Posted by: Sps | November 19, 2008

Mencegah Berat Badan Melar

Sudah banyak orang tahu, kegemukan membuat orang dekat dengan penyakit. Namun, menurunkan berat badan juga seringkali susah dilakukan. Upaya tepat apa yang mesti dilakukan supaya tubuh tidak melar

Dunia komedi di Tanah Air kehilangan sosok ramah dan bersahabat yang dikenal sebagai Big Dicky. Pria bernama asli Agung Firmansyah ini tutup usia. Ia yang dijuluki Big karena memang berbadan besar, setiap pagi setia tampil mengocok perut pemirsa lewat acara Ngelenong Nyok. Kekocakannya itu kini hanya tinggal kenangan.


Penyempitan jantung dan kebocoran paru-paru membuat hidupnya tidak begitu lama di dunia. Ia dirawat di RS MMC Kuningan, Jakarta Selatan. Sejak masuk rumah sakit hingga meninggal, Big Dicky koma di ruang ICU. Dokter yang menanganinya sempat menyatakan bahwa penyakitnya muncul akibat kegemukan.

Sebelum sakit Big Dicky sempat berpesan kepada Irfan Hakim, teman mainnya dalam sitkom lenong, agar menjaga berat badan. “Jangan seperti saya, tidak enak banget, seperti orang yang sedang menggendong karung seberat satu kuintal,” ujar Irfan menirukan keluhan Dicky.

Ancaman Kegemukan

Big Dicky mengalami gejala yang disebut obesitas, kondisi yang disinyalir bakal mewabah di seluruh dunia. Kasus Big Dicky mengingatkan betapa kegemukan telah mengancam dunia. Kita mesti prihatin karenanya. Coba kita perhatikan di sekolah-sekolah tingkat pertama! Anak-anak zaman sekarang bertubuh bongsor dan tampak buncit perutnya.

Prof. Askandar Tjokroprawiro, Sp.PD-KEMD, menyatakan lebih dari satu miliar orang dewasa di dunia ini menderita karena bobot tubuh yang melar tak terkira (indeks massa tubuh lebih dari 30 kg/m2). Sekitar 300 juta di antaranya taraf kegemukannya sedang (indeks massa tubuh di atas 25 kg/m2).

“Indonesia menduduki peringkat kelima sebagai negara yang penduduknya menderita diabetes melitus. Dan yang pasti, semua itu ada kaitannya dengan kegemukan,” ujar Prof. Ketut Suastika, Sp.PD.

Kegemukan yang dimaksud di sini terutama yang ada kaitannya dengan melarnya lingkar pinggang. Perut buncit tepatnya. Bisa jadi perawakan seseorang tidak kelihatan gemuk dan memang tidak gemuk, tetapi perutnya membuncit. Ini yang harus diwaspadai.

Tentu saja kegemukan secara umum yang terkait dengan indeks massa tubuh juga menyumbang masalah. Tak sekadar memperburuk penampilan, tetapi juga tidak menyehatkan.

Ada 60 Hormon

Sekurangnya ada 60 hormon yang dikeluarkan oleh sel-sel lemak perut. Payahnya, sebagian hormon ini sifatnya patogenik atau berbahaya bagi tubuh kita sendiri. Sekadar tahu, sebut saja asam lemak, leptin, adiponektin, resistin, dan peptida spesifik merupakan hormon-hormon yang dilepas sel lemak.

Pasukan hormon inilah yang menyebabkan munculnya masalah seperti resistensi insulin, naiknya tekanan darah, meradangnya pembuluh darah yang mengakibatkan terjadinya pengerasan dan penyempitan. Kadar kortisol, si peningkat stres, juga ikut naik.

Tak heran, pada orang kegemukan, penyakit seperti stroke, jantung, diabetes melitus, tekanan darah tinggi, gangguan kolesterol, dan penyakit degeneratif lain muncul. Koleganya, DR. Dr. Sidartawan Soegondo, Sp.PD-KEMD, menegaskan, “Yang perlu kita waspadai dalam hal ini adalah lemak perut, bukan lemak di bawah kulit perut.”

Lemak-lemak ini bisa langsung menyebar ke hati, jantung, dan organ vital lain. Bila makanan dan kebiasaan hidup kita kurang sehat, lemak bakal mudah tersimpan di sana.

Intinya, masukan energi mesti sesuai kebutuhan tubuh dan keluarnya energi sebanyak asupan yang kita makan. Saran untuk memperbanyak olahraga, mengurangi konsumsi makanan tinggi lemak, gula, garam, serta mengelola stres merupakan kunci penting bagi program pengecilan perut.

Sumber: Senior


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: