochelle McCray, mengatakan tiap penyakit yang diderita manusia dapat diidentikkan dengan sebuah warna khusus. Untuk itu, tubuh manusia mesti mendapatkan sinar matahari tanpa disaring, yang langsung diserap kulit atau mata, minimal dua jam per hari.

Resep Kumar adalah dengan menggosokkan botol berwarna jingga dan biru berisi minyak wijen yang telah disinari matahari ke tubuh, lalu berjemur di bawah sinar matahari selama 15-30 menit. Selama berjemur pastikan bagian yang sakit langsung disinari, sehingga bisa efektif.

Khasiat Warna Primer

Matahari memancarkan sinar dalam tujuh warna, yakni ungu, nila, biru, hijau, kuning, jingga dan merah. Dari ketujuh warna yang dipancarkan matahri hanya merah, kuning, dan biru yang menjadi warna primer.

Ketujun warna sinar matahari itu memiliki nilai pengobatan. Cahaya dari berbagai warna itu menurut Kumar dapat diserap tubuh dengan bantuan gelas berwarna. Air, minyak, atau gula bisa menjadi benda perantara manfaat sinar matahari. Caranya, letakkan benda tersebut ke dalam gelas berwarna lalu disinari matahari. Penyinaran tersebut menghasilkan zat-zat pengobatan dalam benda tersebut.

Berikut cara penyinaran yang diajarkan Kumar:

1. Penyinaran Air

a. Masukan air minum ke dalam botol warna jingga, hijau, dan biru yang bersih. Biarkan seperempat bagian botol kosong. Botol ditutup dan diletakan di bawah sinar matahari selama 6-8 jam. Air ini dapat menjadi daya pengobatan selama 4-5 hari.

b. Dosisnya: usia 1-5 tahun dua sendok teh, usia 5-12 tahun seperempat cangkir dan diatas 12 tahun setengah cangkir.

2. Penyinaran Gula

a. Isi setengah botol berwarna jingga, hijau, dan biru dengan butiran gula. Panaskan setiap hari di bawah sinar matahari selama sebulan. Di malam hari tutup rapat botol tersebut dan simpan di tempat aman. Kocok setiap hari dan bersihkan bagian luar botol. Gula ini dapat digunakan dalam waktu lama. Bila masih tersisa, jemur botol selama 5 hari setiap tiga bulan.

b. Dosisnya: untuk orang dewasa setengah sendok teh.

3. Penyinaran Minyak

Isi setengah bagian botol jingga dan hijau dengan minyak wijen, sedangkan setengah bagian botol biru denagn minyak kelapa, gliserin, atau mentega bening. Jemur botol-botol itu secara terpisah dibawah sinar matahari selama sebulan. Kocok setiap hari dan bersihkanbotolnya. Minyak bisa digunakan lama. Sekali dalam 3 bulan jemur kembali botol tersebut di bawah sinar matahari selam 5 hari.

Indikasi Obat Warna Primer

Air, gula, dan minyak yang dimasukkan ke dalam botol berwarna primer (jingga, hijau, dan biru), dapat memberikan efek pengobatan yang berbeda.

1. Warna jingga

a. Pengobatan jingga bersifat alkali. Warna ini memengaruhi bagian perut, hati, usus, ginjal, dan limpa. Bends dalam botol warna jingga dapat dimanfaatkan untuk menyembuhkan demam, radang paru, pernapasan, influenza, batuk, TBC, gugup, gangguan jantung, kelumpuhan.

Dapat juga membangkitkan selera makan dan membantu metabolisme sistem pencernaan, mengurangi berat badan, menghilangkan keletihan, dan meningkatkan daya ingat. Minyak dalam botol warna ini dapat menyembuhkan luka.

b. Dipakai 15-30 menit setelah makan.

2. Warna hijau

a. Pengobatan hijau bersifat menetralkan masalah kesehatan. Warna ini menumbuhkan dan memperkuat otot, membersihkan darah, dan membantu membuang benda-benda asing dari sistem tubuh.

Bisa juga merangsang susunan saraf otak, mengatasi susah buang air dan sakit perut, kencing nanah, cacar, demam, malaria, tifus, borok, kanker, tekanan darah tinggi, luka tersiram air panas, jerawat, kutil, eksim, batuk kering, sakit kepala, gangguan sistem hati, kulit, ginjal, dan sakit mata.

b. Digunakan ketika perut kosong atau 1 jam sebelum makan.

3. Warna biru

a. Pengobatan biru mengandung unsur asam, bersifat dingin dan menyejukkan, serta berefek penenang. Bereaksi sangat baik seperti antiseptik. Kebanyakan pengobatan warna biru memengaruhi kerongkongan dan atas kerongkongan, manjur untuk radang amandel, sakit gigi, pembengkakan gusi, dan borok di dalam mulut.

Juga efektif untuk mengobati penyakit kulit, demam tinggi, dan sakit kepala. Epilepsi, muntah, mual, kolera, disentri, diare dapat disembuhkan dengan cara ini. Minyak yang telah disinari dalam botol warna biru dapat mengurangi demam tinggi.

b. Sebaiknya digunakan saat perut kosong, 1 jam sebelum makan.

Hendra Priantono

Sumber: Senior


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: