Posted by: Sps | March 20, 2009

Sehat ala Mr. & Mrs. Juice

Di masyarakat belahan dunia Barat, jus buah adalah minuman wajib saat sarapan. Fanatisme minum jus di Indonesia belakangan mulai tumbuh di kalangan selebriti. Ssst…mereka minum jus buah supaya sehat dan berkulit cemerlang dan lebih penting lagi: langsing menawan!

Pasokan wortel dan tomat bisa dipastikan selalu ada di lemari es artis sinetron Ingrid Kansil. Perempuan cantik yang main di sinetron laris Cahaya itu setiap hari membutuhkan wortel dan tomat untuk dijus.

Banyak manfaat postif yang dipetik Ingrid dari minum jus wortel tomat itu setiap hari. “Buang air besarku lancar. Selain itu, aku nggak pernah sakit sariawan atau punya masalah gusi. Tubuhku juga lebih fit dan jarang sakit. Terus, kata orang, aku kelihatan awet muda, hehehe,” tutur perempuan cantik kelahiran Cianjur, 9 November 1976 ini.

Jus wortel dan tomat itu adalah senjata Ingrid untuk tampak menawan dari dalam. Dari luar dia juga “habis-habisan” menjaga kecantikan tubuhnya. Untuk menjaga kecantikan rambut, wajah, dan kulitnya yang setiap hari “disiksa” riasan saat syuting sinetron, dia mengeluarkan duit jutaan rupiah untuk perawatan di salon. “Tetapi, perawatan dari luar itu tidak cukup,” katanya.

Keajaiban jus buah jeruk dan apel juga dialami Angela Prisa, artis sinetron Inikah Rasanya itu. Dirumahnya selalu tersedia satu kardus besar buah jeruk dan apel yang siap untuk dijus. “Dalam sehari aku bisa menghabiskan sepuluh buah jeruk untuk dijus,” kata gadis kelahiran 26 Maret 1985 ini.

Sejak rutin minum jus jeruk dan apel, kulit Angela jadi tampak lebih bening dan halus, sehingga amat membantu penampilannya saat syuting sinetron. “Aku juga rajin luluran, tetapi yang amat membantu membuat kulitku jadi lebih cling ya jus buah itu,” ungkap pemain sinetron yang melakukan debutnya di sinetron Bidadari 2 itu.

Dewi Sandra, Dessy Ratnasari, Rieke Diah Pitaloka, Maudy Kusnaedi adalah nama-nama ternama di jagad dunia hiburan Indonesia yang mengaku rajin minum jus. Berkat rajin minum jus, kulit para pesohor itu lebih berkilau dan memukau dibandingkan dengan orang kebanyakan.

Viagra alami

Bukan sulap, bukan sihir. Minum jus buah kaya vitamin C memang bisa bikin kulit jadi lebih berkilau. “Vitamin C bekerja keras memperbaiki kolagen dalam kulit. Kolagen yang sehat inilah yang menjadikan kulit jadi terlihat elastis dan kenyal. Efek menyendngkan vitamin C untuk kecantikan adalah mencerahkan kulit. Kulit cerah bukan berarti menjadi putih. Di sini vitamin C tidak mengubah sel-sel melanin yang membuat kulit jadi lebih cokelat. Dengan vitamin C, kulit jadi terlihat lebih bersih dan bersinar-sinar,” papar Dr. Catherine Tjahjadi dari Clinique Suisse.

Di dunia Barat, jus adalah minuman orang kebanyakan. Selain susu dan sereal, jus jeruk adalah menu wajib sarapan masyarakat di belahan dunia Barat. Sarapan jus buah itu membuat warga Barat jadi lebih sehat dan produktif.

“Jus buah ini kaya akan vitamin C, zat yang sangat baik untuk membantu penyerapan zat besi. Karenanya, kasus anemia terhitung rendah di negara Barat. Di sana nyaris tak ada orang yang tampak lemah, letih, lesu, dan loyo di tempat kerja,” kata Dr. Samuel Oetoro, MS, dokter ahli gizi dari Semanggi Specialist Clinic, Jakarta.

Di kalangan selebriti Hollywood, jus diminum selain untuk kesehatan, juga untuk penampilan dan bahkan untuk kesuburan. Penyanyi gaek Mick Jagger contohnya. Di usia yang terhitung senja, dia rutin minum jus buah goji berry yang ditanam di Pegunungan Himalaya. Bukan hanya Jagger yang keranjingan minum jus goji berry, tetapi juga Madonna, Elizabeth Hurley dan Mischa Barton.

Karena diminum para seleb, orang kebanyakan juga ikut-ikutan meneguk jus buah yang harga perliternya jika dirupiahkan lebih dari Rp 600 ribu itu. Para pesohor itu minum jus goji berry karena buah itu dianggap sebagai makanan super berkat kandungan vitamin C-nya yang super dibandingkan dengan jeruk, kandungan betakaroten yang melebihi wortel, dan zat besi yang melebihi daging merah.

Ada lagi, seperti dirilis BBC News, betakaroten dalam buah itu bagus untuk memerangi penyakit jantung, melindungi tubuh dari kanker dan melindungi kulit dari kerusakan karena sinar matahari. Buah goji berry dianggap antioksidan super dan mengandung vitamin B yang bisa melindungi tubuh dari reaksi kimia merugikan di dalam tubuh.

Bukan itu saja, jus buah goji berry didewa-dewakan sebagai viagra karena diduga bisa meningkatkan kesuburan dan potensi seksual. Mick Jagger rajin minum jus buah super itu karena dikabarkan dia ingin punya anak lagi dengan pacar terakhirnya.

Di Inggris, jus goji berry yang dijual di kawasan elit seperti Notting Hill dan laris manis dibeli kalangan elit. Dijual dengan harga premium, jus buah itu termasuk barang mahal unfuk kalangan kebanyakan, yang biasa minum jus apel atau jeruk.

“Kedengarannya seperti buah yang luar biasa, tetapi satu sajian buah itu tidak langsung mengubah hidup Anda,” kata ahli gizi Jacqui Lowdon dari University Hospital, Cardiff, Inggris. “Dibutuhkan kombinasi banyak hal untuk mendapatkan hidup sehat: berat badan sehat, hati-hati mengonsumsi lemak dan jenis lemaknya, asupan serat, vitamin, dan asupan air.”

Meskipun begitu, Lowdon mengatakan sah-sah saja minum jus mahal demi menjaga kesehatan.

Sarana detoks

Buat orang yang terkena demam hidup sehat dan yoga, jus adalah minuman wajib selain air putih. Jus bagi para yogi adalah sarana untuk membersihkan diri. Dengan mengonsumsi jus alami dari sayur dan buah, tubuh seperti dibersihkan dari racun yang secara sengaja dan tidak masuk ke tubuh kita lewat makanan, kosmetik, asap rokok, polusi udara, dan lain-lain.

Karena makanan dan lingkungan hidup yang makin penuh dengan racun, istilah detoksifikasi jadi makin mengemuka. Membersihkan diri atau detoksifikasi dengan metode beberapa hari semata-mata minum jus menjadi semakin diminati.

Terlebih lagi ketika Gwyneth Paltrow, Cate Blanchet, dan Angelina Jolie berhasil mengembalikan tubuh langsing setelah melahirkan dengan diet detoksifikasi. Beyonce Knowles kabarnya juga berhasil menurunkan berat badan untuk main di film Dreamgirls berkat diet detoks.

Membersihkan diri dengan hanya minum jus adalah bagian dari diet detoks. Dengan cara ini, dalam waktu tertentu kita hanya mengonsumsi jus buah dan sayuran mentah.

Ada syarat tertentu

Jus buah dan sayur adalah sumber vitamin dan antioksidan yang baik, sehingga dianggap baik untuk tubuh. Bagi beberapa orang, cara detoks ini lumayan merepotkan dan perlu kehati-hatian karena seharian kita tidak mengonsumsi makanan padat. Meskipun demikian, ada juga cara detoks yang lebih moderat, yang mengizinkan kita menyantap makanan padat tertentu.

Wanita hamil dan menyusui, anak-anak, diabetesi, penderita gula darah rendah, berat badan terlalu rendah, penderita penyakit ginjal, hati, infeksi, anemia, tekanan darah rendah, kanker, dan penyakit lainnya tidak disarankan mengikuti detoksifikasi dengan cara ini. Orang yang baru saja dioperasi juga tidak boleh melakukan detoksifikasi ini.

Lalu, orang yang harus minum obat-obatan tertentu juga harus berkonsultasi dengan dokter sebelum mencoba diet jus ini. Sebab diet jus dapat mengurangi protein darah dan mengubah reaksi obat-obatan resep dokter di dalam tubuh.

Selain harus bertubuh sehat, diet ini membutuhkan syarat-syarat tertentu. Sekitar sepekan sebelum puasa hanya minum jus, kita harus bebas dari alkohol, nikotin, kafein, gula, susu, gandum, daging, ikan, telur. Sebaliknya, kita harus banyak makan sayur, buah, dan kacang-kacangan. Lebih baik lagi jika sayur, buah, dan kacang-kacangan itu organik.

Dalam sehari, sekitar 1-2 kilogram buah yang dijus direkomendasikan untuk dikonsumsi. Buah yang biasa dijus saat diet ini adalah seledri, wortel, kubis, apel, nanas, bayam, bit, dan lain-lain. Meskipun sudah minum jus, jangan lupa juga meneguk enam gelas air putih hangat.

Berisiko kurang vitamin

Detoksifikasi akan lebih berhasil jika jus buah yang diminum selama puasa itu adalah produk organik. Jika tak ada, disarankan agar kulit buah dikupas dengan baik dan sayuran dicuci untuk membersihkannya dari racun pestisida atau bahan kimia lain.

Lantas, bagaimana mekanisme kerja detoksifikasi itu?

“Pada dasarnya detoksifikasi adalah secara temporer berhenti mengonsumsi makanan yang dipercaya mengandung racun seperti daging, gula, susu, dan kafein. Diet detoksifikasi biasanya dimulai dengan puasa, diikuti diet ketat jus buah dan sayuran mentah serta air,” jawab Jennifer K. Nelson, ahli gizi dari Mayo Clinic, Amerika Serikat.

“Umumnya orang merasa lebih baik dan lebih ringan, lebih fokus serta berenergi selama dan setelah menjalani detoksifikasi. Ini mungkin karena mereka percaya mereka melakukan sesuatu yang baik untuk tubuh mereka. Mungkin juga karena karena tak makan terlalu banyak selama beberapa hari. Pembatasan kalori memang dapat menyebabkan perasaan psikologis lebih sehat,” tutur Nelson.

Meski begitu, ia mengingatkan efek samping dari puasa selama detoksifikasi. “Salah satunya adalah sakit kepala. Puasa berkepanjangan atau pembatasan kalori gila-gilaan dapat menyebabkan anemia, gula darah rendah, dan detak jantung tak teratur. Karena itu, sebelum memutuskan puasa atau menjalani diet detoksifikasi, bicarakan ini dengan dokter Anda,” katanya.

Detoks seperti ini, yang dilakukan berulang kali atau dalam jangka panjang, juga memiliki risiko buat kita menjadi kekurangan vitamin, otot berkurang, dan mengalami masalah gula darah. Kadang juga buang air besar bermasalah karena sering menjadi encer.

“Dalam jangka panjang, diet dengan cara ini membuat otot berkurang dan kita jadi kekurangan vitamin,” ujar Lona Sandon, ahli diet dari Dallas, AS, dan juru bicara American Dietetic Association.

Kekurangan vitamin dan mineral gara-gara diet, sejatinya malah membuat lemah tubuh dan tak mampu mengalahkan inflamasi dan infeksi. Sandon lebih menyarankan diet gizi seimbang yang terdiri dari asupan sayuran, buah, biji-bijian, daging tanpa lemak, dan lemak tak jenuh. Ditambah olahraga teratur dan teknik pengurangan stres, tubuh jadi lebih sehat.

Mengapa Harus Dijus?

Mengapa harus jus, bukankah sayuran dan buah dalam bentuk aslinya juga sehat? Bukankah jus lebih miskin serat dibandingkan dengan buah dan sayuran dalam bentuk aslinya?

Michael T. Murray, ND, dalam bukunya, The Complete Book of juicing, membenarkan bahwa kita membutuhkan serat dalam sayuran dan buah. “Tetapi, kita juga butuh jus. Serat dibutuhkan untuk menurunkan kadar kolesterol. Jus dibutuhkan karena kandungan gizinya,” tulis Murray.

Secara rinci ia menjelaskan bahwa tubuh kita mengubah makanan menjadi berbentuk jus supaya mudah diserap tubuh. Mengonsumsi jus berarti membantu proses pencernaan dengan mempercepat penyerapan nutrisi kualitas tinggi yang terkandung dalam jus. Hasilnya, tingkat energi tubuh lebih meningkat. Kita jadi lebih fit dan jarang sakit.

Murray menguraikan bahwa kandungan gizi di dalam jus tergolong lengkap. Ia pun menyarankan untuk memulai sarapan pagi dengan segelas jus, bukan kopi. Dalam segelas jus terdapat air, protein, karbohidrat, asam lemak esensial, vitamin, dan mineral. Juga terdapat enzim, karoten, flavonoid, dan klorofil, yang semuanya sangat menyehatkan.

Air yang terkandung dalam buah-buahan yang dijus jelas air alami bebas klorin dan fluoride. Sayur dan buah sering dianggap sebagai sumber protein yang miskin. Namun, bila 16 ons wortel dijus, bisa menyumbang 5 gram protein. Sumber karbohidrat kompleks bisa diperoleh dari sayuran dan kacang-kacangan.

Lemak yang ada di dalam jus sayur dan buah-buahan adalah jenis yang menyehatkan, yaitu asam lemak esensial, asam linoleik dan asam linolenik. Asam lemak ini berperan penting sebagai komponen sel saraf, membran sel, dan zat sejenis hormon di dalam tubuh. Dan tak kalah penting adalah kandungan vitamin dan mineral dalam jus.

Vitamin bersama enzim berperan dalam reaksi kimia yang penting untuk fungsi tubuh, termasuk produksi energi. Sementara mineral diperlukan untuk menyusun komposisi tulang, darah, dan pemeliharaan fungsi sel.

Jus segar sering disebut makanan “hidup” karena enzim. Zat ini hanya terdapat dalam makanan mentah seperti jus karena sangat sensitif terhadap panas. Enzim ini akan membantu proses pencernaan makanan. Bila makanan dicerna oleh enzim yang terdapat dalam makanan, tubuh akan mengeluarkan lebih sedikit enzim. Ini akan membuat energi vital di dalam tubuh dialihkan dari mencerna makanan ke fungsi tubuh yang lain, seperti perbaikan dan peremajaan tubuh.

Jus membutuhkan sedikit energi untuk mencerna, hanya lima menu. Bandingkan dengan makanan berat seperti steik dan kentang yang tinggal dalam perut selama empat jam dan tubuh bekerja keras mencernanya, sehingga energi terkuras. Jadi, jus memberi energi yang tinggi untuk tubuh.

Lebih Sehat Jus Buatan Sendiri

Manfaat terbaik dari jus hanya bisa diperoleh dari jus segar buatan sendiri. Jus yang sudah diolah, dikemas, dan dijual di toko telah kehilangan zat-zat bermanfaatnya. Malahan mungkin ke dalamnya ditambahkan zat aditif dari bahan sintetis yang justru tidak bermanfaat untuk kesehatan.

Jus segar berisi enzim dan kandungan zat “hidup”. Enzim dalam jus ini tidak tahan panas, sehingga jus yang telah melalui proses pasteurisasi tidak mengandung enzim ini. Vitamin dan mineral di dalam jus olahan juga sudah jauh berkurang.

Ini terbukti dari sebuah penelitian di Amerika Serikat yang membandingkan efek antivirus yang terkandung dalam jus apel segar dengan jus olahan. Hasilnya, aktivitas antivirus hanya ditemukan di jus apel segar. Pasteurisasi pada jus olahan menyebabkan enzim yang berguna untuk aktivitas antivirus mati.

Supaya jus segar bermanfaat secara optimal, harus segera diminum begitu selesai dibuat, tidak boleh disimpan terlalu lama. Buah dan sayuran akan kehilangan kandungan zat gizinya bila dimasak dan dibiarkan terbuka kena udara terlalu lama. Contohnya, irisan mentimun akan kehilangan vitamin C sebanyak 41-49 persen bila dibiarkan begitu saja selama 3 jam. Bila tidak memungkinkan untuk segera meminumnya, simpan jus di dalam termos atau wadah yang tertutup rapat di dalam kulkas.

Hati-hati pula dengan gula yang terkandung dari jus buah-buahan. Meski gula alami dari buah itu sendiri, batasi konsumsi jus sehari-hari dan jangan terlalu banyak. Penderita hipoglikemia, gout, dan diabetes harus hati-hati dengan rasa manis jus dan sebaiknya berkonsultasi dengan dokter sebelum memasukkan jus dalam menu harian.

Salah satu cara untuk menyiasati kandungan gula ini adalah menyantap makanan bersama dengan jus. Langkah ini akan memperlambat penyerapan gula. Dan jangan lupa minum segelas air putih.

Gizi Komplet dalam Segelas Jus

Apa saja kandungan zat gizi dalam segelas jus? Dr. Inayah Budiasti, Sp.GK, dokter ahli gizi dari Hang Lekiu Medical Center, menguraikannya untuk Anda:

1. Jus segar memberikan protein, karbohidrat, asam lemak esensial, serta vitamin dan mineral yang dengan mudah dapat diserap tubuh.

2. Jus buah dan sayuran segar kaya akan potasium dan rendah sodium. Keseimbangan seperti ini berperan penting dalam menjaga kesehatan pembuluh darah jantung dan mencegah kanker.

3. Jus memiliki enzim yang penting untuk saluran pencernaan dan penyerapan zat gizi makanan.

4. Jus dari sayuran dan buah warna hijau, merah, ungu, dan kuning mengandung antioksidan kuat jenis karoten yang berguna untuk menetralkan sel kanker akibat radikal bebas dan memperpanjang usia harapan hidup.

5. Bromelain dalam jus nanas bermanfaat mengurangi artritis, mencegah bengkak setelah trauma, mengurangi sinusitis dan nyeri tenggorokan, serta menurunkan nafsu makan.

6. Flavonoid yang terdapat dalam jus buah dan sayuran bermanfaat antiperadangan, antialergi, antivirus, dan antikarsinogenik atau menghalau zat-zat yang potensial menyebabkan kanker.

7. Asam elagik yang terdapat dalam buah stroberi bermanfaat antikanker.

8. Zat proanthocyanidin dalam jus buah kranberi bermanfaat menghentikan perlekatan bakteri berbahaya yang ada di dinding buli-buli, sehingga bermanfaat menurunkan risiko terjadinya infeksi saluran kemih.

9. Kandungan bioflavonoid dalam tomat bermanfaat memperkuat pembuluh kapiler, sehingga menjamin tidak terbentuknya kantong berair di kulit alias selulit. Selain itu, likopen dalam tomat juga merupakan antioksidan kuat yang terkait dengan penurunan risiko kanker prostat.

Rahasianya Ada pada Flavonoid

Flavonoid adalah zat yang umum terdapat dalam sayur dan buah. Jus, herbal, dan pollen diketahui berkhasiat obat berkat kandungan flavonoidnya. Flavonoid berfungsi sebagai pelindung terhadap stres dari lingkungan seperti zat penyebab alergi, virus, atau zat penyebab kanker.

Dengan kata lain molekul flavonoid ini adalah zat antioksidan aktif yang bila dikonsumsi tubuh bisa membantu melawan berbagai oksidan dan radikal bebas penyebab penuaan, kanker, jantung, dan penyakit degeneratif lainnya.

Sel radikal bebas dihasilkan dari proses metabolisme seperti pembentukan energi, reaksi detoksifikasi, dan mekanisme kekebalan tubuh. Oksigen yang kita hirup sehari-hari banyak mengandung zat beracun yang merusak sel tubuh kita. Sel radikal bebas alami ini masih ditambah radikal bebas dari lingkungan seperti asap rokok, obat kemoterapi, pestisida, asap polusi kendaraan, makanan gorengan, alkohol, dan sebagainya. Semua zat itu menekan mekanisme antioksidan di dalam tubuh.

Timbunan sel radikal bebas di pembuluh darah dapat menyebabkan tersumbatnya pembuluh darah dan memicu penyakit jantung. Kemoterapi menurunkan kekebalan tubuh karena tumpukan sel radikal bebas. Sementara sel-sel radikal bebas di kulit dapat menyebabkan penuaan dini.

Tak heran, jus amat bermanfaat untuk menjaga kulit agar tetap cantik dan awet muda, karena kandungan antioksidan yang mampu mengusir sel radikal bebas. Selain itu, kulit jadi tampak lebih cerah dan berseri-seri dengan konsumsi jus secara teratur.

Zat flavonoid dalam sayur dan buah juga bermanfaat untuk mengatasi keluhan persendian seperti rematoid artritis, gout, atau pembengkakan yang melibatkan tulang dan persendian. Flavonoid ini memperkuat jaringan penyangga kolagen, yang ditemukan di otot dan jaringan persendian tulang.

Flavonoid juga mencegah kerusakan akibat radikal bebas di daerah tersebut.

Sumber: Senior


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: