Posted by: Sps | May 29, 2009

Terapi Gen Atasi Gangguan Ereksi

Terapi gen bisa menjadi alternatif pengobatan disfungsi ereksi jika berbagai tablet seperti Viagra tidak mampu mengatasi masalah tersebut, ungkap peneliti dalam pertemuan tahunan ’’The American Urological Association’’ di Orlando belum lama ini. Terapi gen yang dapat mengatasi disfungsi ereksi ini diberi nama Maxi-K.

“Teknologi trasfer gen sangat potensial untuk mengatasi disfungsi ereksi dalam jangka waktu yang panjang,” kata kepala peneliti Dr Arnold Melman, profesor kedokteran pada Albert Einstein College of Medicine di New York City.

Menurut Melman teknologi ini sangat potensial untuk dikembangkan mengingat pangsa pasarnya yang sangat besar. Saat ini para penderita disfungsi ereksi hanya menggantungkan harapan pada Viagra untuk memulihkan kemampuan seksual mereka. Padahal sekitar 40 persen dari mereka tidak bisa memperoleh hasil yang maksimal.


Melman mencatat sebuah survei yang dilakukan baru-baru ini menunjukkan bahwa 50 persen ahli urologi mempertimbangkan untuk mengalihkan terapi bagi para pasien mereka, dari menggunakan obat menjadi terapi transfer gen. “Karena itu kami yakin ini akan mudah diterima oleh para dokter maupun pasien,” kata-nya.

Hasil dari percobaan transfer gen tahap I terhadap 11 pria penderita disfungsi ereksi yang gagal dengan terapi lain menunjukkan bahwa trnsfer gen cukup aman dan dapat memperbaiki kemampuan ereksi mereka. Dalam percobaan ini peneliti memberikan empat dosis yang berbeda. Mereka yang menerima dosis tertinggi menunjukkan kemajuan besar selama kurun waktu enam bulan.

“Mereka bisa melakukan aktivitas seksual secara normal selama enam bulan,” kata Melman. Ia menambahkan bahwa hal itu berarti dalam setahun penderita hanya perlu mendapatkan terapi ini sebanyak dua kali.

Hasil penelitian lanjutan juga menunjukkan selama dua tahun setelah melakukan terapi transfer gen, tidak ada satupun partisipan yang dilaporkan mengalami kelainan. Ini membuktikan bahwa prosedur teknologi ini aman dan efeknya terbukti manjur, kata Melman.

Dengan dasar hasil percobaan tahap awal ini, kelompok Melman kemudian melakukan percobaan baru dan berencana akan melempar produk ini ke pasaran dua tahun mendatang.

Dalam percobaan lain, empat monyet dipaksa melakukan diet ketat sehingga nafsu seks mereka menurun. Setelah itu mereka diberi transfer gen Maxi-K. Ternyata mereka menjadi lebih “lincah” dan jumlah ereksi mereka bertambah menjadi lima kali. Hal serupa juga terjadi pada tingkat ejakulasi mereka.

“Yang paling menakjubkan adalah meningkatnya sosialisasi mereka,” kata kepala peneliti George J. Christ yang juga seorang profesor urologi dan ketua the Program in Cell Tissue and Organ Physiology pada the Wake Forest Institute for Regenerative Medicine.

Sumber: SuaraMerdeka


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: