Posted by: Sps | May 27, 2009

Sepelekan Rematik Bisa Berakibat Kecacatan

Tidak langsung mematikan, tapi gara-gara penyakit satu ini penderita bisa mengalami cacat anggota tubuh, kehilangan imunitas, dan kemerosotan kualitas hidup. Itulah penyakit rheumatoid arthritis (RA) yang lebih dikenal dengan rematik. Banyak cara pengobatan rematik, tapi setiap penderita mesti pandai memilih pengobatan dengan hasil remisi jangka panjang.

Rheumatoid arthritis bukan gangguan asam urat, tapi penyakit autoimun, yakni suatu reaksi sistem imun terhadap jaringan tubuh sendiri. Jaringan fungsi normal tubuh terganggu, sehingga sistem imun justru menyerang balik jaringan sehat.

Penyakit yang menyerang sendi-sendi itu terdapat lebih dari 100 jenis, dan mempunyai gejala serta tanda yang mirip. Akibatnya, masyarakat awam sulit membedakannya.

”Di masyarakat terdapat mitos yang salah menganggap semua penyakit rematik disebabkan oleh asam urat. Padahal, hanya 7% dari semua gangguan rematik yang disebabkan oleh arthritis gout (sebutan penyakit rematik untuk asam urat),” ungkap Guru Besar Departemen Ilmu Penyakit Dalam Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI), Prof DR Harry Isbagio, di Jakarta, kemarin.


Meski dianggap keliru, kaum awam ternyata bisa dengan mudah mengenali penyakit RA. Ciri-ciri penyakit ini, yaitu kemerahan, kaku, nyeri, serta terbatasnya gerakan pada sendi di tangan, kaki, siku, lutut dan leher. Peradangan pada sendi merupakan ciri khas RA yang dapat berakibat pada hilangnya bentuk dan fungsi sendi, timbulnya nyeri, kaku dan bengkak, serta pada akhirnya dapat mengarah pada terjadinya kerusakan dan kehilangan fungsi sendi yang bersifat permanen.

Harry mengakui, prevalensi RA di Indonesia tidak terlalu tinggi, tapi penyakit ini sangat progresif. Akibatnya, apabila tidak diobati dengan benar, dalam waktu singkat, sekitar 2 tahun, akan terjadi cacad sendi permanen. ”Jika kondisi demikian terus berlangsung dan dibiarkan, itu bisa berakibat catat dan menurunnya kualitas hidup,” kata Harry.

Menurut Harry, jika RA yang berlangsung dalam waktu cukup lama tanpa pengobatan yang memadai dapat menyebabkan kelainan bentuk pada persendian dan menimbulkan peradangan kronis. Akibatnya, bisa terjadi kecacatan dan hilangnya mobilitas serta fungsi persendian.

Penderita RA tidak dapat bebas bergerak karena merasakan kaku dan nyeri di persendian. Umumnya, penderita tidak mampu melakukan kegiatan fisik dan berakibat menurunnya kualitas hidup.

RA dan penyakit penyertanya (komorbiditas) bahkan dapat menyebabkan kematian dini karena pada kasus keparahan yang bersifat lanjut (berat), RA dapat menyerang organ-organ penting, seperti mata, paru-paru atau pembuluh darah.

Prof Harry mengakui, hingga kini penyebab RA belum diketahui secara pasti. Tapi, beberapa faktor yang diduga dapat memicu terjadinya RA, antara lain infeksi kuman dan faktor keturunan.

Diagnosis RA harus ditegakkan dari gejala penyakit dan didukung oleh pemeriksaan laboratorium dan radiologis. Umumnya pasien mengeluh nyeri dan kaku sendi pada pagi hari yang berlangsung selama 60 menit. Nyeri dan kekakuan sendi ini berlangsung hampir setiap hari dan seringkali pula disertai kemerahan pada sendi yang nyeri tersebut. Sendi yang terkena pun cukup khas, karena seringkali menyerang sendi-sendi kecil, seperti sendi pada tangan dan pergelangan tangan dan umumnya terjadi secara simetris, yaitu menyerang bagian kanan dan kiri tubuh.

Pemeriksaan laboratorium menunjukkan adanya kelainan pada parameter-parameter yang menunjukkan peradangan seperti terjadinya peningkatan laju endap darah dan peninggian kadar creative protein (CRP). Pada tahap dini, pemeriksaan radiologis belum menunjukkan kelainan yang berarti.

Kendati belum diketahui pasti penyebabnya, penderita RA tidak perlu khawatir. Pasalnya, terdapat berbagai macam pengobatan RA yang bertujuan untuk mengurangi peradangan dan nyeri sendi. Selain itu, pengobatan juga dapat kembali memaksimalkan fungsi sendi, dan mencegah pemburukan kerusakan dan kelainan bentuk sendi. “Salah satu terobosan pengobatan yang dilakukan adalah dengan menggunakan biologic agent seperti etanercept,” papar Harry.

Etanercept merupakan obat biologis yang menangkap atau menghambat suatu protein dalam tubuh yang dinamakan tumor necrosis factor alpha atau TNF alpha. Jika dibiarkan TNF alfa, akan menyebabkan peradangan pada persendian. Etanercept secara efektif mengikat (menangkap) TNF alpha dan dengan demikian menghambat terjadinya peradangan. Dengan pemakaian etanercept yang tepat, gejala RA dapat secara signifikan dan seringkali secara cepat membaik.

Mengingat RA merupakan penyakit autoimun yang berlangsung lama, seharusnya pengobatan dengan obat biologis dilakukan dalam waktu yang cukup lama pula. Jadi, sangat tidak tepat jika obat biologis digunakan secara singkat.

“Kunci keberhasilan pengobatan RA ialah diagnosa dini dan pengobatan awal yang progressif, yaitu sesegera mungkin menggunakan obat pengubah perjalanan penyakit, disebut Disease Modifying Anti Rheumatic Drugs (DMARD), bila diagnosa telah ditegakkan,” ujar Harry.

RA merupakan penyakit yang tidak dapat disembuhkan, tetapi dapat dikontrol sampai tercapainya tingkat remisi (sembuh sementara), dimana gejala penyakit terutama terjadinya kerusakan sendi dapat dihentikan. Salah satu obat yang terbukti berhasil untuk tercapainya tingkat remisi adalah agen biologik. Bahkan, obat ini diharapkan dapat mendorong tercapainya remisi secara jangka panjang. (izn)

Sumber: PdPersi


Responses

  1. dimana bisa saya dapatkan obat agen biologik, dan dokter yang dapat saya hubungi

  2. Saya mau tanya, saya sering merasakan nyeri di pundak kanan dan leher kaku lalu kepala sebelah kanan jadi sakit dan kedua dengkul kaki saya juga suka sakit terutama pada musim dingin karena saya sekarang tinggal di Yunani, Athena. Apakah saya terkena rematik? atas jawaban nya saya ucapkan banyak terimakasih.

    • Tubuh perlu menyesuaikan diri dengan lingkungan yang baru, namun jika penyesuaian itu terlalu lama perlu kiranya dicurigai. Bisa jadi anda terkena rematik, namun untuk lebih memastikan sebaiknya diperiksakan ke dokter.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: