Posted by: Sps | May 25, 2009

Kanker paru intai perokok

Selama bertahun-tahun Willy asyik saja mengisap rokok kreteknya. Efek negatif rokok dianggapnya enteng, sampai suatu ketika dokter memvonisnya kanker paru-paru. Dalam hitungan bulan, kankernya merembet menjadi stadium empat. Kanker ganas itu juga menjalar ke organ anak ginjalnya.

Selama setengah tahun Willy aktif menjalani pengobatan dari minum obat hingga kemoterapi. Alhasil dua bulan lalu dokter yang merawatnya mengatakan tidak ditemukan lagi kanker di tubuhnya.

Staf Medik Fungsional Rumah Sakit Kanker Dharmais dokter Eddy Soeratman mengatakan hal itu merupakan keuntungan dari kemoterapi, semua sel kanker dikejar sampai habis. Dalam kasusnya, Willy amat beruntung.

Penderita stadium empat kanker paru-paru biasanya memiliki angka harapan hidup berkisar enam bulan. Pada beberapa kasus ada unsur keberuntungan, angka harapan hidup melebar menjadi lebih dari dua tahun atau sembuh.

Namun, tentunya setiap orang tidak ingin terkena kanker paru-paru. Pola hidup sehat harus selalu dijaga, sebab kanker paru-paru ditengarai rentan terjadi di tubuh laki-laki di atas 40 tahun, merokok, dan kerap bersinggungan dengan polutan.


Dokter sekali lagi menggarisbawahi bahwa rokok amat erat kaitannya dengan kanker paru-paru. Sebagian lagi karena sejarah genetik, apabila ada hubungan darah dengan penderita kanker, ada potensi seseorang mengidap kanker paru-paru.

“Mayoritas kasus kanker paru berhubungan dengan aktivitas merokok, makanya lebih baik jangan merokok,” kata Eddy.

Rokok memang terkenal sebagai pembunuh berdarah dingin, herannya jumlah perokok tetap saja banyak. Tercatat setidaknya ada 1,26 miliar perokok di dunia, 800 juta orang di antaranya berada di negara berkembang.

Sekitar 4 juta orang meninggal karena rokok, diperkirakan pada 2020 korbannya mencapai 10 juta orang, yang mana 70%-nya dari negara berkembang.

Menurut WHO, penduduk Indonesia mengonsumsi 215 miliar batang rokok per tahun. Sebanyak 59% nya laki-laki, sisanya perempuan. Dari angka 60 juta perokok, 80%-nya mengisap rokok kretek dengan kadar tembakau 60%-70%.

Picu kanker

Dalam satu batang rokok mengandung 4.000 jenis zat kimia a.l. amonia, aceton, dan arsenik. Selain itu, ada juga 400 jenis zat toksin (racun), dan 40 macam karsinogen yang dapat memicu kanker. “Nikotin menimbulkan ketagihan, merangsang kerja otak dan menurunkan kecerdasan,” ujar Eddy.

Menurut dia, rokok bisa menyulut berbagai macam kanker, tidak hanya kanker paru-paru. Bisa kanker mulut, tenggorokan, kerongkongan, esofagus, pankreas, ginjal, saluran kencing, pangkal rahim, dan masih banyak lagi.

Kanker adalah pertumbuhan sel yang tidak normal, tumbuhnya menyebar dan mendesak organ vital. Pendeteksian dini kanker paru-paru sulit sekali dilakukan, berbeda misalnya dengan kanker leher rahim (serviks).

Parahnya, sebagian besar atau 80%-90% penderita kanker paru-paru datang memeriksakan diri ke dokter saat memasuki stadium lanjut. Biasanya, mereka baru merasakan perlu datang ke dokter ketika saluran napasnya sesak dan batuknya mengeluarkan darah.

Kalau ada gejala seperti TBC, yakni sesak napas dan batuk darah harus di tes juga apakah mengidap kanker paru-paru. Biasanya kalau diobati dengan obat TBC gejala tadi tidak juga reda, kemungkinan ada potensi orang tadi menderita kanker paru-paru.

Kanker paru juga bisa datang dari parut bekas TBC di paru-paru, tapi angkanya sedikit sekali. Kanker jenis ini bisa menyebar ke otak, paru-paru sebelahnya, dan anak ginjal.

Eddy mengatakan banyak pasiennya datang dengan tangan atau bagian tubuh lain membengkak dan berwarna biru. Sel kanker yang membesar, mendesak organ dalam sehingga menimbulkan pembengkakan dan biru-biru.

Biasanya, dokter akan melakukan penyinaran untuk menghilangkan pembengkakan, baru diobati. Pengobatan kanker paru-paru tahap awal biasanya dilakukan operasi pengangkatan tumor.

Apabila memasuki tahap lanjut akan dilakukan radioterapi untuk mematikan sel tumor. Tahapan lebih lanjut lagi adalah kemoterapi, yakni terapi sistemik yang dilakukan ke seluruh tubuh dengan memasukkan obat melalui pembuluh darah.

Obat yang digunakan adalah obat kemoterapi (sitotastika) yang dapat membunuh sel kanker. Obat kemoterapi berkhasiat membunuh sel kanker yang ada di dalam aliran darah.

Efek samping dari pemberian obat kemoterapi memang ada, tergantung jenis obat yang digunakan. Tapi efeknya tidak sama antara satu orang dan lainnya. Dapat dipastikan efek terapi yang didapatkan akan lebih besar daripada efek samping yang dijumpai. Biasanya efek samping akan timbul pada hari 1-10 pemberian obat kemoterapi.

Efek samping yang dapat timbul di antaranya mual, muntah, dan tidak nafsu makan. Diare, sariawan, rambut rontok, dan penurunan jumlah darah putih juga sering dialami pasien yang dikemoterapi.

Eddy menyarankan agar segera menghentikan kebiasaan merokok. Orang yang berhenti merokok sekarang saja, baru akan kelihatan efeknya 10 tahun mendatang.

Pemerintah diminta tegas untuk memasang foto penyakit kanker paru-paru dan pasiennya di bungkus rokok. “Setidaknya langkah kecil seperti yang sudah dilakukan pemerintah Thailand mencantumkan gambar kanker paru-paru di bungkus rokok bisa diterapkan di sini.”(redaksi@bisnis.co.id)

Noerma Komalasari

Sumber: Bisnis Indonesia


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: