Posted by: Sps | May 20, 2009

7 Masalah Asmara dan Pemecahannya

Ulasan singkat mengenai bagaimana mengatasi ketujuh masalah paling umum dalam suatu hubungan ini akan mengembalikan kehidupan cinta Anda sesuai jalur.

Setiap hubungan–bahkan yang paling bahagia sekalipun, tak pernah bisa luput dari masalah. Ada baiknya Anda mengetahui masalah yang paling umum muncul dalam kehidupan percintaan, termasuk pernikahan, sehingga Anda bisa lebih siap dan memiliki cara paling efektif menyelesaikannya.

Scott Haltzman, MD, profesor psikologi di Brown University mengatakan, “Dengan mengetahui gambaran suatu hubungan, dari yang indah, buruk, terburuk, Anda akan bisa lebih memahami, dan Anda tidak akan berharap sesuatu yang tidak realistis.”


Idealnya, topik-topik umum seperti keuangan, seks, dan anak-anak harus dibicarakan sebelum Anda dan pasangan memutuskan untuk hidup bersama. Namun, meski telah sepakat untuk hal-hal tersebut, tidak berarti hubungan akna sepi dari masalah.

Inilah tujuh masalah umum yang paling sering muncul dalam sebuah hubungan, serta bagaimana cara mengatasinya.

1. Kurangnya kepercayaan

Kepercayaan merupakan bagian penting dalam sebuah hubungan. Ini bukan hanya masalah kepercayaan akan masih berlakunya prinsip monogami, atau dalam kata lain, tidak adan orang ketiga dalam hubungan. Kepercayaan ini juga menyangkut kepercayaan apakah Anda dan pasangan masih saling mencintai. Ini bisa jadi masalah besar bila tidak dibicarakan serius.

Pemecahannya, adalah mengkomunikasikannya. Anda dan pasangan perlu membicarakan perasaan masing-masing. Apa sebenarnya yang membuat Anda kehilangan kepercayaan kepada pasangan atau mengapa Anda meragukan komitmennya.

2. Seks

Bahkan dalam hubungan antara dua orang yang saling mencintai sekalipun, masalah seks bisa saja muncul. Masalah seksual ini biasanya berkaitan dengan frekuensi, kepuasan, tipe seksual, dan keintiman dalam hubungan. Seiring berjalannya waktu, tipe hubungan seksual bisa berubah. Banyak pasangan yang telah lama hidup bersama merasa baik-baik saja dengan frekuensi bercinta yang lebih santai, namun ada yang justru semakin bergairah begitu anak-anak sudah besar.

Pembicaraan mengenai seks ini perlu, tak hanya untuk menyelesaikan masalah yang ada, tetapi untuk meningkatkan kualitas hubungan, seperti mengungkapkan fantasi, seberapa sering Anda menginginkannya, bagaimana caranya, apa yang ingin Anda coba, dan sebaliknya.

Pembicaraan ini, bagi perempuan, bisa memberikan efek keintiman, meski bagi Anda tidak selalu berarti demikian.

3. Kurang komunikasi

Banyak dari kita yang menilai melakukan pekerjaan sehari-hari adalah bentuk komunikasi. Namun komunikasi yang sesungguhnya adalah membagi harapan, impian dan pemikiran bersama. Bukan hanya berbicara mengenai siapa yang harus memasak, siapa yang harus menjemput anak-anak, atau pembagian kerja lainnya.

Biasakan meluangkan waktu, minimal lima menit saja, untuk membicarakan hal lain selain pekerjaan, jadwal sehari-hari, dan anak-anak. Pembicaraan ini tak harus dilakukan langsung, bila tidak sempat bertemu, bisa lewat telepon, atau email.

4. Masalah keuangan

Masalah ini cukup sensitif, dan banyak orang tak mau membicarakannya. Tapi ini penting. Hal-hal yang penting dibahas adalah siapa yang berhak mengatur keuangan keluarga, siapa pencari nafkah utama, apakah perlu menabung, berapa jumlah tabungan.

Idealnya, sebaiknya Anda meluangkan waktu untuk membicarakan masalah keuangan ini. Buatlah daftar tujuan jangka panjang dan jangka pendek dalam keuangan, seperti berapa jumlah pengeluaran dan tabungan. Keterbukaan dalam masalah keuangan ini penting. Meski ada salah satu pihak yang bertugas mengatur keuangan, tetapi pihak yang lain harus ikut terlibat.

5. Pembagian tugas

Masalah semacam ini bisa menjadi sumber konflik. Pembagian tugas memang tidak bisa persis 50-50 persen, tetapi harus adil. Untuk mengatasinya, diskusikan harapan Anda, dan apa yang ingin Anda bagi bersama. Lakukan kompromi, agar tidak ada salah satu pihak yang merasa dirugikan.

6. Manajemen konflik

Setiap hubungan selalu diwarnai konflik. Persoalannya bukan pada sedikit atau banyaknya konflik, tetapi bagaimana cara mengelolanya. Agar konflik bisa cepat diatasi, Anda dan pasangan harus menghindari tingkah laku yang merusak seperti suka berteriak, acuh, diam, atau mencoba menghindar.

Perbaiki kemampuan komunikasi Anda, agar lebih mudah menyelesaikan konflik. Dengarkan baik-baik apa yang dikatakan pasangan, jangan malah sibuk dengan pikiran Anda sendiri. Juga, perhatikan waktu. Jangan membicarakan masalah penting saat pasangan tampak sedang lelah, atau saat ada anak-anak.

7. Memelihara kecocokan

Kecocokan bukan hanya selalu berarti memiliki hobi atau minat yang sama. Kecocokan, lebih pada cara pandang yang sama mengenai suatu masalah. Pasangan yang memiliki sudut pandang sama dalam masalah anak-anak, agama, dan gaya hidup, cenderung dapat bertahan lebih awet dalam hubungan mereka.

Dan, yang tak kalah penting, adalah rasa saling menghormati. Boleh saja Anda dan pasangan tidak sependapat, tetapi jangan sampai permasalahan itu mempengaruhi hubungan yang Anda jalani.

Sumber: SuaraMerdeka


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: