Posted by: Sps | June 2, 2009

Sehat dan Awet Muda Bersama Kerang

Selain rasanya yang nikmat, kerang mengandung zat-zat gizi yang menyehatkan dan bisa membuat awet muda, hidangan laut ini pun mengandung lemak yang baik buat tubuh.
Munculnya berbagai penyakit akibat konsumsi daging hewan, seperti antraks, penyakit mulut dan kuku, serta sapi gila, telah mendorong minat masyarakat untuk meningkatkan konsumsi produk perikanan. Isu kolesterol tinggi dalam berbagai produk olahan daging dan telur juga merupakan angin segar bagi berkembangnya makanan asal laut.
Hidangan yang berasal dari laut, seperti tumbuhan dan hewan laut, secara umum dikenal dengan istilah seafood. Hewan laut tersebut dapat berasal dari hasil tangkap, pancingan, maupun hasil budidaya.

Selain rasanya yang nikmat, kerang mengandung zat-zat gizi yang menyehatkan dan bisa membuat awet muda, hidangan laut ini pun mengandung lemak yang baik buat tubuh.

Munculnya berbagai penyakit akibat konsumsi daging hewan, seperti antraks, penyakit mulut dan kuku, serta sapi gila, telah mendorong minat masyarakat untuk meningkatkan konsumsi produk perikanan. Isu kolesterol tinggi dalam berbagai produk olahan daging dan telur juga merupakan angin segar bagi berkembangnya makanan asal laut.

Hidangan yang berasal dari laut, seperti tumbuhan dan hewan laut, secara umum dikenal dengan istilah seafood. Hewan laut tersebut dapat berasal dari hasil tangkap, pancingan, maupun hasil budidaya.


Keberadaan seafood ini sudah dikenal sejak zaman purba. Pemanfaatan makanan laut sebagai sumber protein bahkan sudah dikenal oleh bangsa Mesir kuno. Pada masa itu, ikan umumnya diperoleh dari Sungai Nil dan juga Laut Mediterania. Orang Yunani kuno juga memelihara ikan di kolam untuk dikonsumsi segar maupun kering, demikian pula dengan kerang.

Makanan laut sangat bagus dikonsumsi berbagai kelompok usia karena kaya akan protein, lemak, vitamin, dan juga mineral. Mineral yang terkandung di dalamnya antara lain adalah zat besi, seng, selenium, magnesium, dan juga iodium.

Di balik cangkang

Salah satu jenis produk perikanan yang disukai masyarakat kita adalah kerang-kerangan (kerang, tiram, remis, dan kijing). Makanan laut kelompok shellfish (bertempurung) ini sangat dikenal karena lezat dan gurih. Tak heran, keduanya sangat mudah dijumpai di kaki lima.

Kerang merupakan jenis invertebrate moluska, yaitu hewan bertubuh lunak yang dagingnya tersembunyi di balik sepasang cangkangnya yang keras.

Bentuk tubuh kerang terdiri dari kulit luar yang keras, disebut cangkang. Lapisan penutup tubuh kerang (mantel) yang terdiri dari tiga lapisan, yaitu lapisan dalam, lapisan luar, dan pedal. Kaki kerang dapat melipat ketika kerang menggulung ke dalam cangkangnya, serta dapat memanjang ketika kerang berpindah tempat.

Kerang dapat hidup di laut dan di dataran pasir pantai. Tubuhnya memiliki sifon untuk memasukkan air, sehingga plankton dalam air ikut masuk. Plankton merupakan sumber makanan utama bagi kerang.

Bentuk tubuh kerang simetris dan memiliki ukuran cangkang yang seimbang di tiap sisinya. Keberadaan kerang dapat ditemukan di setiap pantai hampir di seluruh dunia. Saat ini di dunia diperkirakan terdapat 200 spesies, walau tidak semua jenis kerang layak dikonsumsi.

Protein lengkap

Kerang merupakan bahan pangan asal laut yang kaya akan berbagai zat gizi. Sayangnya, tidak semua orang menyadari hal tersebut, bahkan menghindarinya karena mengira kerang mengandung kolesterol tinggi. Padahal, hasil penelitian menunjukkan, kerang merupakan bahan yang aman untuk dikonsumsi dan bermanfaat bagi tubuh.

Kerang merupakan sumber protein hewani yang lengkap. Mengandung semua jenis asam amino esensial yang dibutuhkan tubuh. Asam amino esensial adalah asam amino yang tidak dapat dibuat di dalam tubuh, sehingga mutlak harus berasal dari makanan. Yang termasuk dalam kelompok asam amino esensial adalah: isoleusin, leusin, lisin, metionin, fenilalanin, treonin, triptofan, dan valin.

Hal terpenting yang berkaitan dengan protein adalah kemampuannya untuk dicerna dan diserap tubuh setelah dikonsumsi. Kemampuan tubuh mencerna protein kerang adalah sekitar 85-95 persen. Hal ini berarti kerang dapat digunakan sebagai sumber protein yang baik bagi semua kelompok usia.

Kerang juga kaya akan vitamin larut lemak (A, D, E, dan K), serta vitamin larut air (B1, B2, B6, B12, dan niasin). Selain itu, kerang merupakan sumber utama mineral yang dibutuhkan tubuh, seperti iodium (I), besi (Fe), seng (Zn), selenium (Se), kalsium (Ca), fosfor (P), kalium (K), flour (F), dan lain-lain. Bahkan, mineral dari makanan laut lebih mudah diserap tubuh daripada kacang-kacangan dan serealia (padi-padian).

Jenis Layak Konsumsi

Di Kepulauan Inggris, kerang banyak diolah menjadi berbagai hidangan, terutama jenis Protothaca staminea. Jenis kerang ini hidup di karang atau bebatuan di Teluk Pasifik. Yang harus diperhatikan, hindari konsumsi kerang ini ketika musim panas karena bisa tercemar oleh organisme penghasil toksin.

Di Inggris, kerang yang dapat dikonsumsi dijual segar dan dimakan bersama bumbu cuka. Selain itu, kerang dapat dibuat pikel di dalam toples, serta dijual dalam paket plastik dengan bumbu cuka.

Di Singapura, kerang rebus merupakan hidangan favorit. Tidak hanya itu, kerang juga dijadikan bahan tambahan dalam masakan laksa, char kway teow, dan steamboat.

Jenis kerang yang dapat dimakan adalah remis, tiram, dan lainnya. Remis merupakan sejenis moluska bercangkang yang tinggal di kawasan pantai berpasir.

Tiram adalah sejenis hewan bercangkang (kerang-kerangan) dengan kulit yang agak datar. Dagingnya rendah kalori, tetapi kaya akan kalsium dan vitamin A. Saat ini tiram banyak dibudidayakan sebagai penghasil mutiara.

Lokan (Polymesoda placans) adalah moluska dwicangkang yang banyak terdapat di lumpur pinggir laut. Isinya dapat dimakan, tetapi tidak seenak tiram.

Jenis lainnya adalah abalone, yang dicirikan oleh permukaan kulit sebelah dalam berwarna-warni. Daging moluska ini dianggap sebagai salah satu makanan istimewa di Amerika Latin (khususnya Cile), Asia Tenggara, dan Asia Timur (khususnya di Cina, Jepang, dan Korea).

Sumber Lemak yang Sehat

Kerang sesungguhnya adalah sumber lemak yang aman. Kadar lemak dalam daging kerang tergolong rendah, yaitu 1,1 g per 100 g daging, lebih rendah dari kadar lemak belut (27 g), ikan tawes (13 g), bandeng (4,8 g), ekor kuning (4 g), kepiting (3,8 g).

Dalam kelompok makanan asal laut, kadar kolesterol pada kerang memang tergolong cukup tinggi. Jika dibandingkan dengan daging ternak, jeroan, telur, dan otak, kadar kolesterol pada kerang lebih rendah.

Keunggulan kerang adalah memiliki kadar lemak total dan lemak jenuh yang rendah, tetapi kadar asam lemak tak jenuh {omega-3} cukup tinggi. Fungsi asam lemak omega-3 adalah meningkatkan kadar HDL (kolesterol baik), serta menurunkan LDL (kolesterol jahat) dan trrgliserida dalam darah.

Konsumsi omega-3 yang cukup akan menyebabkan platelet (keping darah) tidak mudah lengket dan mengeras, sehingga dapat mengurangi terjadinya aterosklerosis (pengerasan pembuluh darah). Asam lemak omega-3 juga dapat mengencerkan darah. Kondisi tersebut membuat peredaran darah lebih mudah dan lancar, sehingga mencegah terjadinya hipertensi.

Sekelompok ahli ilmu kesehatan dan kedokteran dari Universitas Washington di Seattle, Amerika Serikat, pernah meneliti daya serap kolesterol dari tiga sumber, yaitu kerang, kepiting, dan ayam. Penelitian ini melibatkan delapan sukarelawan normolipidemia (kadar lemak darah kategori normal) yang masing-masing diberi diet selama tiga minggu. Darah sukarelawan diperiksa berkala untuk diamati daya serap dan kadar kolesterolnya.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa daya serap kolesterol paling rendah terdapat pada diet kerang (42 persen), disusul diet ayam (54 persen), dan tertinggi diet kepiting (55 persen). Hal ini berarti daya serap kolesterol dari kerang-kerangan, 25 persen lebih rendah dibandingkan dengan kolesterol ayam dan kepiting.

Memperlambat Proses Penuaan

Misteri hidup awet muda karena konsumsi kerang, masih belum diketahui secara pasti. Melalui bantuan dana yang diberikan oleh organisasi sosial Help The Age, para ilmuwan dari Universitas Bangor, Wales, Inggris, terus melakukan penelitian mengenai rahasia awet muda tersebut.

Baru-baru ini penemuan kerang yang diduga berusia antara 405-410 tahun, telah membuat kejutan dalam dunia ilmiah. Kerang tersebut ditemukan di Pantai Islandia. Moluska ini diberi nama Ming untuk mengingat Raja Ming yang berkuasa pada saat kelahirannya. Para ilmuwan memperkirakan kerang ini hidup sezaman dengan perjuangan Ratu Elizabeth 1 dan masa Shakespeare memulai kariernya sebagai penulis naskah teater.

Hingga saat ini Ming adalah pemecah rekor sebagai hewan yang hidup paling lama. Sebelumnya, tahun 1982 pernah dilaporkan keberadaan seekor kerang yang dapat bertahan hidup selama 220 tahun.

Seekor kerang yang disimpan di museum Islandia diperkirakan hidup selama 374 tahun. Dengan demikian, pemecah rekor hewan dengan usia harapan hidup terpanjang masih didominasi spesies kerang.

Peneliti dapat mengetahui umur seekor kerang berdasarkan jumlah garis pada cangkangnya yang bertambah dari tahun ke tahun. Namun, hitungan ini bervariasi karena pertambahan garis dipengaruhi oleh keadaan lingkungan, seperti iklim, pasang surut, dan keadaan makanan. Dengan kemampuan ini, kerang menjadi alat efektif untuk mengetahui gejala alam pada masa silam.

Kemampuan kerang memperlambat proses penuaan menjadi cikal bakal anggapan bahwa konsumsi kerang dapat membuat tubuh jadi awet muda. Walaupun belum diketahui pasti penyebabnya, keberadaan beberapa mineral penting diduga ikut berperan dalam proses awet muda tersebut.

Mineral seng, tembaga, magnesium, dan selenium merupakan mineral yang bersifat antioksidan. Antioksidan berperan menangkal serangan radikal bebas, penyebab penuaan dini, dan penyakit degeneratif.

Salah satu jenis kerang yang digemari adalah kerang hijau. Usaha beternak kerang hijau (Perna varidis) memang relatif lebih menguntungkan daripada menangkap ikan. Itulah yang menyebabkan usaha peternakan kerang hijau terus berkembang hingga saat ini.

Nelayan mengaku harga kerang hijau tidak pernah menurun walaupun jumlahnya sedang melimpah. Sayangnya, lahan usaha kerang hijau semakin menyusut di sekitar Jakarta akibat semakin meluasnya penggunaan pinggir pantai untuk keperluan lainnya. Jumlah produksi kerang pun menyusut, sehingga dikhawatirkan dapat memengaruhi konsumsi kerang, sebagai salah satu sumber zat gizi yang cukup terjangkau oleh masyarakat Indonesia.

Oleh:
Prof. DR. Made Astawan
Ahli Teknologi Pangan dan Gizi

Sumber: Senior

About these ads

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: